Buah
Apel (doc.net)
BENGKULU, SH - Tanaman obat merupakan
segala jenis tumbuh-tumbuhan yang mempunyai khasiat atau kegunaan sebagai obat.
Banyak bagian tumbuhan yang bisa digunakan
sebagai obat, diantaranya adalah bagian buahnya. Oleh karena itu, pentingnya
tanaman obat tersebut menuntut kita untuk perlu mempelajarinya dengan baik
sehingga dapat berdaya guna bagi kita dan orang banyak.
Seiring dengan perkembangan dunia
teknologi, semakin banyak pula tanaman obat tradisional yang telah membuktikan
khasiatnya secara laboratorium dan dijamin aman untuk dikonsumsi dan bisa
menyembuhkan penyakit tanpa menimbulkan efek samping.
Tanaman obat alami biasanya sangat
memiliki khasiat yang lebih ampuh dibandingkan dengan obat-obatan secara kimia.
Selain itu, juga tanaman obat lebih mudah didapat dan diolah dengan cara
tradisional yang lebih sederhana dan juga tidak memerlukan banyak biaya.
Kenyataan menunjukkan bahwa dengan
bantuan obat-obatan asal bahan alam tersebut, masyarakat saat ini dapat
mengatasi masalah-masalah kesehatan yang dihadapinya. Hal ini menunjukkan bahwa
obat yang berasal dari sumber bahan alam khususnya tanaman telah memperlihatkan
peranannya dalam penyelenggaraan upaya-upaya kesehatan masyarakat, contohnya
tanaman buah Apel yang kaya akan kandungan vitamin.
Buah apel kaya akan kandungan vitamin.
Beberapa vitamin yang terdapat dalam buah apel misalnya vitamin A, vitamin B1,
vitamin B2, vitamin B3, vitamin B5, vitamin B6, vitamin B9, vitamin C. Buah apel juga mengandung banyak mineral. Mineral
dalam buah apel antara lain kalsium, magnesium, potasium, zat besi, dan zinc.
Selain kandungan vitamin dan mineral, buah Apel juga mengandung fitokimia, yang merupakan
antioksidan untuk melawan radikal bebas yang berasal dari polusi atau
lingkungan sekitar. Zat ini berfungsi untuk menekan jumlah kolesterol jahat
(LDL) yang dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah. Fitokimia di dalam
apel akan berfungsi sebagal antioksidan yang melawan kolesterol jahat (LDL, Low
Density Lipoprotein), yang potensial menyumbat pembuluh darah. Antioksidan akan
mencegah kerusakan sel-sel atau jaringan pembuluh darah. Pada saat bersamaan,
antioksidan akan meningkatkan kolesterol baik (HDL, High Density Lipoprotein),
yang bermanfaat untuk mencegah penyakit jantung dan pembuluh darah.
Apel kaya akan serat, sehingga baik
untuk orang yang sedang dalam program diet. Hal ini disebabkan karena serat
yang tinggi sehingga mencegah lapar datang lebih cepat. Serat untuk mengurangi
lemak dan kolesterol Buah apel mengandung serat yang berguna mengikat lemak dan
kolesterol jahat dalam tubuh untuk selanjutnya dibuang.
Buah apel juga memiliki kandungan
tannin, yakni zat yang berfungsi membersihkan dan menyegarkan mulut, sehingga
dapat mencegah kerusakan gigi dan penyakit gusi. Di dalam buah apel terdapat baron yang berfungsi mempertahankan jumlah
estrogen dalam tubuh seorang wanita.
Salah satu kandungan buah apel yang baik
untuk menjegah penyakit adalah flavoid yang merupakan zat yang berfungsi
menurunkan risiko kanker. Asam
D-glucaric merupakan zat yang dapat menurunkan kadar kolesterol.
Selain itu, di dalam buah apel terdapat
Quercetin, merupakan zat yang dibutuhkan untuk meningkatkan kadar antioksidan
sehingga tubuh terasa lebih sehat dan mencegah berbagai penyakit. Buah apel
mengandung zat quercetin. Kulit apel memiliki aktivitas antioksidan dan
bioaktivitas yang lebih tinggi dari pada buah apel karena mengandung antisoksidan
yaitu quercetin.
Quercitin mempunyai aktivitas
antioksidan yang tinggi. Fungsinya adalah mencegah serangan radikal bebas
sehingga dapat melindungi tubuh dari kemungkinan serangan kanker. Selain itu,
antioksidan dapat mencegah oksidasi LDL sehingga proses aterosklerosis
(penyumbatan pembuluh darah) dapat dihindari. Efek proteksi apel untuk melawan
radikal bebas mencapai puncaknya tiga jam setelah dikonsumsi dan mulai menurun
setelah 24 jam.
Selanjutnya, Asam tartar yang dapat
menyehatkan saluran pencernaan, karena zat ini mampu membunuh bakteri yang ada
dalam saluran pencernaan.
Untuk diketahui, sejak dahulu, buah Apel telah terbukti bermanfaat untuk wanita usia
menopause. Menurut penelitian US Apple
Association pada tahun 1992, diberitakan bahwa buah apel mengandung boron
yang membantu tubuh wanita mempertahankan kadar estrogen pada saat menopause.
Gangguan penyakit pada saat menopause, seperti ancaman penyakit jantung dan
kekeroposan tulang karena kurangnya hormon estrogen, bisa dicegah dengan boron
yang terkandung dalam apel.
Kalium merupakan mineral yang berfungsi
meningkatkan keteraturan denyut jantung, mengaktifkan kontraksi otot, mengatur
pengiriman zat gizi ke sel-sel, mengendalikan keseimbangan cairan dalam
jaringan dan sel tubuh, serta membantu mengatur tekanan darah.
Penelitian yang dilakukan oleh pakar
dari Universitas California di San Diego, Amerika Serikat, menunjukkan, satu
porsi buah yang banyak mengandung kalium dalam sehari, mampu menurunkan risiko
terkena stroke (serangan otak) hingga 40%. Riset tersebut diterapkan pada
sekira 800 pria dan wanita yang berumur 50 tahun keatas, yaitu usia risiko
tinggi untuk terkena serangan otak. Ternyata, konsumsi kalium konsentrasi
tinggi lewat makanan bisa mengurangi tekanan darah, sehingga peluang terjadinya
stroke menurun. Apel terutama yang berwarna merah, tergolong memiliki kandungan
kalium cukup tinggi kalium. Setiap 100 gram bagian apel merah yang dapat
dimakan terdapat kandungan sekira 203 mg kalium.(Frj)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar