Senin, 19 Maret 2018

BEI : Cukup Rp 5 Miliar Perusahaan Bisa Go Public


//Tambah Aliran Dana dan Kebutuhan Ekspansi

Kepala Kantor BEI Provinsi Bengkulu, Bayu Saputra saat menyampaikan materi tentang pentingnya perusahaan untuk Go Public

BENGKULU, SH - Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Bengkulu berupaya untuk terus mendorong perusahaan di Provinsi Bengkulu untuk melakukan "Go Public". Go Public sangat baik bagi perusahaan untuk menambah aliran dana terutama untuk kebutuhan ekspansi bahkan hanya dengan nilai tangible asset hanya Rp. 5 miliar perusahaan tersebut sudah bisa melakukan penawaran saham perdana.

Kepala Kantor BEI Provinsi Bengkulu, Bayu Saputra mengungkapkan, pihak BEI terus mendorong perusahaan di Provinsi Bengkulu untuk melakukan "go public" atau menawarkan sebagian sahamnya ke publik melalui mekanisme penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) agar bisnisnya berkembang.

"Kita terus mendorong perusahaan untuk bisa go public, jangan sampai tertanam di pikiran kalau ingin go public harus menungu sukses dulu," ujar Bayu, Senin pagi (5/3/18).

Melalui aktivitas go public perusahaan bisa mendapatkan dana dari pasar modal yang dapat digunakan untuk ekspansi bisnis. Aktivitas go public ini juga diharapkan bis ameningkatkan kapitalisasi di pasar modal.

"Jika mau ekspansi maka go public adalah satu solusi terbaik bagi perusahaan," sambung Bayu.
Mayoritas perusahaan yang masuk ke pasar modal membukukan pertumbuhan nilai kapitalisasi yang cukup tinggi setelah melakukan "go public". Bahkan hanya dengan nilai Tangible Assetnya hanya Rp. 5 miliar perusahaan tersebut sudah bisa go Public.

"Jangan berpikir harus perusahaan dengan modal besar bisa go public, dengan modal yang kecil cukup Rp. 5 miliar bisa memperoleh dana segar dari investor di pasar modal hingga triliunan," lanjut Bayu.

Pihaknya berpesan, jangan menunggu perusahaan besar dulu baru go public tetapi go public dulu maka perusahaan akan semakin besar karena dengan go public maka perusahaan akan memperoleh dana besar sehingga akan meningkatkan nilai perusahaan di mata perbankan untuk mudah memberikan pinjaman.
"Nilai perusahaan akan meningkat melalui go public karena perusahaan bisa mendapatkan asupan dana segar yang cukup besar," tutur bayu.

Pihaknya juga menggandeng perusahaan sekuritas dan lembaga penunjang lainnya untuk melakukan edukasi di sejumlah daerah untuk mendorong perusahaan masuk ke pasar modal diantaranya bekerjasama dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi).

"Kami sudah menggandeng Hipmi dengan melakukan workshop agar perusahaan bisa dan mau melakukan go public," jelas Bayu.

Bukan hanya perusahaan, bahkan saat ini telah banyak masyarakat yang sudah menjadi investor di pasar modal, termasuk di dalamnya pengusaha muda anggota Hipmi Jaya. Berdasarkan catatan, dari sekitar 600.000 investor saham lebih dari setengahnya merupakan investor "zaman now" atau berusia dibawah 40 tahun.

"Sudah banyak investor yang siap membiayai perusahaan yang siap go public," lanjut Bayu.

Di Bengkulu berdasarkan data BPS ada sekitar 2.000 perusahaan namun hanya sekitar 2 persen perusahaan yang berskala besar selebihnya adalah perusahaan usaha mikro dan kecil dan menengah sehingga belum semua perusahaaan bisa bergabung di pasar modal.

"Memang hal ini belum banyak disosialisasikan sehingga kita bekerjasama dengan Kadin maupun organisasi-organisasi pengusaha lainnya untuk mengadakan sosialisasi kepada perusahaan yang ada di Bengkulu dan diharapkan bisa semakin meningkat," tutup Bayu.

Sementara itu, Ketua DPD Hipmi Bengkulu, Yuan Degama mengatakan, pihaknya mendukung jika banyak perusahaan di Bengkulu bisa go public sehingga banyak perusahaan bisa mendapatkan modal dari para investor di pasar modal.

"Jika ingin ekspansi, pasar modal adalah alternatif terbaik sehingga perusahaan disarankan untuk terlibat di pasar modal untuk mendapatkan aliran dana segar untuk keperluan ekspansi," pungkas Yuan.(Frj)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar