//Tambah Aliran Dana dan Kebutuhan Ekspansi
Kepala Kantor BEI Provinsi Bengkulu, Bayu Saputra saat
menyampaikan materi tentang pentingnya perusahaan untuk Go Public
BENGKULU, SH - Bursa
Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Bengkulu berupaya untuk terus mendorong
perusahaan di Provinsi Bengkulu untuk melakukan "Go Public". Go Public sangat baik bagi perusahaan untuk
menambah aliran dana terutama untuk kebutuhan ekspansi bahkan hanya dengan
nilai tangible asset hanya Rp. 5
miliar perusahaan tersebut sudah bisa melakukan penawaran saham perdana.
Kepala Kantor BEI Provinsi Bengkulu, Bayu
Saputra mengungkapkan, pihak BEI terus mendorong perusahaan di Provinsi
Bengkulu untuk melakukan "go public" atau menawarkan sebagian
sahamnya ke publik melalui mekanisme penawaran umum perdana (initial public
offering/IPO) agar bisnisnya berkembang.
"Kita terus mendorong perusahaan untuk
bisa go public, jangan sampai tertanam di pikiran kalau ingin go public harus menungu sukses
dulu," ujar Bayu, Senin pagi (5/3/18).
Melalui aktivitas go public perusahaan bisa mendapatkan dana dari pasar modal yang
dapat digunakan untuk ekspansi bisnis. Aktivitas go public ini juga diharapkan
bis ameningkatkan kapitalisasi di pasar modal.
"Jika mau ekspansi maka go public adalah satu solusi terbaik
bagi perusahaan," sambung Bayu.
Mayoritas perusahaan yang masuk ke pasar
modal membukukan pertumbuhan nilai kapitalisasi yang cukup tinggi setelah
melakukan "go public". Bahkan
hanya dengan nilai Tangible Assetnya hanya Rp. 5 miliar perusahaan tersebut
sudah bisa go Public.
"Jangan berpikir harus perusahaan dengan
modal besar bisa go public, dengan
modal yang kecil cukup Rp. 5 miliar bisa memperoleh dana segar dari investor di
pasar modal hingga triliunan," lanjut Bayu.
Pihaknya berpesan, jangan menunggu perusahaan
besar dulu baru go public tetapi go
public dulu maka perusahaan akan semakin besar karena dengan go public maka perusahaan akan
memperoleh dana besar sehingga akan meningkatkan nilai perusahaan di mata
perbankan untuk mudah memberikan pinjaman.
"Nilai perusahaan akan meningkat melalui
go public karena perusahaan bisa
mendapatkan asupan dana segar yang cukup besar," tutur bayu.
Pihaknya juga menggandeng perusahaan sekuritas
dan lembaga penunjang lainnya untuk melakukan edukasi di sejumlah daerah untuk
mendorong perusahaan masuk ke pasar modal diantaranya bekerjasama dengan
Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi).
"Kami sudah menggandeng Hipmi dengan
melakukan workshop agar perusahaan bisa dan mau melakukan go public," jelas Bayu.
Bukan hanya perusahaan, bahkan saat ini telah
banyak masyarakat yang sudah menjadi investor di pasar modal, termasuk di
dalamnya pengusaha muda anggota Hipmi Jaya. Berdasarkan catatan, dari sekitar
600.000 investor saham lebih dari setengahnya merupakan investor "zaman now" atau berusia dibawah 40 tahun.
"Sudah banyak investor yang siap
membiayai perusahaan yang siap go public,"
lanjut Bayu.
Di Bengkulu berdasarkan data BPS ada sekitar 2.000
perusahaan namun hanya sekitar 2 persen perusahaan yang berskala besar
selebihnya adalah perusahaan usaha mikro dan kecil dan menengah sehingga belum
semua perusahaaan bisa bergabung di pasar modal.
"Memang hal ini belum banyak
disosialisasikan sehingga kita bekerjasama dengan Kadin maupun
organisasi-organisasi pengusaha lainnya untuk mengadakan sosialisasi kepada
perusahaan yang ada di Bengkulu dan diharapkan bisa semakin meningkat,"
tutup Bayu.
Sementara itu, Ketua DPD Hipmi Bengkulu, Yuan
Degama mengatakan, pihaknya mendukung jika banyak perusahaan di Bengkulu bisa go public sehingga banyak perusahaan
bisa mendapatkan modal dari para investor di pasar modal.
"Jika ingin ekspansi, pasar modal adalah
alternatif terbaik sehingga perusahaan disarankan untuk terlibat di pasar modal
untuk mendapatkan aliran dana segar untuk keperluan ekspansi," pungkas
Yuan.(Frj)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar