// Nyaris Tawuran Massal,
Sekolah Pelaku Diliburkan
SMAN 7 Plus kota Bengkulu
BENGKULU, SH – Ya peribahasa diatas kiranya sangat tepat menggambarkan
kondisi yang terjadi di SMAN 7 plus Kota Bengkulu. Bagaimana tidak, karena
tindakan brutal dari salah seorang siswanya, kini hampir seluruh warga SMAN 7
mulai terkena imbasnya.
Pasca terkuaknya peristiwa pembunuhan yang
menimpa salah seorang siswi SMAN 4 Bengkulu Tara, berhembus info bahwa siswa
dari SMAN 4 Bengkulu bersama beberapa sekolah lain berniat akan mendatangi SMAN
7 untuk ‘memberi pelajaran’ khususnya kepada teman-teman pelaku terkait
peristiwa pembunuhan tersebut.
Alhasil, para pelajar SMAN 7 Kota Bengkulu akhirnya
mendadak diliburkan setelah pacsa terjadinya pembunuhan siswi SMAN 4 Kota
Bengkulu, yang pelakunya diduga sebagai teman dekat pelaku juga siswa SMAN 7
Kota Bengkulu. Kamis pagi (8/2/18)
Salah seorang guru di SMAN 7 Plus Kota
Bengkulu yang namanya tak mau disebutkan, sangat menyayangkan kejadian tersebut,
dengan pelaku inisial DN yang dinilai ber akhlak baik dan berprestasi di
sekolah ini. “Kami tidak menyangka kenapa pelaku melakukan hal tersebut,
padahal di sekolah ibadahnya rajin, tidak banyak ulah, ” ujar beberapa
guru yang tidak mau disebutkan namanya. Sementara itu Kepala SMAN 7 Plus Kota
Bengkulu, Darlinsyah ketika mau dikonfirmasi terkait dugaan
siswanya sebagai pelaku pembunuhan hanya berkata nocoment.
”Untuk sekarang saya no coment. Biar
pihak berwajib yang menangani kasus ini,” tegasnya Darlinsyah.
// Kapolda : Jangan
Kaitkan Dengan Sekolah !!
Sementara, Kepala Kepolisian Daerah
Bengkulu Brigjen Pol. Coki Manurung menekankan kepada semua pihak bahwa kasus
pembunuhan yang terjadi terhadap siswi SMA Negeri 4 Kota Bengkulu bukan karena
pertikaian antar sekolah, dan jangan dikait-kaitkan dengan institusi
pendidikan. "Jangan dikaitkan dengan
sekolah SMAN 4 atau SMAN 7 Plus Kota Bengkulu, ini murni masalah pribadi, bukan
masalah sekolah," ucapnya usai mengunjungi rumah duka.
Kapolda mengimbau, agar
semua pihak agar menyerahkan proses pengungkapan kasus ini kepada pihak yang
berwajib, dan tidak melakukan tindakan-tindakan yang ternyata menyalahi hukum.
Imbauan ini juga berlaku bagi para pelajar yang bersekolah di dua sekolah
tersebut. "Tidak boleh
berpikir-berpikir yang lain, dan melakukan tindakan-tindakan lain apalagi
menyebar berita hoax agar masyarakat gempar dan ketakutan, serahkan pada
kepolisian, (pelaku) akan dihukum maksimal sesuai dengan perbuatan,"
sambung Kapolda.
// Simulasi UNBK SMAN 7 Batal
Diliburkannya seluruh
siswa/siswi SMAN 7 Kota Bengkulu, mengakibatkan pelaksanaan simulasi UNBK tahap
II di sekolah itu batal. Seyogyanya, simulasi UNBK hari kedua tetap
dilaksanakan dengan tiga sesi. Pembatalan simulasi tersebut telah
dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, dan
tidak mempengaruhi proses ujian nasional utama.
// SMAN 4 Berduka
Sementara itu, suasana SMAN 4 Kota
Bengkulu tidak tergaggu sama sekali. Bahkan, sejumlah siswa dan dewan guru
masih melaksanaan belajar mengajar seperti biasanya. Pelaksanaan simulasi UNBK
di sekolah inipun berjalan lancar. Pihak sekolah sebelum melaksanakan aktifitas
belajar mengajar, terlebih dulu menggelar salat duha, dan memberikan arahan
serta motivasi pada siswa. Kegiatan itu diisi langsung oleh Sekretaris Dinas
Dikbud M Daud Abdullah M.Pd dan pihak Polres Bengkulu.
Kepala SMAN 4 Kota Bengkulu, Deni
Asiah M.Pd saat dikonfirmasi menegaskan bahwa seluruh siswa/siswi SMAN 4 Kota
Bengkulu dikumpulkan di halaman sekolah, mereka menggelar salat duha berjamaah.
Para siswa diberikan wejangan supaya tidak terprovokasi oleh oknum sehingga
melakukan tindakan anarkis, seperti adanya berita penyerangan ke SMAN 7 Kota
Bengkulu. “Imbauan juga terus dilakukan, supaya anak-anak tidak melakukan
tindakan yang merugikan diri sendiri, jangan sampai siswa terprovokasi dalam
situasi seperti ini,” ujarnya.
Terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan dan
Kebudayaan provinsi Bengkulu, M. Daud Abdullah bersama dengan Kasi Kesiswaan,
Evrilia, Kamis pagi melakukan kunjungan ke SMAN 4 Kota Bengkulu. M Daud juga
mengunjungi kelas korban Auzia Umi Detra. Dalam kesempatan itu, Daud Abdullah
mengaku prihatin dan berbela sungkawa atas kejadian tersebut. Menurutnya, dunia
pendidikan saat ini tengah dirundung duka yang mendalam, tetapi tidak boleh
larut dan terlalu jauh menanggapi hal-hal yang tidak perlu. Kejadian ini dapat
di ambil hikmahnya, dan kita serahkan pada penegak hukum. Kedatanganya tim
Diknas ke sekolah tersebut untuk memotivasi pada siswa. Pasalnya banyak berita
hoax melalui media sosial, yang menyebutkan adanya tawuran antar sekolah. ” Ini
berita hoax, satuan pendidikan SMAN 4 dan SMAN 7 jangan mudah dimainkan oleh
pihak lain yang tidak bertanggungjawab,” pungkasnya.(247). (tim/SH)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar