Senin, 19 Maret 2018

Konflik Pukat Harimau, TNI AL Siap Siaga


Foto bersama di KRI Kurau ketika mendarat di perairan Pulau Baai Bengkulu. 


BENGKULU,SH – Pukat harimau atau  disebut trawl ditanggapi serius Pemerintah Pusat dan TNI Angkatan Laut (AL) dengan menyiagakan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Kurau-856 untuk memantau penuh seluruh aktifitas di perairan Bengkulu. KRI Kurau yang berada dibawah pembinaan Satuan Patroli (Satrol) Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) Sumatera Barat ini akan mulai melaksanakan patroli di lautan Bengkulu guna mengantisipasi konflik antara nelayan trawl dan nelayan tradisional Bengkulu yang belakangan ini semakin memanas.

KRI Kurau tiba dan mulai beroperasi di perairan Bengkulu ditandai dengan penyambutan yang langsung dilakukan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Novian Andusti, dan gelaran Cofee Morning di kawasan Pulau Baai.

Perlu diketahui, KRI Kurau memiliki daya jangkau 1632 nautical mile (setara 8.022 km) dan memiliki kecepatan jelajah sampai 18 knot. Kapal ini memiliki lebar 7,90 meter, panjang 44,95 meter dan tinggi tengah kapal 4,25 meter serta berbobot kurang lebih 200 ton.

“Mulai saat ini, KRI Kurau akan rutin beroperasi di perairan Bengkulu untuk membasmi segala aktifitas Ilegal dilautan. Termasuk mencegah terjadinya konflik atau bentrok dilaut antara dua kubu nelayan Bengkulu yaitu Nelayan Trawl dan Nelayan Tradisional,” ujar Kepala Dinas Kelautan Provinsi Bengkulu, Ivan Syamsurizal .

Sementara itu, informasi berhasil dihimpun, berpatrolinya KRI Kurau di perairan Bengkulu lantaran adanya keterbatasan kemampuan Kapal patroli di Bengkulu untuk memantau nelayan trawl yang masih beroperasi pada jarak 12 mil keluar perairan Bengkulu.

“Kami diperintahkan mengamankan nelayan yang masih beroperasi menggunakan trawl. Mengingat penggunaan trawl sudah lama dilarang dan tidak diperbolehkan lagi. Kami akan beroperasi selama seminggu kedepan. KRI Kurau sendiri dilengkapi dengan 35 awak kapal dari prajurit dan perwira TNI AL. Kami sangat berkeinginan agar Perairan Bengkulu bebas dari aktifitas penggunaan Trawl,” singkat Komandan KRI Kurau 856, Mayor Avissema Herlambang. (Vvy) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar