Senin, 19 Maret 2018

KKP Dorong Nelayan Ekspor Hasil Tangkapan


BENGKULU, SH - Bengkulu memiliki potensi kekayaan laut yang besar, terutama ikan. Menanggapi hal tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berupaya untuk memfasilitasi nelayan dengan mendorong ekspor serta membangun beberapa unit pengelolaan ikan dengan standar nasional dan internasional.

Kepala SKIPM Bengkulu, Ardinan Pribadi, MPi, mengatakan, pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan siap memfasilitasi berbagai keperluan masyarakat hingga mampu menjadi penopang ekonomi masyarakat.

"Kami memfasilitasi nelayan agar mereka bisa lancar berjualan dan mendorong ekspor dan membentuk beberapa unit pengelolaan ikan yang berstandar nasional dan internasional," ujar Ardinan senin siang (13/3/18).

Selama ini, komoditas ekspor Provinsi Bengkulu adalah Lobster, Ikan Kerapu, Kakap Merah, Bawal Putih dan Produk komoditas laut Bengkulu. Berdasarkan data yang dilaporkan melalui Kantor Karantina, Ekspor ikan beku sekitar 80 sampai 90 ton pertahun jenisnya ikan bawal, Kakap dan Lobster.

"Potensi laut kita sangat besar dan kaya, jadi kita harus manfaatkan untuk mendorong ekspr yang lebih besar," lanjut Ardinan.

Ardinan juga menerangkan, Potensi Perikanan di Bengkulu sangat potensial seperti Lobster, Ikan tenggiri, Kakap Kerapu Cumi dan Udang. Namun sayangnya komoditas ini masih di antar dari Area seperti Jakarta dan Serang Banten.

"Kami berharap beberapa komoditas unggulan ini bisa di Ekspor langsung," sambung Ardinan..

Untuk itu, seua pihak harus menjaga sistem mutu HACCP dari KKI yang kemudian baru bisa dipasarkan dan didukung Pelindo serta Pemprov agar rencana Pulau Baii yang akan dijadikan KEK dan Pelabuhan Internasional agar ekspor berjalan lancar.

"Rencana kita sejalan dengan rencna pemerintah dengan pengembangan pelabuahna Pulau Baai yang akan memperlancar proses ekspor," tutur Ardinan.

Adapun proses untuk mendapatkan Sertifikat HACCP, para pengusaha harus memiliki SKP surat kelayakan Perikanan dari DKP Provinsi. Setelah SKP keluar ditingkatkan untuk menuju sertifikat HACcP. "Grade C untuk Asia Tenggara dan Negara Nonmitra, Grade B China dan Hongkong Amerika Serikat, Grade A untuk Unieropa. Kita bisa langsung ekspor kalau ada HACCP," lanjut Ardinan.

Di Bengkulu sendiri, kualitas ikan memang cukup bagus. Tetapi sayangnya banyak dikirim dari Jakarta, Serang, Sibolga, Dumai Pekan Baru riau kemudian diekspor ke luar negeri. kenapa ikannya tidak langsung dari Bengkulu.

"Bengkulu berpotensi untuk memiliki pengekspor kurang lebih 4 sampai 6 Pengusaha, Pengusaha Domestik 10 sampai 15. Adanya ekspor langsung dari Bengkulu akan membuat pertumbuhan ekonomi Bengkulu semakin maju," tukas Ardinan.

Semenatra itu, Kepala DKP Provinsi Bengkulu, Ivan Syamsurizal ST mengatakan pihaknya mendukung kemajuan  Bengkulu dari sektor kelautan mengingat potensi laut Bengkulu sangat baik dan besar.

"Kita memiliki potensi laut yang luar bisa dan emamng harus kita manfaatkan bersama," ujar Ivan.
Tak hanya itu, Ivan juga mengatakan pihaknya juga siap menssuport kepada para nelayan yang ingin menjual hasil tangkapannya hingga ke luar daerah bahkan membantu berbagai keperluan untuk melakukan espor.

"Kami dukung penuh bagi nelayan yang ingin berkembang dengan melakukan ekspor ke berbagai negara untuk memajukan ekonominya dan ekonomi Bengkulu," tutup Ivan.(Frj)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar