Selasa, 06 Maret 2018

Pariwisata Solusi Utama Percepatan Majukan Bengkulu


Ketua BPP HIPMI Bengkulu Yaun Degama

BENGKULU, SH – Ketua BPP HIPMI Bidang Internasional dan Pariwisata, Bagas Adhadirga mengatakan, sektor pariwisata di Kota Bengkulu masih menjadi magnet utama dalam menggerakan perekonomian di suatu daerah. Karena sektor pariwisata akan menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung. Multi efeknyapun akan terasa di segala penjuru, mulai dari usaha transportasi, perhotelan, makanan, hingga oleh-oleh khas suatu daerah.
Menurut Bagas, Bengkulu memiliki banyak potensi untuk mendatangkan wisatawan domestik maupun luar negeri sebab Kota Bengkulu memiliki History dan misteri yang belum sepenuhnya tergali. Sebab, Bengkulu pernah dijajah negara Inggris dan Belanda dan juga anak keterunan mereka pernah juga lama tinggal di Bengkulu. Hal inilah yang menjadi pertayaan besar, apa misteri yang dicari 2 negara besar itu di Bengkulu yang harus digali oleh masyarakat Bengkulu, Senin pagi (26/2/18)
“2 Negara itu sempat hadir di Bengkulu. Pasti ada sesuatu yang terpendam di Provinsi ini” ujar Bagas.
Bagas berkeyakinan, histori dan pariwisata di Bengkulu jika dikelolah dengan baik akan menjadi daya tarik besar di Bengkulu. Salah satu caranya adalah Bengkulu harus menggelar event berskala nasional bahkan panca negara yang dibalut dengan promosi pariwisata. Event-event inilah yang akan menjadi pembeda Bengkulu dengan provinsi lain sehingga menjadi destinasi wisata tersendiri di tanah air. Sehingga akan cepat sejajar dengan daerah lain di tanah iar, sebut saja Denpasar bali dan Daerah Istimewa Yokyakarta.
“Seperti Spanyol, yang telah menjadi negara tujuan wisatawan. Ternyata mereka adalah Fans Barcelona dan Real Madrid. Indonesia seharusnya mampu menelurkan virus tersebut agar mampu dilirik wisatawan.” jelas Bagas.

Dari dulu hingga sekarang, feature Indonesia sendiri hingga kini adalah Pariwisata, tetapi belum ada pemain besar di Industri Pariwisata. Padahal jika pengusaha kompak maka Bengkulu adalah destinasi wisata terbaik di Sumatera.

"Kami berharap seluruh pengusaha di Bengkulu bisa saling bersinergi untuk membuat masterplan pariwisata di Bengkulu," kata Bagas.

Pihaknya juga akan berusaha untuk mengumpulkan para pengusaha di Bengkulu untuk bersama-sama membuat masterplan terkait rencana untuk mensukseskan Visit Bengkulu 2020 dengan berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat.

"Kita kumpulkan pengusaha di Bengkulu dan berkoordinasi dengan pemerintah membuat masterplan pariwisata Bengkulu yang memliki garis pantai panjang yang snagat berpotensi jika dikelola dengan baik," lanjut Bagas.

Menurut Bagas, peluang ini bisa ditangkap dan harus dikerjakan serius. Oleh karenanya sebuah masterplan yang lengkap dan mendetail sangat diperlukan untuk mempromosikan wisata Bengkulu termasuk terkait dengan perizinan.

"Kita memasarkan tapi kita tidak tahu apa yang dipasarkan, maka kita harus membuat masterplan yang detail terkait apa yang rencananya ingin dipasarkan sehingga arah dan tujuannya juga jelas dan bisa dicapai bersama," tutup Bagas.

Hal senada juga disampaikan oleh Senator DPD RI Dapil Bengkulu, Riri Damayanti. Menurutnya, selaku anggota Komite III, pihaknya sangat siap mendukung berbagai potensi pariwisata yang ada di Bengkulu untuk bangkit. Ia mengaku selama ini, pihaknya terus mensosialisasikan dan mempromosikan Bengkulu di kanca Nasional agar pemerintah pusat akan memperhatikan Bengkulu.
Riri berharap, para pelaku usaha atau pengusaha muda Bengkulu yang tergabung dalam HIPMI untuk dapat kompak dan bekerjasama dalam memajukan pariwisata Bengkulu.
“Harapan kita di Bengkulu, pengusaha-pengusaha muda di Bengkulu dapat duduk bersama, berdiskusi untuk saling mensuport supaya potensi pariwista di Bengkulu ini dapat ditingkatkan. Sehingga nantinya juga akan mempengaruhi perekomian masyarakat Bengkulu itu sendiri” pungkas Riri.

Ketua DPD HIPMI Bengkulu, Yuan Degama mengatakan, untuk mewujudkan pembangunan Provinsi Bengkulu dibutuhkan peran daerah termasuk Hipmi dalam rangka mensejahterakan masyarakat. Peran tersebut secara signifikan mampu mewujudkan Bengkulu menjadi daerah yang lebih sejahtera. Salah satu peran yang akan dilakukan Hipmi di Bengkulu adalah akan mulai terjun ke industri pariwisata mengingat potensi yang dimiliki sangat besar.

"Untuk mensejahterakan Bengkulu kita perlu peran dari semua pihak termasuk pemerintah daerah dan para pengusaha di Bengkulu harus bersinergi membangun industri pariwisata di Bengkulu," ungkap Yuan.
Sebagai pengusaha pejuang dan pejuang pengusaha, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) siap mengembangkan dan terjun ke industri pariwisata di Provinsi Bengkulu. Rencana tersebut akan segera direalisasikan dengan membuat masterplan program terkait pengembangan industri pariwisata Bengkulu.

HIPMI akan berperan secara aktif demi membangun Bengkulu yang sejahtera di semua lini sebab Bengkulu memiliki kekayaan alam yang melimpah ditambah sumber daya manusianya yang mumpuni untuk bisa memajukan Bengkulu.

"Bengkulu berpotensi besar untuk maju, Hipmi siap membangun Bengkulu dan bersatu memajukan Bengkulu salah satunya dunia pariwisatanya," sambung Yuan.

Seperti diketahui potensi pariwisata di Provinsi Bengkulu sangat besar mulai dari wisata alamnya hingga wisata sejarahnya. Seluruh potensi tersebut hingga saat ini belum ada yang mengelolahnya dengan baik, untuk itu para pengusaha di Bengkulu diajak untuk dapat besama-sama membangun pariwisata di Bengkulu.

"Kami yakin besarnya potensi pariwisata di Bengkulu nantinya akan mampu menarik banyak pengusaha untuk terjun di Industri ini," tutup Yuan.

Sementara itu, untuk menyongsong wonderful Bengkulu visit 2020, Pemda Provinsi Bengkulu terus mematangkan berbagai event menarik, baik yang bertaraf Lokal maupun Nasional. Seperti di tahun 2018, ada 50 event wisata yang rencananya akan digelar sepanjang tahun, mulai Februari hingga bulan Desember mendatang.
Asisten I Setda Provinsi Bengkulu Hamka Sabri mengatakan, pelaksanaan 50 event sepanjang tahun 2018 ini, merupakan bentuk komitmen Pemda Provinsi Bengkulu dalam upaya mendorong perekonomian masyarakat. Terlebih potensi alam, wisata, sejarah, budaya dan kuliner di Bengkulu yang dikenal dengan sebutan Bumi Rafflesia yang cukup potensial untuk dikembangkan.
“Ini Jadi kita tahun ini akan menggelar banyak event. Tujuannya untuk menarik wisatawan datang ke Bengkulu, sehingga perekonomian masyarakat bisa dapat meningkat,” jelas Hamka Sabri.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bengkulu, H Lierwan SE melalui Sekretaris, Yuliasti Mahryalita ST mengungkapkan, pihaknya mendukung rencana Hipmi terkait pengembangan dan rencana pembuatan masterplan untuk mengelola pariwisata Bengkulu seperti Pantai Panjang Bengkulu.

"Kawasan pantai Bengkulu sangat bagus dan kawasan ekonomi khusus kami mendukung pembuatan masterplan untuk mengelola sumberdaya alam di Provinsi Bengkulu seperti pantai," ujar Yuliasti.

Yuliasti menerangkan, kemajuan suatu daerah didorong oleh 3 sektor yaitu dari Pemerintah, Swasta dan masyarakat. Tiga sektor tersebut harus dapat mewujudkan keberhasilan Provinsi Bengkulu.

"Kita bahkan sudah bekerjasama di sektor agro dengan Bangka Belitung, perikanan dengan Jambi dan masih banyak lainnya. Jadi kami berharap semua pihak ikut mendukung rencana ini, termasuk Hipmi Bengkulu yang juga harus saling mensupport untuk kemajuan Bengkulu," pungkas Yuliasti.

Untuk memetakan waktu pelaksanaan event-event tersebut agar dapat berjalan selaras dan sukses, Pemda Provinsi Bengkulu telah membuat “Kalender Event 2018”, supaya masyarakat dapat mengetahui secara garis besar waktu pelaksanaanya bahkan masyarakat luar Bengkulu sehingga bisa mempersiapkan diri untuk menyaksikannya. (Frj)

Berikut Calender 0f Even 2018 Pemda Provinsi Bengkulu:

1.      Pesona Budaya Bumi Ratu Samban (Maret)
2.      Rejang Lebong Trial Adventure ( Maret)
3.      Festival Band se- Sumatera ( Juni)
4.      Enggano Fiesta ( Juni)
5.      Festival Bumi Rafflesia (Juli)
6.      Rally Rakit Tradisional (Juli)
7.      Festival Truly Rafflesia (Juli)
8.      Arung Jeram Sungai Manna (Agustus)
9.      Festival Bukit Barisan (September)
10.  Mountain Valley (3-9 September)
11.  Bencoolen Tabut Festival (11-21 September)
12.  Bukit Kandis Cross Country Festival (Oktober)
13.  Festival Pesisir Pantai Panjang Bengkulu (November)
14.  Karnaval kain Batik Besurek (November)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar