Foto bersama di KRI
Kurau ketika mendarat di perairan Pulau Baai Bengkulu.
BENGKULU,SH
– Pukat harimau atau disebut trawl ditanggapi serius Pemerintah Pusat dan
TNI Angkatan Laut (AL) dengan menyiagakan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI)
Kurau-856 untuk memantau penuh seluruh aktifitas di perairan Bengkulu. KRI
Kurau yang berada dibawah pembinaan Satuan Patroli (Satrol) Komando Armada RI
Kawasan Barat (Koarmabar) Sumatera Barat ini akan mulai melaksanakan patroli di
lautan Bengkulu guna mengantisipasi konflik antara nelayan trawl dan nelayan
tradisional Bengkulu yang belakangan ini semakin memanas.
KRI Kurau tiba dan
mulai beroperasi di perairan Bengkulu ditandai dengan penyambutan yang langsung
dilakukan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Novian Andusti, dan gelaran
Cofee Morning di kawasan Pulau Baai.
Perlu diketahui, KRI
Kurau memiliki daya jangkau 1632 nautical mile (setara 8.022 km) dan memiliki
kecepatan jelajah sampai 18 knot. Kapal ini memiliki lebar 7,90 meter, panjang
44,95 meter dan tinggi tengah kapal 4,25 meter serta berbobot kurang lebih 200
ton.
“Mulai saat ini, KRI
Kurau akan rutin beroperasi di perairan Bengkulu untuk membasmi segala
aktifitas Ilegal dilautan. Termasuk mencegah terjadinya konflik atau bentrok
dilaut antara dua kubu nelayan Bengkulu yaitu Nelayan Trawl dan Nelayan Tradisional,”
ujar Kepala Dinas Kelautan Provinsi Bengkulu, Ivan Syamsurizal .
Sementara itu,
informasi berhasil dihimpun, berpatrolinya KRI Kurau di perairan Bengkulu
lantaran adanya keterbatasan kemampuan Kapal patroli di Bengkulu untuk memantau
nelayan trawl yang masih beroperasi pada jarak 12 mil keluar perairan Bengkulu.
“Kami diperintahkan
mengamankan nelayan yang masih beroperasi menggunakan trawl. Mengingat
penggunaan trawl sudah lama dilarang dan tidak diperbolehkan lagi. Kami akan
beroperasi selama seminggu kedepan. KRI Kurau sendiri dilengkapi dengan 35 awak
kapal dari prajurit dan perwira TNI AL. Kami sangat berkeinginan agar Perairan
Bengkulu bebas dari aktifitas penggunaan Trawl,” singkat Komandan KRI Kurau
856, Mayor Avissema Herlambang. (Vvy)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar