// Ini 9 Langkah Cegah Skimming ATM
Kepala Cabang BRI Bengkulu, Ismet Sarmen
BENGKULU,
SH – Terkait adanya
video viral yang dialami oleh salah satu nasabah perbankan di Indonesia yang
mengalami kerugian puluhan juta karena skimming
data transaksi. Kepala Cabang BRI Bengkulu, Ismet Sarmen mengatakan, bahwa di Bengkulu saat ini masih aman, akan tetapi
harus tetap waspada. Skimming itu
sendiri adalah tindakan pencurian informasi kartu kredit atau debit dengan cara
menyalin informasi yang terdapat pada strip magnetik kartu kredit atau debit
secara ilegal.
“Skimming memang bukan hal
baru di Indonesia. Ini adalah tindakan pencurian informasi kartu debit atau
kredit dengan cara menyalin informasi yang terdapat pada strip magnetik kartu
debit atau kredit secara ilegal untuk memiliki kendali atas rekening korban.
Jadi data di kartu debit nasabah bisa digandakan dengan teknik skimming.
Kemudian data hasil penggandaan tersebut digunakan untuk menguras rekening
nasabah,” ujar Ismet.
Kali ini dugaan pencurian uang diduga menggunakan metode skimming terjadi pada nasabah di PT.
Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI). Setelah beberapa tahun sebelumnya, sejumlah
bank besar juga terkena kasus serupa seperti PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT
Bank Central Asia Tbk (BCA).
“Hanya saja kali ini dengan
modus yang baru. Hal itu terkait dengan perkembangan Teknologi yang semakin
canggih,” ungkap Ismet.
Potensi terjadinya skimming
biasanya saat nasabah melakukan transaksi menggunakan ATM di salah satu
supermarket dan di pusat perbelanjaan. Dalam pertemuan tersebut Endang
membagikan tips untuk menjaga keamanan agar tidak terjadi skimming.
Ismet menambahkan, untuk menjaga pin kita agar tetap
aman, setidaknya kita melakukan transaksi atau penarikan uang dilakukan di
kantor atau loket ATM perbankan yang selain ada pengamanan security ada juga
pengaman dari CCTV. Jika melakukan transaksi di pusat perbelanjaan atau
supermarket kita harus memastikan penggesekan ATM hanya sekali.
Kemudian kita harus mengganti pin secara berkala, jangan
sesekali menyimpan pin di handphone karena jika handphone kita hilang maka data
kita akan ketahuan, pin itu setidaknya harus diingat didalam kepala kita. Lalu
menggunakan pin jangan dengan memakai tanggal lahir dan angka yang mudah
ditebak karena itu yang kerap terjadi pada para nasabah. Dan yang terakhir para
nasabah untuk beralih menggunakan SMS Banking agar setiap transaksi yang
terjadi, masuk pemberitahuannya kepada nasabah melalui sms.
Untuk kasus kejadian nasabah bank yang terjadi dan saat
ini sudah ditangani pihak Polri, ia pun berharap agar masalah itu cepat
terselesaikan dan tidak terjadi di Bengkulu. (HBN)
Data bridge
merupakan modus kejahatan baru dengan membaca data personal nasabah, seperti
nama ibu kandung dan tanggal lahir. Data-data tersebut dengan mudah didapatkan
di mana saja. Selain itu, ada juga model kejahatan OTP yang biasanya pelaku
mengetahui nama dan nomor telepon calon korban serta berusaha melakukan
transaksi di situs jual beli online dengan menggunakan data hasil curian.
Modus kejahatan perbankan lain yang perlu diwaspadai
nasabah, yaitu data bridge dan one time
password (OTP). Data bridge
adalah sistem yang bisa membaca data personal nasabah, seperti nama ibu kandung
dan tanggal lahir. Sedangkan one time password (OTP) adalah penyedotan
dana nasabah lewat beberapa situs jual beli e-commerce.
Karena itu, perbankan akan meningkatkan keamanan dengan
menambah informasi lainnya dan akan meningkatkan keamanan dengan biometric. Nasabah
kemudian akan menerima SMS notifikasi OTP atau yang
berisi password sekali pakai untuk verifikasi pembayaran, kendati
nasabah tersebut tidak sedang bertransaksi.
“Selain skimming,
nasabah perlu mewaspadai modus kejahatan baru yakni data bridge dan OTP,” ujar
Ismet. Senin siang (19/3/18)
Kejahatan dengan modus data bridge dan OTP yakni mereka
membaca data yang polanya selama ini sama seperti nama ibu kandung, tanggal
lahir serta no handphone karena semua bisa didapatkan di mana saja dan sudah
terlalu mudah untuk didapatkan.
“Banyak data personal nasabah yang mudah didapatkan
sehingga terjadi tindak kejahatan, oleh karenanya penting bagi nasabah untuk
mewaspadai hal ini,” sambung Ismet.
Mengantisipasi hal ini, pihaknya juga telah meningkatkan
keamanan data nasabahnya dengan menambah informasi agar tidak mudah diretas
oleh pelaku kejahatan. Sehingga kejahatan serupa tidak terjadi lagi di kemudian
hari.
“Sekarang solusinya adalah menambah tingkat keamanan agar
nasabah tidak lagi dirugikan dengan aksi kejahatan dan nasabah jangan
menyerahkan data pribadi yang mengatasnamakan petugas BRI,” lanjut Ismet.
Saat ini pihaknya tengah merancang untuk memperkuat
sistem keamanan, seperti penambahan jenis informasi yang tidak mudah ditebak
oleh si pelaku yang ada hubungan emosional nasabah. Misalnya, ada data
tambahan, seperti makanan kesukaan atau warna kesukaan yang hanya diketahui
oleh nasabah sendiri.
“Kami akan tingkatkan keamanan dengan informasi pribadi
tambahan serta dengan memanfaatkan data personal lainnya seperti pendeteksi
mata, sidik jari, hingga wajah,” lanjut Ismet.
Ismet menilai, data protection
ini harus dilakukan, sebab sekarang password akan mudah dibaca oleh hacker.
Oleh karenanya, pengamanan juga harus bisa biometric, seperti retina,
fingerprint dan wajah agar menghindari menjadi sasaran pelaku kejahatan.
“Password saja tidak cukup, mudah ditembus hacker. Kita
harus tingkatkan pengamanannya lebih jauh agar tidak ada lagi yang menjadi
korban kejahatan ini,” tukas Ismet.
Sementara, Kepala Bank Indonesia Perwakilan BI Provinsi
Bengkulu Endang Kurnia sangat mendukung perbankan untuk semakin memperketat
pengamanan. Pihaknya juga mendorong perbankan melalui ketentuan-ketentuan yang
di keluarkan untuk memberikan pengamanan, baik di penggunaan transaksi
menggunakan kartu kredit kartu ATM maupun kartu debit.
Dengan teknologi chip,
para pembobol dana nasabah akan sulit menjalankan aksi mereka. Selain itu, BI
juga mengawasi sistem keamanan perbankan di Indonesia. BI Memastikan deteksi
sistem yang ada di perbankan mampu menangkal kegiatan-kegiatan yang merugikan
masyarakat.
“Kami terus melakukan keamanan. Namun untuk mensukseskan
langkah ini tidak bisa BI jalan sendiri karena harus ada kerjasama yang baik
dari perbankan,” Ujar Endang.
Endang meminta kepada seluruh perbankan memasangkan CCTV
canggih yang berukuran kecil menempel di seluruh ATM. Masyarakat pun harus
mulai terbiasa ketika ingin bertransaksi menutup ruang tombol PIN.
“CCTV di ATM
pastikan selalu aktif, masyarakat juga harus waspada saat mengetikkan pin ATM
sehingga bisa terhindar dari berbagai tindak kejahatan. Jikalau memang terjadi skimming
dan data bridge, maka pihak perbankan harus mengganti kerugiannya,” tutup
Endang.
// 9 Langkah Cegah Skimming ATM
Ilustrasi Mesin ATM
(doc:net)
Deputi Direktur
Pengawasan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Eva Aderia menuturkan, para korban
skimming ATM yang saldonya berkurang misterius tidak perlu khawatir. Sebab,
pihak bank pasti akan mengganti. ”Kami sudah berkoordinasi, pasti akan diganti.
Untuk pengamanan kartu, lanjut dia Bank Indonesia telah
mengimbau bank-bank lain menggunakan chip.
Chip bisa meminimalkan kejahatan
skimming. ”Memang belum semua bank di Indonesia menggunakan chip pada kartu
ATM.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri
Brigjen Mohammad Iqbal meyakini, tertangkapnya jaringan skimming internasional
oleh Polda Metro Jaya bukan yang terakhir.
Karena itu, Polri akan terus mengembangkan pengusutan
kasus tersebut. ”Kita akan terus melakukan patroli cyber,” ujarnya.
Berdasar pantauan Polri, pengamanan ATM yang berada di
luar kantor bank selama ini kurang maksimal. Imbasnya, ATM sangat rawan
disusupi pelaku kejahatan seperti skimming.
”Kita juga meminta perbankan untuk aware dengan ATM yang
di luar perbankan seperti di waralaba dan mal,” imbuhnya.
Sementara itu, pakar teknologi informasi Abimanyu
Wahdjoehidajat mengatakan, masih banyaknya kasus kejahatan perbankan disebabkan
banyak faktor. Mulai sistem pengamanan yang lemah, metode penanganan yang
lambat, hingga integritas di internal yang belum sepenuhnya baik. Dari segi
pengamanan administrasi, misalnya, standar yang digunakan masih lemah.
Contohnya, untuk validasi data, bank masih menggunakan tanggal lahir dan nama
ibu.
Padahal, dua data itu merupakan sesuatu yang sifatnya
seumur hidup dan mudah diketahui banyak orang. Pelaku kejahatan yang mengincar
nasabah tinggal mencari data pendukung dengan mengamati transaksi dan
sebagainya. Abimanyu menyarankan perbankan untuk meningkatkan integritas para
pegawainya. Sebab, merujuk pengalaman, dalam berbagai kasus, oknum di internal
bank ikut bermain.(Frj / Sumber: BRI dan Polda Metro)
Tip Hindari Pencurian Data Kartu ATM (Skimming)
1. Miliki kartu ATM yang sudah punya sistem chip. Nasabah
bisa datang ke bank penerbit.
2. Buat kode rahasia atau PIN yang tidak mudah ditebak.
3. Ubahlah PIN tersebut secara berkala.
4. Jangan memberitahukan PIN tersebut kepada siapa pun.
5. Petugas bank atau contact center bank tidak akan
pernah menanyakan PIN nasabah.
6. Pilih ATM yang dijaga petugas keamanan atau yang satu
lokasi dengan bank.
7. Jangan memencet PIN jika di langit-langit kanopi
(tudung) penutup keypad mesin ATM ada sesuatu yang mengganjal. Biasanya, di
tempat itu pelaku memasang kamera pengintai kecil.
8. Gunakan tangan untuk menutupi PIN ketika mengetiknya
di mesin ATM.
9. Sebelum meninggalkan mesin ATM, pastikan Anda tidak
meninggalkan kartu ATM dan uang.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar