//SASAR PASAR INTERNASIONAL
Kepala BI Provinsi Bengkulu, Endang Kurnia Saputra
BENGKULU, SH - Bank
Indonesia (BI) akan menjadikan kopi Kepahiang sebagai proyek binaan BI pada
tahun 2018 ini. Hal ini menyusul Kepahiang yang merupakan penghasil kopi
terbesar di Provinsi Bengkulu dengan krakteristik rasa yang khas dan sudah
mulai dikenal di Indonesia bahkan diharapkan bisa menembus pasar global.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Bengkulu,
Endang Kurnia Saputra mengatakan, kopi Kepahiang termasuk kopi yang memiliki
krakteristik rasa tersendiri, hanya saja belum diperkenalkan secara luas.
"Kopi robusta Kepahiang memiliki ciri
dan aroma tersendiri, hanya saja promosinya masih kurang," ujar Endang,
Kamis siang (8/3/18).
Endang menilai, saat ini sangat diperlukan
upaya pemerintah untuk mengenalkan kopi Robusta ini ke pasaran global agar
semakin dikenal dan bisa menjadi salah satu komoditas unggulan Bengkulu.
"Saat ini pemerintah sedang
gencar-gencarnya melirik sektor ekonomi baru yang bisa dikembangkan untuk
meningkatkan perekonomian Indonesia masa depan, Kopi Robusta Kepahiang ini
salah satu yang memiliki potensi," sambung Endang.
BI menilai Kopi Robusta Kepahiang merupakan
kopi alternatif ekonomi baru yang bisa dikembangkan pada pasar global. Pihaknya
juga optimis sektor pertanian bisa mendobrak ekonomi baru Indonesia.
"Kami akan jadikan kopi Robusta
Kepahiang Go internasional dan
menjadi salah satu komoditas penopang ekonomi," lanjut Endang.
Saat ini, pihak BI menerangkan akan melakukan
kajian bersama tim untuk memasukan Kopi Robusta Kepahiang sebagai kadidat pilot
projek binaan Bank Indonesia di tahun 2018 mendatang karena segudang potensi
yang dimilikinya.
"Kmai mulai melirik kopi Kepahiang
sebagai komoditas unggulan karenanya kami akan melakukan pembinaan dan
pelatihan kepada para petani kopi agar bisa mengasilkan produk unggulan yang
berkualitas," tutur Endang.
Endang mengharapkan, kopi Kepahiang yang
digadang-gadang bisa menjadi komoditas ungulan ini akan segera terwujud setelah
dilakukan pembinaan dan berbagai pelatihan dari BI untuk para petani.
"Kita sama-sama berharap rencana ini
sukses hingga dimasa mendatang kopi Kepahiang bisa go internasional sekaligus
menjadi penopang ekonomi Indonesia khususnya BEngkulu," tutup Endang.
Sementara itu, Ketua Badan Pimpinan Daerah
(BPD) Asosiasi Eksportir dan Kopi Indonesia (AEKI) Bengkulu, Bebby Hussy
mengatakan, hampir 24.800 Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Kepahiang
menggantungkan hidupnya dari kopi.
"Kami berharap ada kerjasama dari Bank
Indonesia dalam melakukan pembinaan, dan memasukan kopi kepahiang sebagai
binaan BI," ujar Bebby.
Pihaknya juga meminta Pemerintah Kabupaten
(Pemkab) Kepahiang berkomitmen akan selalu melakukan promosi Kopi Robusta
Kepahiang menjadi Kopi unggulan dimana Kopi Kepahiang ini akan menjadi solusi
perkopian nasional bahkan internasional.
"Kita sama-sama berharap kopi Kepahiang
akan semakin dikenal dan menjadi komoditas unggulan untuk memenuhi permintaan
pasar nasional bahkan mancanegara," tutup Bebby.(Frj)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar