// Pelaku Terancam Hukuman Mati
Alm.Auzia Umi Detra (16) DN, pelaku pembunuhan
Innalillahi wa inna illaihi radjiun. Miris dan tragis nasib yang menimpa
Auzia Umi Detra (17), siswi SMAN 4 Kota Bengkulu yang dinyatakan hilang sejak
Kamis, 1 Februari 2018 lalu dan berhasil ditemukan pihak kepolisian Polda
Bengkulu dengan kondisi sudah tidak bernyawa lagi dan tubuh korban membusuk. Jasad korban ditemukan
di kawasan wisata Pantai Lentera Merah Pulau Baai Kota Bengkulu, Rabu pagi,
(7/2/18), bagaimana kronologi kejadian, hingga pelaku DN yang merupakan pacar
korban tegah melakukan perbuatan sadis dan memilukan yang merupakan tamparan
keras bagi dunia pendidikan di Kota Bengkulu ini. Berikut penelusuran khusus
tim redaksi Suara Hukum Bengkulu !!
FIKRIYADI – KOTA BENGKULU
BENGKULU, SH – Tak ada yang menyangka jika jodoh, maut dan rezeki
datangnya dari Allah SWT dan kehendaknya pula 3 hal tersebut di sampaikan
kepada kita sebagai hambanya dengan cara yang tak disangka-sangka, ada yang
berupa kecerian, namun adapula berupa duka mendalam untuk orang terkasih di
sekelilingnya. Senin sore adalah hari kelam dan gelap bagi siswi yang duduk di
bangku kelas XI berparas cantik ini menghembuskan napas terakhirnya.
Teka-teki hilangnya Auzia Umi Detra
(17) siswa SMAN 4 Kota Bengkulu akhirnya terjawab sudah. Auzia ditemukan tewas
mengenaskan di kawasan Lentera Merah, Kelurahan Teluk Sepang, Kecamatan Kampung
Melayu Kota Bengkulu. Terungkapnya kasus hilangnya Auzia atas kerja keras Tim
Opsnal Jatanras Polda Bengkulu, Selasa malam (6/2/18) yang berhasil membekuk satu
orang pelaku berinisial DN (17) yang tidak lain adalah pacar korban di rumah
temannya di jalan Jenggalu tak jauh dari SMAN. 7 Plus Kota Bengkulu.
Dari hasil penyelidikan dan
pengembangan yang dilakukan tim Opsnal Jatanras Polda Bengkulu DN mengakui jika
membunuh Auzia karena ingin menguasai harta korban. Akibat terus didesak pihak
kepolisian, akhirnya DN bersedia menunjukkan lokasi Auzia dibuang, tepatnya di
semak-semak pohon Bakau Lentera Merah. Saat ditemukan, kondisi jenazah Auzia
sangat mengenaskan, yakni sudah membusuk dan terpisah-pisah yang diduga dimakan
binatang buas, sisa jenazah Auzia yang hanya tinggal bahu hingga tangan dan
paha hingga kaki yang masih mengenakan sepatu sekolahnya dan traning olahraga warna biru dan baju
batik merah yang sudah tercabik-cabik langsung diperiksa oleh tim dokter
Biddokes di RS. Bhayangkara Polda Bengkulu untuk dilakukan visum, karena untuk
dilakukan otopsi tidak memungkinkan akibat jenazah tidak lagi utuh. “Jika dilihat dari ciri-cirinya, sudah
dipastikan itu jenazah Auzia,” jelas Efendi salah satu keluarga korban.
Dari keterangan DN yang saat ini
sebagai tersangka, diketahui bahwa dia yang sengaja menghabisi nyawa Auzia pada
Kamis sore (1/2/18) lalu. Pembunuhan itu dilakukan tidak jauh dari tempat
jenazah yakni kurang lebih 500 meter dari lokasi TKP pembunuhan. Dir Reskrimum Polda Bengkulu, Kombes Pol Pudyo Hariono,
SH, mengatakan, dari hasil penelusuran tim Opsnal Jatanras Polda Bengkulu saat
menggeledah kamar kos DN, tim menemukan barang bukti 1 buah tikar dengan bercak
darah dan Palu. Selain itu, di TKP penemuan jenazah Auzia pun tim menemukan
satu buah gunting yang diduga digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa korban.
Untuk diketahui, DN sendiri adalah warga pendatang dari
Kabupaten Lebong bersama keluarganya, namun DN memilih untuk mengontrak
kos-kosan. Belum tau motif terdalam, mengapa DN lebih memilih mengekos
ketimbang tinggal bersama keluarag besarnya. Korban
sendiri terakhir kali keluar rumah pada 1 Februari 2018 menggunakan celana
olahraga sekolah berwarna biru dan baju batik merah dengan mengendarai sepeda
motor jenis matic. Korban yang
kesehariannya berjilbab tersebut adalah warga gang Suakmiling RT. 10 RW 04 Kelurahan Timur
Indah Kota Bengkulu.
Informasi sebelumnya, Auzia Umi Detra
yang merupakan siswi SMAN 4 Kota Bengkulu sebelumnya telah diinformasikan
dikabarkan sebagai orang hilang selama sepekan yang dilaporkan pihak keluarga tak kembali kerumah dan tanpa kabar. “Saksi-saksi
teman dekat korban sudah diperiksa sejak Selasa malam, kepolisian terus mengembangkan apa motif pembunuhan ini, kita masih
menunggu hasil autopsi. Mengenai apakah ada tersangka lain itu masih
dikembangkan” ujar Direktur Reskrim Umum Polda Bengkulu, Kombes Pol
Pudyo Haryono, SH.
// Demi
Bayar Kos, Pelaku Habisi Korban Dengan Keji
Dari keterangan Polisi, pelaku
menghabisi nyawa korban karena terdesak kebutuhan uang untuk membayar kos yang
ditempatinya. Dari data yang terhimpun sementara pihak kepolisian,
diduga kuat pembuhunan tersebut dilator belakangi faktor ekonomi karena DN
sedang membutuhkan uang untuk membayar kontrakan yang telah menunggak hampir 3
bulan. Kemudian DN merencanakan untuk menghabisi korban demi untuk dapat
menjual telepon genggam dan cincin ditangan korban. "Pelaku mengambil handphone dan cincin
emas milik korban, uang hasil penjualannya digunakan untuk membayar tunggakan kos
yang telah menunggak beberapa bulan." terang Kombes Pol. Pudyo.
Adapun smarhanphone milik
korban oleh pelaku dijual pada tanggal 2 Februari 2018 seharga Rp. 900 ribu.
Dari uang itu digunakan untuk membayar kos pelaku yang nunggak 3 bulan. Dari
keterangan DN juga diperoleh informasi bahwa korban dihabisi nyawanya pada
Kamis 1 Februari 2018 lalu dengan menggunakan Palu. Namun untuk mengetahui
pasti dimana letak benda keras itu bersarang ditubuh korban, Polisi masih
menunggu hasil otopsi.
// Bagaimana Kronologi Pembunuhannya?
Pada hari Kamis 1 Februari 2018 pukul
08.00 WIB, pelaku menghubungi korban melalui pesan Watshapp dengan maksud untuk
memberikan kejutan hadiah ulang tahun kepada korban. Korban kemudian menemui
pelaku di samping rumah rekan pelaku pada pukul 15.00 WIB seusai pulang
sekolah. Bersama korban, pelaku kemudian menuju ke Lentera Merah dengan tujuan
memberikan kejutan hadiah ulang tahun. Setiba
di kawasan Lentera Merah, pelaku kemudian menutup mata korban dengan masker
korban dan mengikat tangan korban menggunakan lakban coklat yang telah
disiapkan pelaku.
Namun, bukannya kejutan
hadiah ulang tahun yang diterima korban melainkan pukulan palu dari pelaku.
Awalnya korban sempat melawan kemudian pelaku kembali memukul kepala korban
sebanyak 3 kali. Korbanpun terjatuh dan tak sadarkan diri. Pelaku kemudian
mengambil hanphone milik korban. Sementara korban oleh pelaku diseret ke
rawa-rawa. Helm, jam tangan, gunting dan lakban oleh pelaku juga dibuang.
Usai melakukan tindakan
itu, pelaku kemudian meninggalkan lokasi dengan menggunakan motor metic milik
korban menuju rumah temannya di Kelurahan Sukarami untuk meminjam Obeng agar
dapat mencopot plat kendaraan milik korban untuk menghilangkan jejak. Dengan
kendaraan milik korban, pelaku sempat berkeliling di seputaran kota, namun
kemudian kendaraan milik korban ditinggalkannya di Lapangan Golf. Pelaku
kemudian pulang dengan berjalan kaki menuju rumah rekannya. Hingga
akhirnya, perbuatan pelaku terungkap oleh Polisi. Pelaku juga
"dihadiahi" timah panas dipaha kanannya oleh Polisi.
Paman
Koban: Nyawa Balas Nyawa, Tapi Kita Punya Hukum. Paman korban Harman
Dahuri dan pihak keluarga, mengaku sangat terpukul dengan kejadian yang menimpa
keponakannya. Kepada media, Harman mengaku ingin nyawa dibalas nyawa, namun ia menghormati
hukum yang berlaku. "Mau hati nyawa dibalas nyawa, tapi kita tidak mungkin
berlaku demikian, kita punya hukum dinegara ini," kata Harman, Rabu sore
di kediaman rumah Duka di gang Suakmiling RT. 10 RW 04 Kelurahan Timur Indah
Kecamatan gading Cempaka Kota Bengkulu,” ucap tegas Harman. "Kami ingin
pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai aturan yang berlaku," tambah
Harman. Dikatakan Harman, jenazah korban akan dimakamkan di TPU Tanjung Agung
Bukit Macan Kamis pagi (8/2/18).
Sementara itu, sejak berita ini viral dimasyarakat, rasa duka dan ucapan
langsung nitizen dari berbagai media sosial, mulai dari Facebook, Twiterr
hingga watshApp terus diucapkan, mulai dari kalangan masyarakat biasa, para
pejabat hingga kabar berita ini banyak diucapkan berbagai pihak, khususnya
kepada para tim gabungan pihak kepolisian dan relawan yang terlibat dalam
pencarian kurang lebih satu minggu. Tak khayal juga, banyak nitizen yang
memposting foto tersangka di medsos dengan ucapan miris.
// Banyak Spekulasi Motif Menghabisi Korban
Kematian korban Auziah Umi Detra yang
dihabisi pacarnya sendiri, memunculkan banyak spekulasi tentang motif pelaku
hingga nekat menghabisi sang pacar. Dari pemeriksaan awal terhadap jenazah
korban, memang ada dugaan kuat bila korban telah dicabuli sebelum akhirnya
dihabisi oleh pelaku. “Iyaa ada dugaan
seperti itu yaa (dicabuli),,, karena korban dan tersangka ini kan sudah kenal
lama,” terang Dir Reskrim Umum Polda, Kombes Pol. Pudyo Haryono.
Polisi sebenarnya masih terus
mendalami motif aksi keji pelaku, yang rupanya juga merupakan salah satu atlet
cabor karate ini. Di sisi lain, korban diketahui Auzia menggunakan perhiasan
emas berupa cincin dan memiliki smartphone. Diduga hal inilah, yang membuat
pelaku berfikir singkat hingga nekat menghabisi korban.
// Polda
Bengkulu Pastikan Tara Tidak Dimutilasi
Kombes Pol Pudyo Hariono, SH
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda
Bengkulu, Kombes Pol Pudyo Hariono, SH, memastikan jenazah tidak dimutilasi.
“Tidak dimutilasi,” aku DN pelaku pembunuhan saat ditanya Pudyo apakah dia
memutilasi Tara. Terkait kondisi jenazah Tara yang sebagian tubuhnya ada yang
terpisah, Pudyo menyebut sebab lokasi jenazah Tara ditemukan yaitu dialam
terbuka dan dekat dengan air. Sehingga kemungkinan bagian jenazah tersebut ada
yang diserang oleh hewan liar.
“Jadi kalau
ada yang tinggal tulang itu karena kemungkinan dimakan hewan. Itu kan ditemukan
di rawa-rawa,” kata Pudyo. Selain itu, kondisi jenazah yang diperkirakan sudah
lama tewas juga menyebabkan sebagian tubuh jenazah rusak. “Jadi tidak benar itu
kalau ada berita yang menyebut korban mutilasi. Itu tidak benar, tolong
diluruskan,” tegas Pudyo.
// Tara Dibunuh Pakai Palu
Terungkap fakta bahwa Tara dibunuh
menggunakan palu oleh DN (17) yang tak lain adalah pacarnya sendiri. Dir
Reskrimum Polda Bengkulu, Kombes Pol Pudyo Hariono, SH, mengatakan, palu
tersebut ditemukan oleh tim Opsnal Jatanras Polda Bengkulu di kamar kosan DN.
“Iya pakai
palu,” kata DN saat ditanya oleh Dir Reskrimum Polda Bengkulu, Kombes Pol Pudyo
Hariono soal pakai apa dia membunuh Tara. Untuk kepastian dibagian tubuh mana
palu tersebut dihantamkan, Pudyo menyebut pihaknya masih menunggu hasil otopsi
dari pihak RSMY Bengkulu. Data terhimpun, dari TKP penemuan jenazah Tara juga
ditemukan 1 botol Tupperware, helm,
dan sepatu.
// Kamis Siang Tara Dimakamkan
Suasana rumah duka di gang Suakmiling RT. 10
RW 04 Kelurahan Timur Indah, Kota Bengkulu
Pihak keluarga merencanakan pemakaman
Kamis siang (8/2/18) di Pemakaman Umum (TPU) Bukit Bacang, Tanjung Agung. Setelah
korban ditemukan, keluarga, tetangga, teman teman korban berbondong bondong
menuju ke rumah korban di gang Suakmiling RT. 10 RW 04 Kelurahan Timur Indah,
Kota Bengkulu. Saat jenazah korban berhasil ditemukan, situasi rumah korban
ramai dikunjungi keluarga. Siswa SMAN 4 juga terlihat ramai mengunjungi
kediaman Tara.
Menurut
salah satu teman korban yang tidak mau namanya disebutkan mengatakan, proses
belajar mengajar sekolah terpaksa dihentikan karena semuanya ingin mengunjungi
rumah Tara. “Jam pulang sekolah sebenarnya belum selesai, tapi karena
siswa dan para guru ingin mengunjungi rumah teman kami, akhirnya sekolah di
selesaikan,” tutupnya.(tim/SH)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar