Minggu, 18 Februari 2018

LIZAR: 2018, Ekonomi Bengkulu Bisa Tumbuh Pesat


Prof. Lizar Alfansi, Pengamat Ekonomi Bengkulu

BENGKULU, SH – Pakar Ekonomi Universitas Bengkulu, Prof Lizar Alfansi, SE., MBA, PhD, mengatakan, masyarakat Bengkulu tidak perlu panik dengan keadaan ekonomi Bengkulu saat ini, sebab kedepannya pertumbuhan ekonomi Bengkulu akan berkembang pesat. Meskipun terjadi perlambatan pertumbuhan, keadaan ekonomi Bengkulu diprediksi kedepannya akan terus membaik. Pasalnya, ada banyak yang faktor yang mendukung seperti pertumbuhan investasi akibat jumlah investor yang meningkat di Bengkulu. Oleh karena itu, semua masyarakat Bengkulu diminta tetap optimistis.

“Meskipun melambat, di tahun 2018 perekonomian Bengkulu akan semakin maju dan tumbuh” ujar Lizar, Senin Siang (12/02/18).

Lizae menambahkan, pada 2018, perekonomian Bengkulu akan semakin membaik jika serapan anggaran pemerintah terus digenjot, terutama untuk infrastruktur dan proyek padat karya. Penyerapan tenaga kerja pada akhir tahun 2017 dan awal tahun 2018 juga akan meningkat sehingga angka pengangguran menurun.

“Serapan anggaran yang tinggi untuk infrastruktur akan membawa dampak positif bagi perekonomian Bengkulu serta mengurangi pengangguran,” terang Lizar.

Berdasarkan simulasi menggunakan tabel Input Output, multiplier tenaga kerja di Indonesia rata-rata sebesar 1,98. Hal ini berarti, jika ada penyerapan tenaga kerja di sektor tertentu sebanyak 1 orang, maka secara total akan menambah tenaga kerja di seluruh sektor sebesar 1,98 kali lipat. “Dengan demikian diperkirakan pada 2018 mendatang, masuknya arus investasi dari dalam dan luar negeri akan membawa dampak positif berupa penyerapan tenaga kerja akan mencapai ratusan ribu orang,” tutur Lizar.

Pembangunan infrastruktur kelistrikan, juga diprediksi mampu menaikkan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,28 persen dan kualitas peningkatan Sumber daya manusia (SDM) akan didongkrak hingga 0,31 persen, peningkatan utilitas distribusi barang melalui pelabuhan mampu menaikan 0,63 persen. Hilirisasi Crude Palm Oil (CPO) menjadi produk turunan, mampu menaikkan pertumbuhan 0,25 persen.

“Pembangunan infrastruktur bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” sambung Lizar.

Ia mengaku optimis, perekonomian Bengkulu meningkat pesat seiring dengan berbagai aliran investasi yang ada serta berbagai pembangunan infrastruktur yang memicu naiknya perekoniman Bengkulu.


Terakhir, Lizar berharap, progress ini patut menjadi perhatian adalah Insentif dan Investasi yang masuk ke Bengkulu nantinya akan berdampak positif sehingga tahun depan perekonomian Bengkulu tidak akan melambat seperti tahun ini,” pungkasnya.(Frj)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar