Kepala Bank Indonesia ( BI) Perwakilan Bengkulu, Endang
Kurnia Saputra
BENGKULU, SH - Kepala Bank Indonesia ( BI)
Perwakilan Bengkulu, Endang Kurnia Saputra mengatakan, sepanjang 2018 terdapat
beberapa usaha yang menjanjikan di Bengkulu, khususnya di kota. Pada 2018 ada
banyak sektor usaha yang menjanjikan seperti geliat pariwisata yang terus
membaik," kata Endang, Rabu pagi
(21/3/18).
Endang menjelaskan,
sepanjang 2018 akan ada banyak even, rapat-rapat bertaraf nasional yang
dilakukan oleh kementerian di Bengkulu. Menurutnya Bank Indonesia (BI)
memungkinkan menggelar Rakor Nasionalnya di Bengkulu. Untuk itu, menurutnya
Bengkulu harus menyediakan akomodasi seperti penginapan dan perhotelan.
Hingga saat ini, Bengkulu
baru memiliki dua hotel berbintang namun belum bintang empat. Hotel dengan
pelayanan terbaik untuk kelas menengah ke atas memang masih terbatas.
"Itu untuk kalangan
menengah atas lalu akan ada turunannya yang dapat menyentuh kelompok rakyat
banyak," jelas Endang.
Endang menambahkan, dengan
tingginya aktivitas wisata dan kegiatan-kegiatan pemerintah nasional dan daerah
di Bengkulu maka akan berimbas pada usaha kecil menengah masyarakat. Untuk
diketahui, prediksi Kementerian Pariwisata sendiri, pada 2018 ini, akan terjadi
lonjakan kunjungan wisatawan di Bengkulu. Maka dari itu bisnis di bidang jasa
kepariwisataan dan penunjuangnya akan sangat menjanjikan.
"Bisnis kerajinan
seperti batik besurek, kuliner, dan yang berhubungan dengan wisata sangat
menguntumgkan di 2018," lanjut Endang.
Selama ini industri kreatif
dan kuliner penunjang pariwisata sudah berjalan di Bengkulu namun belum dikenal
secara besar-besaran. Bengkulu
harus konsisten dan berani mempromosikan potensi industri kreatifnya seperti
batik, kuliner, jeruk kalamansi dan lainnya. Sementara dari sisi industri dan pertanian
sepanjang 2018 petani kelapa sawit dan pelaku usaha perkelapasawitan
mendapatkan kabar gembira.
Meski kelapa sawit terus
dikritik Uni Eropa namun permintaan tetap tinggi termasuk dari Eropa sendiri.
Sementara di Asia permintaan terbesar CPO berasal dari China. Dengan terus
tingginya permintaan minyak sawit maka harga di tingkat petani juga akan ikut
naik. Di tengah pelambatan ekonomi dunia namun kenaikan harga CPO akan menjadi
kabar baik untuk petani dan industri sawit. Sementara itu pertumbuhan
perekonomian Bengkulu juga diprediksi membaik menyusul membaiknya manajemen
kepelabuhan dan meningkatnya ekspor dari pelabuhan.
"Pelabuhan Pulau Baai
mulai baik dari sisi manajemen menyusul adanya terminal curah CPO,"
sambung Endang.
Kabar baik berikutnya adalah
mulai beroperasinya Pertamina Geothermal Energy (PGE) di Bengkulu.
Beroperasinya PGE ini akan dapat menambah suplai kebutuhan listrik di Bengkulu.
Laju perekonomian dipastikan akan menggeliat di sekitar aktifiyas PGE serta
meningkatnya harga tanah dan juga aktivitas ekonomi lainnya. BI menyatakan
pertumbuhan ekonomi Bengkulu pada 2017 naik, investasi bertambah, inflasi
turun. Daya beli seperti melemah namun masyarakat menabung untuk kebutuhan
sekolah anak-anak. (frj)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar