Kondisi
View Tower Terkini (kanan) (doc:tuntasonline.com)
BENGKULU,
SH – Pemerintah provinsi Bengkulu kembali disorot lantaran tampak tak
serius dalam mengelola potensi wisata daerah, salah satunya Objek wisata View
Tower yang terletak di depan Rumah Dinas Gubernur Bengkulu, terkesan dibiarkan
dan tidak mendapatkan perhatian serius oleh pemerintah daerah, khusunya Dinas
Priwisata Bengkulu. Diketahui, pemerintah tengah menggalakan wonderfull
Bengkulu 2020, namun terang-terang banyak objek wisata yang terbengkalai,
bahkan dibiarkan hancur tanpa ada perhatian serius oleh pemerintah.
Dari
pantauan wartawan, Senin (5/2/18) tampak bangunan View Tower yang menjadi salah
satu Icon wisata masyarakat Bengkulu yang dibiarkan rusak bahkan banyak sampah
serta tercium bau ‘pesing’ di beberapa bagiannya. Salah seorang pengunjung asal
kabupaten Rejang Lebong, Beni Erlangga mengatakan, jika dirinya merasa sedih
melihat kondisi Objek wisata View Tower karena karena sekarang sudah banyak
kaca-kaca yang pecah, sampah berserakan, serta tercium bau-bau yang tidak enak.
“cak mano ndak maju bengkulu kalau cak iko,” ungkap Beni.
// Kadisparbud : ‘Tahun Ini Segera Akan
Direnovasi’
Menanggapi
hal ini, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Bengkulu
Yudi Satria, akhirnya angkat bicara dan memastikan tahun 2018 ini view Tower
akan dilakukan renovasi. "Untuk View Tower Bengkulu memang di tahun ini
kita akan lakukan renovasi untuk mengembalikan optimalisasi dari fungsinya,”
katanya. Namun sayangnya, kapan kepastian akan dilakukan renovasi, pihak
Dispasbud tidak bisa menjawab, dia hanya mengatakan jika perbaikan akan
dilakukan sebelum pelaksanaan festival Tabut 2018.
“Namun saya tidak tahu bulan berapa tepatnya View Tower itu akan
direnovasi yang pastinya Insya Allah sebelum Festival Tabut, View Tower akan
selesai direnovasi lagi," ujar Yudi. Untuk teknis perbaikan, terang Yudi,
pihaknya juga tidak mengetahui persis apa saja yang akan menjadi poin
perbaikan. “kalau apa saja dan seperti apa perbaikannya itu ranahnya Dinas
Pekerjaan Umum Provinsi Bengkulu, sementara kalau kita hanya sebagai
pemanfaatan dan optimalisasi wisata saja,” demikian Yudi.
// Puskaki Minta Pemerintah Lakukan Evaluasi
Ketua
Pusat Kajian Korupsi Indonesia (Puskaki) Bengkulu, Meliyan Sori mengingatkan
pemerintah, untuk melakukan evaluasi terkait banyaknya aset daerah yang
terkesan dilakukan pembiaran tanpa dikelola dengan baik. “Ini catatan untuk
Pemerintahan Rohidin Mersyah agar lakukan evaluasi melihat adanya aset daerah
yang terbengkalai,” tulis Meliyan Sori melalui pesan whatapps kepada
wartawan,Selasa (6/2/18).
Sebelumnya hal ini sudah sempat diberitakan oleh beberapa media
online terkait adanya pembiaran terhadap aset wisata, sehingga tampak kumuh
bahkan sebagian lainya rusak, sehingga menimbulkan banyak keluhan pengunjung
objek wisata yang datang ke Bengkulu, menindak lanjuti keluhan tersebut,
beberapa kesempatan pihak wartawan mencoba melakukan konfirmasi sebagai bentuk
pemberitaan yang berimbang kepada pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
(Disparbud) Provinsi Bengkulu.
Namun nyatanya, keinginan para wartawan untuk meminta konfirmasi,
baik kepada Kepala Dinas secara langsung atau bidang lainnya, tidak mendapatkan
jawaban, bahkan terkesan tidak meperdulikan. Oleh karenanya, Meliyan
mengingatkan, jika sebagai pihak Eksekutif, Pemerintah seharusnya bisa memberikan
konfirmasi, supaya pemberitaan yang dilakukan dapat berimbang, serta memberikan
penjelasan terkait adanya pembiaran terhadap aset wisata yang yang tidak
dikelolah dengan baik. “Seharusnya instansi Pemerintah harus memberikan
konfirmasi yang jelas agar berita yang dibuat media tidak simpang siur, mereka
harus mempermudah dan tidak mempersulit,” terangnya.(red)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar