Minggu, 11 Februari 2018

Karena Nila Setitik, Rusak Susu Sebelanga

// Nyaris Tawuran Massal, Sekolah Pelaku Diliburkan
SMAN 7 Plus kota Bengkulu

BENGKULU, SH – Ya peribahasa diatas kiranya sangat tepat menggambarkan kondisi yang terjadi di SMAN 7 plus Kota Bengkulu. Bagaimana tidak, karena tindakan brutal dari salah seorang siswanya, kini hampir seluruh warga SMAN 7 mulai terkena imbasnya.

Pasca terkuaknya peristiwa pembunuhan yang menimpa salah seorang siswi SMAN 4 Bengkulu Tara, berhembus info bahwa siswa dari SMAN 4 Bengkulu bersama beberapa sekolah lain berniat akan mendatangi SMAN 7 untuk ‘memberi pelajaran’ khususnya kepada teman-teman pelaku terkait peristiwa pembunuhan tersebut.

Alhasil, para pelajar SMAN 7 Kota Bengkulu akhirnya mendadak diliburkan setelah pacsa terjadinya pembunuhan siswi SMAN 4 Kota Bengkulu, yang pelakunya diduga sebagai teman dekat pelaku juga siswa SMAN 7 Kota Bengkulu. Kamis pagi (8/2/18)

Salah seorang guru di SMAN 7 Plus Kota Bengkulu yang namanya tak mau disebutkan, sangat menyayangkan kejadian tersebut,  dengan pelaku inisial DN yang dinilai ber akhlak baik dan berprestasi di sekolah ini. “Kami tidak menyangka kenapa pelaku melakukan hal tersebut, padahal di sekolah ibadahnya rajin,  tidak banyak ulah, ” ujar beberapa guru yang tidak mau disebutkan namanya. Sementara itu Kepala SMAN 7 Plus Kota Bengkulu, Darlinsyah ketika mau dikonfirmasi terkait dugaan siswanya sebagai pelaku pembunuhan hanya berkata nocoment. ”Untuk sekarang saya no coment. Biar pihak berwajib yang menangani kasus ini,” tegasnya Darlinsyah.

// Kapolda : Jangan Kaitkan Dengan Sekolah !!
            Sementara, Kepala Kepolisian Daerah Bengkulu Brigjen Pol. Coki Manurung menekankan kepada semua pihak bahwa kasus pembunuhan yang terjadi terhadap siswi SMA Negeri 4 Kota Bengkulu bukan karena pertikaian antar sekolah, dan jangan dikait-kaitkan dengan institusi pendidikan. "Jangan dikaitkan dengan sekolah SMAN 4 atau SMAN 7 Plus Kota Bengkulu, ini murni masalah pribadi, bukan masalah sekolah," ucapnya usai mengunjungi rumah duka. 

Kapolda mengimbau, agar semua pihak agar menyerahkan proses pengungkapan kasus ini kepada pihak yang berwajib, dan tidak melakukan tindakan-tindakan yang ternyata menyalahi hukum. Imbauan ini juga berlaku bagi para pelajar yang bersekolah di dua sekolah tersebut. "Tidak boleh berpikir-berpikir yang lain, dan melakukan tindakan-tindakan lain apalagi menyebar berita hoax agar masyarakat gempar dan ketakutan, serahkan pada kepolisian, (pelaku) akan dihukum maksimal sesuai dengan perbuatan," sambung Kapolda.

// Simulasi UNBK SMAN 7 Batal
            Diliburkannya seluruh siswa/siswi SMAN 7 Kota Bengkulu, mengakibatkan pelaksanaan simulasi UNBK tahap II di sekolah itu batal. Seyogyanya, simulasi UNBK hari kedua tetap dilaksanakan dengan tiga sesi. Pembatalan simulasi tersebut telah dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, dan tidak mempengaruhi proses ujian nasional utama.
// SMAN 4 Berduka
            Sementara itu, suasana SMAN 4 Kota Bengkulu tidak tergaggu sama sekali. Bahkan, sejumlah siswa dan dewan guru masih melaksanaan belajar mengajar seperti biasanya. Pelaksanaan simulasi UNBK di sekolah inipun berjalan lancar. Pihak sekolah sebelum melaksanakan aktifitas belajar mengajar, terlebih dulu menggelar salat duha, dan memberikan arahan serta motivasi pada siswa. Kegiatan itu diisi langsung oleh Sekretaris Dinas Dikbud M Daud Abdullah M.Pd dan pihak Polres Bengkulu.
            Kepala SMAN 4 Kota Bengkulu, Deni Asiah M.Pd saat dikonfirmasi menegaskan bahwa seluruh siswa/siswi SMAN 4 Kota Bengkulu dikumpulkan di halaman sekolah, mereka menggelar salat duha berjamaah. Para siswa diberikan wejangan supaya tidak terprovokasi oleh oknum sehingga melakukan tindakan anarkis, seperti adanya berita penyerangan ke SMAN 7 Kota Bengkulu. “Imbauan juga terus dilakukan, supaya anak-anak tidak melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri, jangan sampai siswa terprovokasi dalam situasi seperti ini,” ujarnya.

Terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi Bengkulu, M. Daud Abdullah bersama dengan Kasi Kesiswaan, Evrilia, Kamis pagi melakukan kunjungan ke SMAN 4 Kota Bengkulu. M Daud juga mengunjungi kelas korban Auzia Umi Detra. Dalam kesempatan itu, Daud Abdullah mengaku prihatin dan berbela sungkawa atas kejadian tersebut. Menurutnya, dunia pendidikan saat ini tengah dirundung duka yang mendalam, tetapi tidak boleh larut dan terlalu jauh menanggapi hal-hal yang tidak perlu. Kejadian ini dapat di ambil hikmahnya, dan kita serahkan pada penegak hukum. Kedatanganya tim Diknas ke sekolah tersebut untuk memotivasi pada siswa. Pasalnya banyak berita hoax melalui media sosial, yang menyebutkan adanya tawuran antar sekolah. ” Ini berita hoax, satuan pendidikan SMAN 4 dan SMAN 7 jangan mudah dimainkan oleh pihak lain yang tidak bertanggungjawab,” pungkasnya.(247). (tim/SH)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar