Direktur Lembaga Peduli Hukum Bengkulu, Achmad Tarmizi Gumay
BENGKULU, SH- Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamina Dex sudah sejak
sebulan terakhir di wilayah Kota Bengkulu bahkan daerah kabupaten mengalami
kelangkaan. Bahkan satu-satunya SPBU di wilayah Kota Bengkuluyang menyediakannya
terlihat sepi lantaran BBM jenis inu kosong. Belum diketahui penyebab
kelangkaan Pertamina Dex tersebut dengan pasti. Akan tetapi masyarakat merasa dirugikan, sebab BBM
Pertamina DEx banyak dibutuhkan dan bukan BBM jenis subsidi.
Direktur Lembaga Peduli Hukum Bengkulu (LPHB) Achmad tarmizi
Gumay mengungkapkan, distribusi Pertamina Dex dari provinsi ke daerah mengalami
keterlambatan, belum diketahui dengan pasti apa penyeba keterlambatan hingga menyebabkan kekosongan
di satu-satunya SPBU di Kota Bengkulu yang menjualnya.
Kelangkaan BBM jenis Pertamina Dex ini sangat dirasa
memberatkan masyarakat. Seharusnya kelangkaan Pertamina Dex ini tidak
berlangsung lama. Sebab kebutuhan akan Pertamina Dex itu sudah dirasakan
sebagai kebutuhan utama. Apalagi untuk wilayah Kota Bengkulu yang banyak kendaraan
pribadi memakainya.
”Kita berharap kondisi seperti ini tidak berlangsung lama.
Pemerintah juga harus sigap memantau kondisi di lapangan dan cepat bertindak
mencari solusi agar masyarakat tidak resah dan merasa dirugikan,” imbuh
Tarmizi.
Untuk diketahui, kuota Pertamina Dex tersebut, selalu saja
dirasa kurang karena banyaknya pengguna kendaraan. Antrean panjang kendaraan
terus terjadi setiap pengisian BBM. Hal itu bisa disebabkan stoknya yang
kurang.
Menurut Tarmizi, kelangkaan yang terjadi di SPBU di wilayah
Kota Bengkulu bahkan di daerah kabupaten bukan karena kuota yang dikirim
berkurang atau stok BBM yang tidak ada. Melainkan pengiriman dari Bengkulu yang
sering terlambat dari biasanya.
“Kita tidak tahu apa
penyebabnya penyalur dari Bengkulu yang telat. Hanya keserigan telat dari
biasanya,” tambah tarmizi.
Tarmizi menambahkan, kelangkaan BBM itu tidak hanya terjadi
di wilayah Kota Bengkulu saja, Namun juga di berbagai daerah kabupaten, salah
satunya di wilayah Argamakmur kabupatren Bengkulu Utara.
Atas kondisi ini, Achmad Tarmizi Gumay, SH., MH selaku
direktur Lembaga Peduli Hukum Bengkulu
(LPHB) dan Pimpinan Umum Surat kabar Suara Hukum sertra Lowyer / Pengacara di Tarmizi Gumay
& Patners akan menyampaikan persolan ini berupa masukan dan saran ke bapak
Presiden RI Jokowi Dodo untuk dapat memperhatikan secara khusus beberapa hal,
yakni BBM Pertamina Dex hanya ada 5 kali dalam seminggu padahal bukan bahan
bakar subsidi dan jelas dapat membantu pemerintah, 9 Pom Bensin di wilayah Kota
Bengkulu, hanya satu SPBU yang
menyediakan Pertamina Dex, masyarakat Bengkulu sangat kecewa dengan Pertamina
bahkan merasa dirugikan seolah-olah tak mapu membeli BBM Pertamina Dex,
akibatnya masyarakat takut kendaraanya rusak.
Masyarakat Bengkulu melaluinya ia dan rekannya meminta
menyampaokan berupa surat masukan dan saran ke bapak Presiden RIagar dapat memerintahkan menteri ESDM dan Direktur Pertamina untuk menyediakan BBM Pertamina Dex
ke wilayah provinsi Bengkulu sama dengan provinsi lainnya di Indonesia.
Surat masukan dan saran ke bapak Presiden ini juga ikut
ditembuskan juga ke Ditjend Minerba Kementrian ESDM RI di Jakarta.(team)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar