Suasana acara AKBPK di
Kelurahan Kandang Mas
BENGKULU, SH – Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan
Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3A-KB) Kota Bengkulu hingga kini
terus berupaya mengarahkan Pasangan Usia Subur (PUS) untuk senantiasa
menggunakan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).
Saat ini pemerintah sudah tidak memprogramkan
lagi kontrasepsi dengan pil dan suntik. Pemerintah justru mengarahkan warga
ber-KB lewat Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).
Penyuluh
KB Media DP3A-KB Kota Bengkulu Harmelia Deta, S. Sos menjelaskan, MKJP
merupakan metode paling efektif dan aman dalam mencegah kehamilan dan menekan
laju pertumbuhan penduduk. Berdasarkan catatannya hingga Juli lalu peserta KB
di Kota Bengkulu cenderung meningkat.
“MKJP
ini lebih efektif dan aman dibandingkan dengan pil atau suntik,” katanya, Kamis
pagi saat diwawancarai IPKB diselah melaksanakan pelatihan Refresing Program
KSPK di Kelurahan Kandang Mas Kecamatan Selebar kota Bengkulu, Rabu pagi
(7/02/18).
Harmelia
mengatakan, saat ini dalam penggunanya MKJP sudah tersedia implan dalam bentuk
satu batang sehingga lebih praktis. Implan itu lebih mudah dibandingkan dengan
implan dua batang atau lebih. Pihaknya berharap semakin banyak masyarakat di
Kota Bengkulu yang tertarik menggunakan MKJP.
“Rata-rata
yang menggunakan MKJP masih sedikit, khususnya memakai implan, dimana untuk
implan ini baru dibongkar 3 tahun. Sementara untuk non MKJP suntikan baru tiga
bulan sudah harus diganti, lambat suntik bisa jadi (hamil),” tambahnya.
Selain
terus menyosialiasikan MKJP kepada masyarakat, DP3A-KB Kota Bengkulu juga fokus
menargetkan satu kecamatan satu kampung KB di Kota Bengkulu. Menurutnya,
kampung KB ini perlu sekali, agar masyarakat dapat merasakan manfaat ber KB
dalam menuju keluarga kecil, bahagia sejahtera. Di Kelurahan Sumber Jaya
Kecamatan Selebar Kota Bengkulu, sebelumnya sudah dilaunching kampung KB.
“Harapan
kita, untuk kampung KB terus bertambah, dan tahun ini kembali ada yang terbentuk disetiap kecamatan,” ujarnya.
Ia
menambahkan, pembentukan kampung KB ini diprioritaskan kepada kawasan yang
memiliki ciri-ciri diantaranya pemukiman padat penduduk, pinggiran sungai, jauh
dari fasilitas kesehatan.
Kampung
KB bukan hanya berfungsi meningkatkan peran serta masyarakat untuk ber KB,
tujuan dibentuknya kampung KB untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Misalnya,
selama ini kawasan tersebut agak keterbelakangan diharapkan bisa lebih maju.
Sementara itu, salah seorang warga RT 04 Kelurahan Kandang Mas Ani
mengatakan, pada awalnya dirinya mengaku kesulitan memahami terkait MKJP. Karena selama ini yang
paling banyak dikenal oleh masyarakat hanya pil KB dan suntik KB. Awalnya dirinya takut menggunakan MKJP,” tutur Ani.
Untuk diketahui, saat ini MKJP saat ini tidak
hanya menyasar perempuan usia subur saja, akan tetapi juga pada laki-laki,
namun justru masih banyak laki-laki yang lebih memilih menggunakan Kondom saat
melakukan hubungan suami istri. (Frj)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar