Minggu, 11 Februari 2018

DP3A-KB : Arahkan PUS Gunakan MKJP


Suasana acara AKBPK di Kelurahan Kandang Mas

BENGKULU, SH – Pemerintah Kota  Bengkulu melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3A-KB) Kota Bengkulu hingga kini terus berupaya mengarahkan Pasangan Usia Subur (PUS) untuk senantiasa menggunakan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).

Saat ini pemerintah sudah tidak memprogramkan lagi kontrasepsi dengan pil dan suntik. Pemerintah justru mengarahkan warga ber-KB lewat Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).

Penyuluh KB Media DP3A-KB Kota Bengkulu Harmelia Deta, S. Sos menjelaskan, MKJP merupakan metode paling efektif dan aman dalam mencegah kehamilan dan menekan laju pertumbuhan penduduk. Berdasarkan catatannya hingga Juli lalu peserta KB di Kota Bengkulu cenderung meningkat.

“MKJP ini lebih efektif dan aman dibandingkan dengan pil atau suntik,” katanya, Kamis pagi saat diwawancarai IPKB diselah melaksanakan pelatihan Refresing Program KSPK di Kelurahan Kandang Mas Kecamatan Selebar kota Bengkulu, Rabu pagi (7/02/18).

Harmelia mengatakan, saat ini dalam penggunanya MKJP sudah tersedia implan dalam bentuk satu batang sehingga lebih praktis. Implan itu lebih mudah dibandingkan dengan implan dua batang atau lebih. Pihaknya berharap semakin banyak masyarakat di Kota Bengkulu yang tertarik menggunakan MKJP.

“Rata-rata yang menggunakan MKJP masih sedikit, khususnya memakai implan, dimana untuk implan ini baru dibongkar 3 tahun. Sementara untuk non MKJP suntikan baru tiga bulan sudah harus diganti, lambat suntik bisa jadi (hamil),” tambahnya.

Selain terus menyosialiasikan MKJP kepada masyarakat, DP3A-KB Kota Bengkulu juga fokus menargetkan satu kecamatan satu kampung KB di Kota Bengkulu. Menurutnya, kampung KB ini perlu sekali, agar masyarakat dapat merasakan manfaat ber KB dalam menuju keluarga kecil, bahagia sejahtera. Di Kelurahan Sumber Jaya Kecamatan Selebar Kota Bengkulu, sebelumnya sudah dilaunching kampung KB.

“Harapan kita, untuk kampung KB terus bertambah, dan tahun ini kembali ada yang  terbentuk disetiap kecamatan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembentukan kampung KB ini diprioritaskan kepada kawasan yang memiliki ciri-ciri diantaranya pemukiman padat penduduk, pinggiran sungai, jauh dari fasilitas kesehatan.

Kampung KB bukan hanya berfungsi meningkatkan peran serta masyarakat untuk ber KB, tujuan dibentuknya kampung KB untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Misalnya, selama ini kawasan tersebut agak keterbelakangan diharapkan bisa lebih maju.

Sementara itu, salah  seorang warga RT 04 Kelurahan Kandang Mas Ani mengatakan, pada awalnya dirinya mengaku kesulitan  memahami terkait MKJP. Karena selama ini yang paling banyak dikenal oleh masyarakat hanya pil KB dan suntik KB. Awalnya  dirinya takut menggunakan MKJP,” tutur Ani.

Untuk diketahui, saat ini MKJP saat ini tidak hanya menyasar perempuan usia subur saja, akan tetapi juga pada laki-laki, namun justru masih banyak laki-laki yang lebih memilih menggunakan Kondom saat melakukan hubungan suami istri. (Frj)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar