Minggu, 25 Maret 2018

Lazismu Komitmen Bantu Pemerintah Entaskan Kemiskinan


// Melalui Zakat, Infak, Dan Sedekah
Ketua LazisMu Bengkulu, Amrullah Boerman berbagi.(Doc:net)

BENGKULU, SH - Lazis Muhammadiyah (LazisMu) Bengkulu berkomitmen untuk mengentaskan kemiskinan di Bengkulu sekaligus membantu Pemerintah Daerah melalui zakat, berinfak dan bersedekah. LazizMu bahkan melaksanakan program pembinaan UMKM untuk Fakir dan Muallaf guna mewujudkan komitmen tersebut.

Ketua LazisMu Bengkulu, Amrullah Boerman mengatakan, pihaknya berupaya maksimal agar bisa menggugah masyarakat untuk berzakat, berinfak dan bersedekah sehingga bisa ikut mensukseskan komitmen mereka untuk membantu pemerintah mengentaskan kemiskinan.

"Kami ingin semua masyarakat bisa tergugah untuk mensedekahkan sedikit hartanya untuk kesejahteraan umat," ujar Amrullah Rabu pagi (21/3/18).

Pihaknya mengaku selama ini terus melakukan bersinkronisasi dengan berbagai media di kota Bengkulu untuk memperkuat silahturahmi antara LazisMu dengan media dan melakukan branding ke Masyarakat agar masyarakat percaya kepada LazisMu dan dengan sukarela ikut berzakat, berinfak dan bersedekah.

"Kepercayaan masyarakat adalah modal utama kami untuk mensukseskan komitmen kami dalam membantu pemerintah daerah mengatasi masalah kemiskinan di Bengkulu," lanjut Amrullah.

LazisMu Bengkulu di 2018 ini berencana akan melakukan program yang benar-benar menyentuh masyarakat terutama delapan asnaf mulai dari Fakir (al Fuqara), Miskin (al-Masakin), Amil, Muallaf, Riqab, Gharimin, Fisabilillah, dan Ibnus Sabil.
"Visi kami adalah Mustahik (Penerima zakat) menjadi Muzzaki (pemberi zakat) yaitu dengan berusaha mengentaskan kemiskinan di Bengkulu sekaligus membantu Pemerintah Daerah mensejahterakan masyarakat," sambung Amrullah.

Tak hanya itu, di 2018 ini LazisMu juga memiliki Program pembinaan UMKM untuk Fakir dan Muallaf. Untuk UMKM LazisMu dampingi dan berikan dana untuk modal usaha kemudian hasil pendapatannya bisa digunakan untuk membayar zakat.

"Kita berikan gerobak dan peralatannya untuk UMKM dan sekarang mereka sudah bisa berinfak," jelas Amrullah.

Di Bengkulu LazisMu menargetkan 10 sampai 20 UMKM yang akan didampingi dan dilakukan pembinaan. Target tersebut jika terpenuhi maka bisa dikatakan sudah cukup baik, kalau dalam satu tahun ini sudah tercapai maka perannya terhadap Pemerintah dan ekonomi melalui zakat infak dan shodakoh semakin lebih baik lagi.

"Kami menargetkan setidaknya 20 UMKM akan dibina di taun ini yang diharapan bisa membawa kemajuan ekonomi bagi msayarakat," lanjut amrullah.

Tak hanya itu, LazizMu juga akan mengadakan program Bedah Rumah Fakir Miskin yang juga akan ditargetkan pada tahun ini. Selain itu, dalam pengumpulan zakat infak dan sedekah menggunakan program Filantropi keluarga seperti celengan keluarga khusus zakat infak dan sedekah.

"Berbagai program kita rencanakan seperti bedah rumah, celengan infak, serta menyasar ke CSR perusahaan serta beberapa instansi perusahaan lainnya dalam pengumpulan zakat infak dan sedekah," tutur Amrullah.

Adapun target Zakat yang diharapkan LazisMu pada Rakornas yaitu mencapai Rp 5 Miliar, salah satunya dengan menginput seluruh amal usaha muhammadiyah agar bisa terinput dan terlaporkan karena selama ini tidak pernah terlaporkan.
"Padahal selama ini mungkin bisa lebih dari Rp. 1 miliar dari zakat, namun masih belum semuanya terlaporkan," sambung Amrullah.

Kedepan LazisMu dengan lembaga zakat ini, Muhammadiyah sebagai induk bisa mewujudkan visi dan misi orang-orang dalam membantu masyarakat yang kurang mampu atau miskin

"Kita berharap dengan adanya LazisMu masyarakat bisa lebih sadar untuk membayar zakat, berinfak ataupun sedekah untuk memajukan ekonomi masyarakat Bengkulu," tutup Amrullah.(Frj)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar