//Bentuk Gerakan Memakmurkan Bengkulu
Berbagai hasil kerajinan industri kreatif dijual di
sentral oleh-oleh khas Bengkulu di Jalan Anggut Atas,
Kota Bengkulu
BENGKULU, SH - Himpunan
Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) terus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di
Bengkulu agar terus dikelola maksimal dan dapat menopang perekonomian Bengkulu.
Untuk itu, HIPMI membentuk "Gerakan Memakmurkan Bengkulu" dengan
komitmen ingin mengangkat industri kreatif Bengkulu agar memiliki value dan
marketable melalui lahirnya para entrepreneur-entrepreneur muda.
Ketua DPD HIPMI Bengkulu, Yuan Degama
mengungkapkan, Bengkulu merupakan salah satu kota destinasi pariwisata yang
memiliki potensi industri kreatif cukup besar. Namun sayangnya segala potensi
tersebut belum mampu menopang perekonomian Bengkulu.
"Potensi industri kreatif Bengkulu
sangat besar, hanya saja pengelolaannnya tidak tepat dan tidak maksimal,"
ujar Yuan jumat pagi (9/3/18)
Ekonomi kreatif di Bengkulu saat ini memang
belum dikelola secara maksimal, akibatnya Bengkulu masih mengalami kemunduran
dibanding dengan daerah-daerah lain di Sumatera. Padahal, apabila dikelola
secara tepat, dan konsisten bisa menjadi sumber kekuatan baru bagi pertumbuhan
ekonomi.
"Jika dikeola dengan baik potensi
industri kreatif di Bengkulu bisa membawa kesejahteraan bagi masyarakatnya,"
lanjut Yuan.
Guna memaksimalkan potensi tersebut, Hipmi
merespon lewat "Gerakan Memakmurkan Bengkulu" dan berkomitmen ingin
mengangkat industri kreatif Bengkulu agar memiliki value dan marketable untuk
lahirnya entrepreneur muda di Bengkulu.
"Kami berkomitmen melahirkan para
entrepreneur muda yang bukan hanya mampu menghasilkan kreasi namun juga cermat
dalam menangkap peluang pasar yang mendatangkan keuntungan dan bernilai ekonomi
tinggi," sambung Yuan.
Ada faktor yang menjadi penghambat ekonomi
kreatif di Bengkulu. Pertama, banyak dari generasi muda di Bengkulu belum
memiliki kesadaran untuk berwirausaha dan masih terpaku menjadi karyawan, atau
berpikir untuk urbanisasi ke Jakarta dan kota-kota besar lainnya di Jakarta.
"Padahal, banyak anak- anak muda di
Bengkulu yang mahir membuat kerajinan batik, kerajinan ukiran, kerajinan kerang
dan lain-lain sebagai hasil warisan turun-temurun namun tidak
dimanfaatkan," tutur Yuan.
Kebanyakan generasi muda belum memiliki jiwa
ekonomi yang kuat. Dipikirannya hanya ingin mencari pekerjaan dengan gaji cukup
untuk membiayai kebutuhan hidup sehari-hari. Nah, Hal inilah yang menjadi
penghambat terbesar.
"Melalui gerakan ini kami ingin mencoba
mengubah mindset mereka, dan mendidik mereka untuk memiliki jiwa entrepreneur
yang tangguh dan kreatif," lanjut Yuan.
Akses permodalan juga menjadi faktor
penghambat terbesar. Ongkos produksi barang-barang kerjaninan memang tidak
murah, terlebih bagi pengusaha-pengusaha kecil menengah atau yang baru merintis
usaha.
"Tak jarang para pengusaha kecil harus
berhenti di tengah jalan karena kehabisan modal, sementara industri kerajinan
kelas kakap semakin mendominasi pasar. Permasalahan modal terus menjadi momok
bagi mereka," terang Yuan.
Sayangnya, persoalan semacam ini belum mampu
diatasi pemerintah. Untuk itu, Yuan mengatakan, Hipmi ingin mendorong
terbentuknya sebuah regulasi pembiayaan permodalan dengan bunga rendah dan
akses cepat bagi para pelaku usaha kreatif di Bengkulu.
"Salah satu caranya adalah bagaimana kita
bisa menyediakan akses permodalan yang murah dan bisa dimanfaatkan para pelaku
usaha untuk mengembangkan usahanya dan bisa membuat perekonomiannya menjadi
lebih baik," tutup Yuan.
Sementara itu, Salah satu pengerajin Industri
Kreatif di Kota Bengkulu, Fajri (38) mengatakan, pihaknya menilai memang
industri kreatif di Bengkulu belum begitu dikenalkan ke luar, sehingga tak
banyak yang melirik Bengkulu padahal industri kreatif juga salah satu pendorong
kemajuan pariwisata Bengkulu.
"Pasarnya masih lokal, sehingga produk
kerajinan Bengkulu belum dilirik sehingga industri kreatif tidak
berkembang," tutur Fajri.
Terakhir Fajri mengharapkan pemerintah lebih
memperhatikan nasibnya dan para pengrajin lainnya dan bisa mencarikan solusi
terkait pengembangan industri kreatif Bengkulu agar semakin dikenal.
"Kami harap pemerintah memiliki solusi
untuk masalah ini agar kami para pengrajin bisa terus menggantungkan kebutuhan
ekonomi dari industri kreatif ini," pungkas Fajri.(Frj)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar