Minggu, 11 Februari 2018

7 Kasus Dalam Seminggu, Bengkulu Darurat Orang Hilang

Nama
Foto
Keterangan
Auzia Umi detra
(17 thn)
Alamat: jln.Timur Indah Ujung kota Bengkulu

Sudah Ditemukan (Meninggal Dunia)
Hasyuni (26 thn)
Alamat: Jln.Timur Indah 5 Rt 32 Rw 02 No.12 kota Bengkulu

Sudah Pulang Kerumah
Lorita Nur adiza (14 thn)
Alamat : Teluk Sepang Kota Bengkulu

Belum Ditemukan
Sri Wardani (25 thn)
Alamat : Desa Talang Benih ujung Kab.Rejang Lebong

Tidak Hilang (Berita Hoax)
Dinda Novi Aristi,(15 thn)
Alamat : Jalan Griya kecamatan  Siring agung Lubuk Linggau

Sudah Pulang Kerumah
Tessy Zaleha Putri (20 thn)
Alamat : kota Bengkulu

Sudah Pulang Kerumah
Mentari Nur Hidaya (16 thn)
Alamat : Desa Palak Bengkrung kec.Air Nipis Kab.Bengkulu selatan

Belum Ditemukan
BENGKULU, SH - Akhir-akhir ini banyak informasi tentang orang hilang yang terjadi di Provinsi Bengkulu, baik melapor langsung ke pihak kepolisian hingga viral di media sosial. Salah satu diantaranya Auzia Umi Detra, yang sangat mengemparkan masyarakat Kota Bengkulu  sempat hilang sejak awal bulan februari lalu, ia ditemukan tewas dengan cara yang mengenaskan.
Selanjutnya Hasyuni, Korban yang sudah ditemukan pada Kamis pagi (8/2/18) dalam kondisi lemas dan saat ini sudah berada di rumah keluarganya. Tak hanya kondisi tubuhnya yang ditemukan dalam kondisi lemas, sampai saat ini pihak keluarga juga belum bisa mengetahui, kemana sepeda motor, handphone dan barang-barang milik Hasyuni yang belum ditemukan.

Pasalnya saat ditemukan pada Kamis subuh, Hasyuni tak lagi membawa HP apalagi sepeda motor Yamaha Mio J warna Biru dengan nopol BD 6957 EP yang sebelumnya ia gunakan. Hingga berita ini diturunkan korban sendiri sampai saat ini masih belum bisa dimintai keterangan karena kondisi nya yang lemah.

Sementara pihak kepolisian, juga belum menyimpulkan kejadian apa sebenarnya yang menimpa korban maupun misteri barang-barang korban yang raib. Selanjutnya, Lorita panggilan Rita umur 15 tahun, dinyatakan hilang setelah beberapa hari tidak pulang ke rumah. Menurut orang tua, anaknya dibawa oleh Rahmat alamat disekitar unit 6. Motor vixion biru. Bagi yang kenal maupun bertemu dengan pria ini mohon informasinya segera. Orangtuanya sekarang berada di simpang unit 6.

Selanjutnya, Pelapor atas nama Hermi (25) yang beralamat di desa Palak Bengkrung Kecamatan Air Nipis kabupaten Bengkuli Selatan telah mendatangi ke Polsek Seginim pada Rabu (07/2/18) pukul 12.35. WIB untuk melaporkan Anaknya hilang atas nama Mentari Nurhidaya Binti Ditin Kusnadi (16), pelajar SMUN. 7 Kabupaten Bengkulu Selatan yang beralamat di desa Palak Bengkrung Kecamatan Air Nipis.

Adapun kronologis kejadian yang diceritakan pihak keluarga Hermi ibu korban nmengatakan,  anaknya meninggalkan rumahnya usai berpamitan dengan orang tuanya mau ke sekolah menggunakan pakaian sekolah dan mengendarai sepeda motor matic warna merah dengan nomor polisi BD 4830 MB. Sampai saat ini korban tersebut belum kembali kerumah orang tuanya. Berbagai  upaya telah dilakukan pihak keluarga, mulai dari menanyakan kepada temanya di sekolah yang beralamt di desa Babatan Ulu dan saksi melihat korban pamitan mau ke warnet yang mengendarai motor matic menuju ke arah Manna Bengkulu Selatan serta pencarian dari pihak keluarga sampai  malam. Hingga saat ini belum menemukan korban sehingga korban melaporkan kepolsek Seginim .

Untuk diketahui, korban sendiri memiliki teman dekatnya di Kota Bengkulu, tepatnya di daerah Air Sebakul Kecamatan Selebar atas nama Miko bin Yar. Pihak keluarga sendiri sudah sempat menayakan keberadaan korban  ke saudara  Miko . namun korban belum juga kembil sampai saat kerumah orang tuanya hingga kini.

Pihak keluarga berharap, bagi masyarakat Bengkulu ada yang melihat atau tidak sengaja menemukan keberdaan Mentari di jalan dapat menghubungi nomor kontak keluarga – 083187677559. Keluarga berharap anaknya dapat kembali dengan selamat dan tanpa kekuarangan apapun. 

Selanjutnya, Sri Wardani Wijaya (26) Kelurahan Talang Benih Kecamatan Curup, Kabupaten Rejang Lebong dinyatakan hilang oleh keluarganya, sejak meninggalkan rumah pada Minggu (4/2/18) lalu, hingga saat ini belum diketahui keberadaannya. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Warda saat meninggalkan rumah pada Mimggu sekira pukul 11.00 WIB berpamitan dengan kedua orang tuanya hendak pergi ke pesta temannya, namun hingga sore tiba bahkan malam hari Dia tak kunjung pulang. Pihak keluarga sendiri sempat mencari Warda kesejumlah kerabat dan teman-tamannya, bahkan mempostingnya ke berbagai media sosial, seperti Facebook dan Instagram, namun hingga saat ini keberadaan Warda belum juga diketahui.

Hingga berita ini diterbitkan pihak kelurag belum dapat dikonfirmasi, namun salah satu akun Facebook dengan nama profil Ky Doank Bin KosTituante, menuliskan bagi  yang menemukan/ mengetahui keberadaan Warda dapat menghubungi pihak keluarga di nomor 085377320992 atas nama Mira. Kapolres Rejang Lebong AKBP Napitupulu Yogi Yusuf melalui Kasat Reskrim AKP Chusnul Qomar, Kamis (8/2/18) membenarkan informasi tersebut, saat ini pihaknya berupaya mencari keberadaan Warda. "Kita telah menjemput pihak keluarga untuk dimintai keterangan, kita akan mencoba mencari keberadaan yang bersangkutan," singkat AKP Chusnul.

Sementara itu, Kapolda Bengkulu Brigjen Pol. Choki Manurung mengimbau masyarakat, khususnya di Kota Bengkulu  agar tidak sembarangan mempostinga ataupun menyebar unformasi palsu alias hoax di tengah masyarakat, sebab dapat memancing keresahan hingga ketakutan. Oleh karena itu masyarakat diminta bijak dalam menggunakan media sosial.

“Kalau ada info orang hilang, pihak kelaurag dapat menghubungi pihak kepolisian terdekat,” ucap kapolda saat datang ke rumah duka Auzia kemarin pagi. Kapolda berjanji setiap kasus yang telah dilaporkan ke pihak kepolisian akan segera ditindak lanjuti dengan tuntas. Kapolda berharap, jika ada informasi orang hilang, pihak keluarga dapat segera melaporkannya ke pihak kepolisian, bukan menyebar di media sosail yang dapat memancing keresahan.

Kapolda minta, kejadian yang menimpa Auzia Umi Detra siswi SMAN. 4 korban pembunuhan oleh pacarnya sendiri dapat dijadikan pelajaran berharga untuk dapat senantiasa mengawasi anak-anak diluar rumah dan mengontrol kegiatan keseharian anak. Jadilah orang tua yang siaga untuk keluarga. Sebab anak usia remaja cenderung labil dan perlu perhatian lebih. “orang tua jangan mudah percaya begitu saja dengan orang-orang dekat anak, harus paham betul siapa temannya dan kemana perjalannnya”, tutup kapolda. (Frj)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar