BENGKULU, SH -
Bengkulu memiliki potensi kekayaan laut yang besar, terutama ikan. Menanggapi
hal tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berupaya untuk
memfasilitasi nelayan dengan mendorong ekspor serta membangun beberapa unit
pengelolaan ikan dengan standar nasional dan internasional.
Kepala SKIPM Bengkulu, Ardinan Pribadi, MPi, mengatakan,
pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan siap memfasilitasi berbagai keperluan
masyarakat hingga mampu menjadi penopang ekonomi masyarakat.
"Kami memfasilitasi nelayan agar mereka bisa lancar
berjualan dan mendorong ekspor dan membentuk beberapa unit pengelolaan ikan
yang berstandar nasional dan internasional," ujar Ardinan senin siang
(13/3/18).
Selama ini, komoditas ekspor Provinsi Bengkulu adalah
Lobster, Ikan Kerapu, Kakap Merah, Bawal Putih dan Produk komoditas laut
Bengkulu. Berdasarkan data yang dilaporkan melalui Kantor Karantina, Ekspor
ikan beku sekitar 80 sampai 90 ton pertahun jenisnya ikan bawal, Kakap dan
Lobster.
"Potensi laut kita sangat besar dan kaya, jadi kita
harus manfaatkan untuk mendorong ekspr yang lebih besar," lanjut Ardinan.
Ardinan juga menerangkan, Potensi Perikanan di Bengkulu
sangat potensial seperti Lobster, Ikan tenggiri, Kakap Kerapu Cumi dan Udang.
Namun sayangnya komoditas ini masih di antar dari Area seperti Jakarta dan
Serang Banten.
"Kami berharap beberapa komoditas unggulan ini bisa di
Ekspor langsung," sambung Ardinan..
Untuk itu, seua pihak harus menjaga sistem mutu HACCP dari
KKI yang kemudian baru bisa dipasarkan dan didukung Pelindo serta Pemprov agar
rencana Pulau Baii yang akan dijadikan KEK dan Pelabuhan Internasional agar
ekspor berjalan lancar.
"Rencana kita sejalan dengan rencna pemerintah dengan
pengembangan pelabuahna Pulau Baai yang akan memperlancar proses ekspor,"
tutur Ardinan.
Adapun proses untuk mendapatkan Sertifikat HACCP, para
pengusaha harus memiliki SKP surat kelayakan Perikanan dari DKP Provinsi.
Setelah SKP keluar ditingkatkan untuk menuju sertifikat HACcP. "Grade C
untuk Asia Tenggara dan Negara Nonmitra, Grade B China dan Hongkong Amerika
Serikat, Grade A untuk Unieropa. Kita bisa langsung ekspor kalau ada
HACCP," lanjut Ardinan.
Di Bengkulu sendiri, kualitas ikan memang cukup bagus.
Tetapi sayangnya banyak dikirim dari Jakarta, Serang, Sibolga, Dumai Pekan Baru
riau kemudian diekspor ke luar negeri. kenapa ikannya tidak langsung dari
Bengkulu.
"Bengkulu berpotensi untuk memiliki pengekspor kurang
lebih 4 sampai 6 Pengusaha, Pengusaha Domestik 10 sampai 15. Adanya ekspor
langsung dari Bengkulu akan membuat pertumbuhan ekonomi Bengkulu semakin
maju," tukas Ardinan.
Semenatra itu, Kepala DKP Provinsi Bengkulu, Ivan
Syamsurizal ST mengatakan pihaknya mendukung kemajuan Bengkulu dari sektor kelautan mengingat
potensi laut Bengkulu sangat baik dan besar.
"Kita memiliki potensi laut yang luar bisa dan emamng
harus kita manfaatkan bersama," ujar Ivan.
Tak hanya itu, Ivan juga mengatakan pihaknya juga siap
menssuport kepada para nelayan yang ingin menjual hasil tangkapannya hingga ke
luar daerah bahkan membantu berbagai keperluan untuk melakukan espor.
"Kami dukung penuh bagi nelayan yang ingin berkembang
dengan melakukan ekspor ke berbagai negara untuk memajukan ekonominya dan
ekonomi Bengkulu," tutup Ivan.(Frj)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar