Minggu, 25 Maret 2018

Bank Bengkulu Siap Lepas Saham Seri B, Targetkan Buku Dua


Plt Gubernur Bengkulu, Dr. H. Rohidin Mersyah, MMA

BENGKULU, SH - Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2017 PT Bank Pembangunan Daerah Bengkulu (Bank Bengkulu) menunjukkan progres yang baik. Beberapa indikator kinerja menunjukkan peningkatan baik dari sisi nilai aset dan penyaluran kredit yang sudah naik 11 persen dengan capaian laba Rp. 56 Miliar. Bank Bengkulu juga akan menambah penyertaan modal dengan menjual saham seri B kepada masyarakat.

Plt Gubernur Bengkulu, Dr. H. Rohidin Mersyah, MMA, mengungkapkan, Bank Bengkulu mengalami peningkatan di beberapa indikator yang snagat membanggakan dan menjadi kabar baik bagi Bengkulu.

"Bank Bengkulu mengalami peningkatan baik dari sisi nilai aset dan penyaluran kredit sudah naik mencapai 11 persen. Hal ini menunjukkan kinerja yang positif," ujar Rohidin Selasa siang (20/3/18).

Selain itu penyertaan modal Bank Bengkulu juga semakin meningkat dan sebuah keputusan tambahan bagaimana target bank Bengkulu bisa masuk buku dua. Artinya dengan modal diatas Rp. 1 Triliun.

"Oleh karena itu kita minta dukungan dari para pemegang saham untuk meningkatkan penyertaan modal dimasing-masing kabupaten atau kota," lanjut Rohidin.

Rohidin juga mengungkapkan, Bank Bengkulu juga akan menjual saham seri B tidak lebih dari 20 persen dan yang berkesempatan membeli saham tersebut adalah warga Provinsi Bengkulu sebagai upaya penambahan penyertaan modal.
"Nanti juga ada saham seri B yang dijual terbuka untuk masyarakat yang diharapkan bis amemuluskan langkah Bank Bengkulu untuk masuk Buku dua," tutup Rohidin.

Sementara itu, Direktur Bank Bengkulu Agusalim mengatakan, usulan hasil RUPS menyatakan untuk menjual saham seri B yaitu saham yang tidak memiliki hak suara dan akan dijual dilingkungan internal di Provinsi Bengkulu maksimal sebesar 20 persen. Hal ini diharapkan bisa membantu dan mendukung Bank Bengkulu agar cepat menjadi Bank Buku 2.

"Hasil RUPS memang kami sepakat menjual saham seri B kepada masyarakat, Selain itu para pemegang saham juga sudah berkomitmen untuk menyetorkan tambahan modal," ujar Agusalim.

Saat ini Bank Bengkulu memiliki aset mencapai Rp. 643 Miliar lebih dan untuk mencapai Rp. 1 Triliun Bank Bengkulu masih kekurangan kurang lebih Rp. 300 miliar. Jika Bank Bengkulu berhasil menjual saham seri B mencapai Rp. 200 miliar maka sisa kekurangannya adalah dari setoran modal dari para pemegang saham baik dari Pemerintah kabupaten/kota dan Provinsi.

"Kami optimis melalui penjualan saham seri B dan tambahan modal dari para pemegang saham bisa membuat penyertaan modal Bank Bengkulu diatas Rp 1 Triliun," lanjut Agusalim.

Usulan tersebut dinilai akan semakin cepat mengembangkan bank Bengkulu semakin maju kedepannya dan makin cepat mengembangkan usahanya karena berkembangnya sebuah Bank itu ditentukan dari jumlah setoran modal yang dimiliki atau disetorkan agar bank bisa melakukan ekspansi.

"Jika modal yang dimiliki mencukupi karena rasio itu diatur oleh regulator dalam hal ini OJK provinsi Bengkulu, Bank akan bisa melakukan ekspansi dengan kecukupan modal tersebut," jelas Agusalim.

Agusalim menambahkan, saat ini setoran berupa modal yang dilakukan pemegang saham ke Bank Bengkulu merupakan sebuah investasi yang sangat menguntungkan karena Bank Bengkulu bisa memberikan keuntungan mencapai 30 persen.
"Selama ini tidak ada investasi yang mampu memberikan keuntungan hingga sebesar itu, ini juga sebagai bentuk sinergi untuk membesarkan Bank Bengkulu sekaligus memenuhi keinginan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan perbankan di Bengkulu," jelas Agusalim lagi.

RUPS tersebut juga membahas terkait CSR dimana keputusan tetap sama seperti tahun lalu yaitu sebesar 3 persen dan akan didistribusikan secara propersional pada pemegang saham. Bagi Daerah yang memiliki penyertaan modal saham yang besar maka akan mendapatkan CSR yang lebih besar.

"Tahun lalu CSR yang disalurkan Bank Bengkulu mencapai Rp 3,8 Miliar dan tahun ini lebih kecil karena laba yang diperoleh hanya mencapai Rp 56 miliar," lanjut Agusalim.

Tahun depan, pihak Bank Bengkulu sudah memproyeksikan melihat laba pada triwulan pertama saja sudah mencapai Rp. 56 miliar dan diharapkan sampai triwulan IV 2018 nanti mampu mencapai laba Rp. 200 miliar.

"Untuk selanjutnya, ditargetkan laba mencapai Rp. 200 miliar," sambung agusalim.

Menurut Agusalim, keputusan menjual saham seri B akan dilakukan pada 2018 ini setelah digelar RUPS Luar Biasa sekaligus pergantian managemen dan untuk saat ini adalah keputusan untuk mempersiapkan diri sebelum upaya tersebut dilakukan.

"Jika sudah siap, diakhir tahun sudah bisa kita lepas saham seri B ke pasaran dimana membeli saham di Bank Bengkulu lebih bagus dari pada berinvestasi di Deposito ataupun tabungan karena pendapatan devidennya mencapai 30 persen pertahun," pungkas Agusalim.(Frj)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar