Senin, 12 Maret 2018

Kopi Kepahiang Masuk Daftar Binaan BI


//SASAR PASAR INTERNASIONAL
Kepala BI Provinsi Bengkulu, Endang Kurnia Saputra

BENGKULU, SH - Bank Indonesia (BI) akan menjadikan kopi Kepahiang sebagai proyek binaan BI pada tahun 2018 ini. Hal ini menyusul Kepahiang yang merupakan penghasil kopi terbesar di Provinsi Bengkulu dengan krakteristik rasa yang khas dan sudah mulai dikenal di Indonesia bahkan diharapkan bisa menembus pasar global.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Bengkulu, Endang Kurnia Saputra mengatakan, kopi Kepahiang termasuk kopi yang memiliki krakteristik rasa tersendiri, hanya saja belum diperkenalkan secara luas.

"Kopi robusta Kepahiang memiliki ciri dan aroma tersendiri, hanya saja promosinya masih kurang," ujar Endang, Kamis siang (8/3/18).

Endang menilai, saat ini sangat diperlukan upaya pemerintah untuk mengenalkan kopi Robusta ini ke pasaran global agar semakin dikenal dan bisa menjadi salah satu komoditas unggulan Bengkulu.

"Saat ini pemerintah sedang gencar-gencarnya melirik sektor ekonomi baru yang bisa dikembangkan untuk meningkatkan perekonomian Indonesia masa depan, Kopi Robusta Kepahiang ini salah satu yang memiliki potensi," sambung Endang.

BI menilai Kopi Robusta Kepahiang merupakan kopi alternatif ekonomi baru yang bisa dikembangkan pada pasar global. Pihaknya juga optimis sektor pertanian bisa mendobrak ekonomi baru Indonesia.

"Kami akan jadikan kopi Robusta Kepahiang Go internasional dan menjadi salah satu komoditas penopang ekonomi," lanjut Endang.

Saat ini, pihak BI menerangkan akan melakukan kajian bersama tim untuk memasukan Kopi Robusta Kepahiang sebagai kadidat pilot projek binaan Bank Indonesia di tahun 2018 mendatang karena segudang potensi yang dimilikinya.

"Kmai mulai melirik kopi Kepahiang sebagai komoditas unggulan karenanya kami akan melakukan pembinaan dan pelatihan kepada para petani kopi agar bisa mengasilkan produk unggulan yang berkualitas," tutur Endang.

Endang mengharapkan, kopi Kepahiang yang digadang-gadang bisa menjadi komoditas ungulan ini akan segera terwujud setelah dilakukan pembinaan dan berbagai pelatihan dari BI untuk para petani.

"Kita sama-sama berharap rencana ini sukses hingga dimasa mendatang kopi Kepahiang bisa go internasional sekaligus menjadi penopang ekonomi Indonesia khususnya BEngkulu," tutup Endang.

Sementara itu, Ketua Badan Pimpinan Daerah (BPD) Asosiasi Eksportir dan Kopi Indonesia (AEKI) Bengkulu, Bebby Hussy mengatakan, hampir 24.800 Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Kepahiang menggantungkan hidupnya dari kopi.

"Kami berharap ada kerjasama dari Bank Indonesia dalam melakukan pembinaan, dan memasukan kopi kepahiang sebagai binaan BI," ujar Bebby.

Pihaknya juga meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang berkomitmen akan selalu melakukan promosi Kopi Robusta Kepahiang menjadi Kopi unggulan dimana Kopi Kepahiang ini akan menjadi solusi perkopian nasional bahkan internasional.

"Kita sama-sama berharap kopi Kepahiang akan semakin dikenal dan menjadi komoditas unggulan untuk memenuhi permintaan pasar nasional bahkan mancanegara," tutup Bebby.(Frj)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar