Plt Gubernur Bengkulu, Dr. H. Rohidin Mersyah, MMA
BENGKULU,
SH - Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun
Buku 2017 PT Bank Pembangunan Daerah Bengkulu (Bank Bengkulu) menunjukkan
progres yang baik. Beberapa indikator kinerja menunjukkan peningkatan baik dari
sisi nilai aset dan penyaluran kredit yang sudah naik 11 persen dengan capaian
laba Rp. 56 Miliar. Bank Bengkulu juga akan menambah penyertaan modal dengan
menjual saham seri B kepada masyarakat.
Plt Gubernur Bengkulu, Dr. H. Rohidin
Mersyah, MMA, mengungkapkan, Bank Bengkulu mengalami peningkatan di beberapa
indikator yang snagat membanggakan dan menjadi kabar baik bagi Bengkulu.
"Bank Bengkulu mengalami peningkatan
baik dari sisi nilai aset dan penyaluran kredit sudah naik mencapai 11 persen.
Hal ini menunjukkan kinerja yang positif," ujar Rohidin Selasa siang (20/3/18).
Selain itu penyertaan modal Bank Bengkulu
juga semakin meningkat dan sebuah keputusan tambahan bagaimana target bank
Bengkulu bisa masuk buku dua. Artinya dengan modal diatas Rp. 1 Triliun.
"Oleh karena itu kita minta dukungan dari
para pemegang saham untuk meningkatkan penyertaan modal dimasing-masing
kabupaten atau kota," lanjut Rohidin.
Rohidin juga mengungkapkan, Bank Bengkulu
juga akan menjual saham seri B tidak lebih dari 20 persen dan yang
berkesempatan membeli saham tersebut adalah warga Provinsi Bengkulu sebagai
upaya penambahan penyertaan modal.
"Nanti juga ada saham seri B yang dijual
terbuka untuk masyarakat yang diharapkan bis amemuluskan langkah Bank Bengkulu
untuk masuk Buku dua," tutup Rohidin.
Sementara itu, Direktur Bank Bengkulu
Agusalim mengatakan, usulan hasil RUPS menyatakan untuk menjual saham seri B
yaitu saham yang tidak memiliki hak suara dan akan dijual dilingkungan internal
di Provinsi Bengkulu maksimal sebesar 20 persen. Hal ini diharapkan bisa membantu
dan mendukung Bank Bengkulu agar cepat menjadi Bank Buku 2.
"Hasil RUPS memang kami sepakat menjual
saham seri B kepada masyarakat, Selain itu para pemegang saham juga sudah
berkomitmen untuk menyetorkan tambahan modal," ujar Agusalim.
Saat ini Bank Bengkulu memiliki aset mencapai
Rp. 643 Miliar lebih dan untuk mencapai Rp. 1 Triliun Bank Bengkulu masih
kekurangan kurang lebih Rp. 300 miliar. Jika Bank Bengkulu berhasil menjual
saham seri B mencapai Rp. 200 miliar maka sisa kekurangannya adalah dari
setoran modal dari para pemegang saham baik dari Pemerintah kabupaten/kota dan
Provinsi.
"Kami optimis melalui penjualan saham
seri B dan tambahan modal dari para pemegang saham bisa membuat penyertaan
modal Bank Bengkulu diatas Rp 1 Triliun," lanjut Agusalim.
Usulan tersebut dinilai akan semakin cepat
mengembangkan bank Bengkulu semakin maju kedepannya dan makin cepat
mengembangkan usahanya karena berkembangnya sebuah Bank itu ditentukan dari
jumlah setoran modal yang dimiliki atau disetorkan agar bank bisa melakukan
ekspansi.
"Jika modal yang dimiliki mencukupi
karena rasio itu diatur oleh regulator dalam hal ini OJK provinsi Bengkulu,
Bank akan bisa melakukan ekspansi dengan kecukupan modal tersebut," jelas
Agusalim.
Agusalim menambahkan, saat ini setoran berupa
modal yang dilakukan pemegang saham ke Bank Bengkulu merupakan sebuah investasi
yang sangat menguntungkan karena Bank Bengkulu bisa memberikan keuntungan
mencapai 30 persen.
"Selama ini tidak ada investasi yang
mampu memberikan keuntungan hingga sebesar itu, ini juga sebagai bentuk sinergi
untuk membesarkan Bank Bengkulu sekaligus memenuhi keinginan masyarakat dalam
memenuhi kebutuhan perbankan di Bengkulu," jelas Agusalim lagi.
RUPS tersebut juga membahas terkait CSR
dimana keputusan tetap sama seperti tahun lalu yaitu sebesar 3 persen dan akan
didistribusikan secara propersional pada pemegang saham. Bagi Daerah yang
memiliki penyertaan modal saham yang besar maka akan mendapatkan CSR yang lebih
besar.
"Tahun lalu CSR yang disalurkan Bank Bengkulu
mencapai Rp 3,8 Miliar dan tahun ini lebih kecil karena laba yang diperoleh
hanya mencapai Rp 56 miliar," lanjut Agusalim.
Tahun depan, pihak Bank Bengkulu sudah
memproyeksikan melihat laba pada triwulan pertama saja sudah mencapai Rp. 56
miliar dan diharapkan sampai triwulan IV 2018 nanti mampu mencapai laba Rp. 200
miliar.
"Untuk selanjutnya, ditargetkan laba
mencapai Rp. 200 miliar," sambung agusalim.
Menurut Agusalim, keputusan menjual saham
seri B akan dilakukan pada 2018 ini setelah digelar RUPS Luar Biasa sekaligus
pergantian managemen dan untuk saat ini adalah keputusan untuk mempersiapkan
diri sebelum upaya tersebut dilakukan.
"Jika sudah siap, diakhir tahun sudah
bisa kita lepas saham seri B ke pasaran dimana membeli saham di Bank Bengkulu
lebih bagus dari pada berinvestasi di Deposito ataupun tabungan karena
pendapatan devidennya mencapai 30 persen pertahun," pungkas Agusalim.(Frj)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar