Senin, 19 Maret 2018

Berguru Dari Jepang, Konsumsi Ikan Nasional Capai 43 Kg per Kapita


//DKP Imbau Masyarakat Perbanyak Konsumsi Ikan

Pedagang ikan sedang berjualan ikan di wilayah Pasar Bengkulu

BENGKULU, SH - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Bengkulu terus berupaya untuk mengajak masyarakat semakin banyak mengkonsumsi ikan karena terbukti dapat meningkatkan kecerdasan bagi keluarga terutama anak-anak. Berguru dari Jepang yang tingkat konsumsi ikan perkapitanya tinggi, membuat DKP terus menggenjot konsumsi ikan di Provinsi Bengkulu meskipun pada tahun 2017 lalu konsumsi ikan secara nasional sudah naik menjadi 43 kilogram per kapita.

Plt Kepala DKP Provinsi Bengkulu, Ivan Syamsurizal, ST, mengatakan, negara yang konsumsi ikan perkapitanya tinggi, angka kecerdasan masyarakatnya lebih baik dan terbukti mampu menambah daya tumbuh kembang masyarakat terutama anak.

"Kita harus bisa mencontoh Negara Jepang, kalau kita lihat postur tubuhnya dulu kecil, sekarang sudah besar-besar dan karena gemar makan ikan, kecerdasannya juga diatas rata-rata," ujar Ivan, rabu pagi (7/3/18).

Protein hewani pada ikan jauh lebih bagus dan banyak dibanding protein yang didapat dari mengkonsumsi daging sapi. Oleh karenanya pihaknya mengajak masyarakat Provinsi Bengkulu untuk memperbanyak konsumsi ikan.
"Jumlah protein pada ikan lebih tinggi daripada daging, jadi sudah tentu akan membantu menambah kecerdasan otak," sambung Ivan.

Diakuinya, mengkonsumsi ikan sudah merupakan budaya bagi masyarakat Bengkulu, namun tetap harus lebih ditingkatkan, apalagi potensi sumber daya perikanan di Bengkulu secara umum masih sangat besar dan tidak akan habis.

"Sumber ikan kita sangat banyak karena potensinya juga sangat besar di Bengkulu, jadi masyarakat diharapkan bisa meningkatkan jumlah konsumsi ikannya," lanjut Ivan.

Saat ini, dalam kebiasaan masyarakat Bengkulu selalu mengangap tidak sempurna makan apabila lauk atau ikan tidak ada sehingga peningkatan konsumsi ikan diharapkan bisa terjadi, apalagi bila ditinjau dari sisi kesehatan, mengkonsumsi ikan cukup aman bagi siapapun karena tidak perlu takut kolestrol naik, justru masyarakat semakin sehat.

"Ikan adalah sumber protein hewani yang murah dan sehat dan baik bagi kesehatan, dibanding dengan daging, maka konsumsi ikan cukup aman bagi siapapun," jelas Ivan.

Terakhir Ivan mengharapkan semua keluarga di Bengkulu khususnya semakin meningkatkan konsumsi ikan dalam keluarga. Hal ini berguna untuk menambah daya tangkap dan kecerdasan terutama anak-anak untuk generasi yang gemilang.

"Kita harus meningkatkan konsumsi ikan untuk tubuh yang sehat dan daya kecerdasan yang meningkat untuk masa depan Bengkulu yang lebih baik," tutup Ivan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, H. Herwan Antoni, MKes., MSi, mengatakan, mengkonsumsi ikan sangat baik bagi pemenuhan gizi masyarakat. Apalagi angka konsumsi ikan pertahun selalu mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

"Data konsumsi ikan nasional hanya 38,14 kilogram per kapita pada 2014. Angka itu menanjak menjadi 43,94 kilogram per-kapita pada dua tahun berikutnya dan tahun 2017 konsumsi ikan nasional bisa mencapai angka 43 kilogram per kapita," jelas Herwan.

Herwan menilai peningkatan konsumsi ikan ini menandakan bahwa masyarakat Indonesia rata-rata sudah semakin peduli dengan kesehatan mereka. Sebab mengkonsumsi ikan bukan hanya menambah daya kecerdasan, juga membuat tubuh semakin sehat.

"Kita harus berguru dari Jepang dengan konsumsi ikan yang sangat tinggi, hal ini sudah mulai terlihat dari meningkatnya konsumi ikan nasional dan kita harap kedepannya terus mengalami peningkatan untuk Indonesia dan Bengkulu lebih baik," tutup Herwan.(Frj)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar