|
Nama
|
Foto
|
Keterangan
|
|
Auzia Umi detra
(17 thn)
Alamat: jln.Timur
Indah Ujung kota Bengkulu
|
|
Sudah Ditemukan
(Meninggal Dunia)
|
|
Hasyuni (26 thn)
Alamat: Jln.Timur Indah 5
Rt 32 Rw 02 No.12 kota Bengkulu
|
|
Sudah Pulang Kerumah
|
|
Lorita Nur adiza (14 thn)
Alamat : Teluk Sepang
Kota Bengkulu
|
|
Belum Ditemukan
|
|
Sri Wardani (25 thn)
Alamat : Desa Talang
Benih ujung Kab.Rejang Lebong
|
|
Tidak Hilang (Berita Hoax)
|
|
Dinda Novi Aristi,(15
thn)
Alamat : Jalan Griya
kecamatan Siring agung Lubuk Linggau
|
|
Sudah Pulang Kerumah
|
|
Tessy Zaleha Putri (20
thn)
Alamat : kota Bengkulu
|
|
Sudah Pulang Kerumah
|
|
Mentari Nur Hidaya (16
thn)
Alamat : Desa Palak
Bengkrung kec.Air Nipis Kab.Bengkulu selatan
|
|
Belum Ditemukan
|
BENGKULU, SH - Akhir-akhir ini
banyak informasi tentang orang hilang yang terjadi di Provinsi Bengkulu, baik
melapor langsung ke pihak kepolisian hingga viral di media sosial. Salah satu
diantaranya Auzia Umi Detra, yang sangat mengemparkan masyarakat Kota
Bengkulu sempat hilang sejak awal bulan
februari lalu, ia ditemukan tewas dengan cara yang mengenaskan.
Selanjutnya Hasyuni, Korban yang
sudah ditemukan pada Kamis pagi (8/2/18) dalam kondisi lemas dan saat ini sudah
berada di rumah keluarganya. Tak hanya kondisi tubuhnya yang
ditemukan dalam kondisi lemas, sampai saat ini pihak keluarga juga belum bisa
mengetahui, kemana sepeda motor, handphone dan barang-barang milik Hasyuni yang
belum ditemukan.
Pasalnya saat ditemukan pada Kamis
subuh, Hasyuni tak lagi membawa HP apalagi sepeda motor Yamaha Mio J warna Biru
dengan nopol BD 6957 EP yang sebelumnya ia gunakan. Hingga berita ini
diturunkan korban sendiri sampai saat
ini masih belum bisa dimintai keterangan karena kondisi nya yang lemah.
Sementara pihak kepolisian, juga
belum menyimpulkan kejadian apa sebenarnya yang menimpa korban maupun misteri
barang-barang korban yang raib. Selanjutnya, Lorita
panggilan Rita umur 15 tahun, dinyatakan hilang setelah beberapa hari tidak
pulang ke rumah. Menurut orang tua, anaknya dibawa
oleh Rahmat alamat disekitar unit 6. Motor vixion biru. Bagi yang kenal maupun
bertemu dengan pria ini mohon informasinya segera. Orangtuanya sekarang berada
di simpang unit 6.
Selanjutnya, Pelapor atas nama Hermi (25) yang beralamat di
desa Palak Bengkrung Kecamatan Air Nipis kabupaten Bengkuli Selatan telah
mendatangi ke Polsek Seginim pada Rabu (07/2/18) pukul 12.35. WIB untuk
melaporkan Anaknya hilang atas nama Mentari Nurhidaya Binti Ditin Kusnadi (16),
pelajar SMUN. 7 Kabupaten Bengkulu Selatan yang beralamat di desa Palak
Bengkrung Kecamatan Air Nipis.
Adapun kronologis kejadian yang diceritakan pihak keluarga
Hermi ibu korban nmengatakan, anaknya
meninggalkan rumahnya usai berpamitan dengan orang tuanya mau ke sekolah
menggunakan pakaian sekolah dan mengendarai sepeda motor matic warna merah
dengan nomor polisi BD 4830 MB. Sampai saat ini korban tersebut belum kembali
kerumah orang tuanya. Berbagai upaya
telah dilakukan pihak keluarga, mulai dari menanyakan kepada temanya di sekolah
yang beralamt di desa Babatan Ulu dan saksi melihat korban pamitan mau ke
warnet yang mengendarai motor matic menuju ke arah Manna Bengkulu Selatan serta
pencarian dari pihak keluarga sampai
malam. Hingga saat ini belum menemukan korban sehingga korban melaporkan
kepolsek Seginim .
Untuk diketahui, korban sendiri memiliki teman dekatnya di
Kota Bengkulu, tepatnya di daerah Air Sebakul Kecamatan Selebar atas nama Miko
bin Yar. Pihak keluarga sendiri sudah sempat menayakan keberadaan korban ke saudara
Miko . namun korban belum juga kembil sampai saat kerumah orang tuanya
hingga kini.
Pihak keluarga berharap, bagi masyarakat Bengkulu ada yang
melihat atau tidak sengaja menemukan keberdaan Mentari di jalan dapat
menghubungi nomor kontak keluarga – 083187677559. Keluarga berharap anaknya
dapat kembali dengan selamat dan tanpa kekuarangan apapun.
Selanjutnya, Sri Wardani Wijaya (26)
Kelurahan Talang Benih Kecamatan Curup, Kabupaten Rejang Lebong dinyatakan
hilang oleh keluarganya, sejak meninggalkan rumah pada Minggu (4/2/18) lalu,
hingga saat ini belum diketahui keberadaannya. Berdasarkan
informasi yang dihimpun, Warda saat meninggalkan rumah pada Mimggu sekira pukul
11.00 WIB berpamitan dengan kedua orang tuanya hendak pergi ke pesta temannya,
namun hingga sore tiba bahkan malam hari Dia tak kunjung pulang. Pihak keluarga sendiri sempat mencari Warda kesejumlah
kerabat dan teman-tamannya, bahkan mempostingnya ke berbagai media sosial,
seperti Facebook dan Instagram, namun hingga saat ini keberadaan Warda belum
juga diketahui.
Hingga berita ini diterbitkan pihak
kelurag belum dapat dikonfirmasi, namun salah satu akun Facebook dengan nama
profil Ky Doank Bin KosTituante, menuliskan bagi yang menemukan/
mengetahui keberadaan Warda dapat menghubungi pihak keluarga di nomor
085377320992 atas nama Mira. Kapolres Rejang Lebong
AKBP Napitupulu Yogi Yusuf melalui Kasat Reskrim AKP Chusnul Qomar, Kamis
(8/2/18) membenarkan informasi tersebut, saat ini pihaknya berupaya mencari
keberadaan Warda. "Kita telah
menjemput pihak keluarga untuk dimintai keterangan, kita akan mencoba mencari
keberadaan yang bersangkutan," singkat AKP Chusnul.
Sementara itu,
Kapolda Bengkulu Brigjen Pol. Choki Manurung mengimbau masyarakat, khususnya di
Kota Bengkulu agar tidak sembarangan
mempostinga ataupun menyebar unformasi palsu alias hoax di tengah masyarakat,
sebab dapat memancing keresahan hingga ketakutan. Oleh karena itu masyarakat
diminta bijak dalam menggunakan media sosial.
“Kalau ada info orang
hilang, pihak kelaurag dapat menghubungi pihak kepolisian terdekat,” ucap
kapolda saat datang ke rumah duka Auzia kemarin pagi. Kapolda berjanji setiap kasus yang telah dilaporkan ke
pihak kepolisian akan segera ditindak lanjuti dengan tuntas. Kapolda berharap,
jika ada informasi orang hilang, pihak keluarga dapat segera melaporkannya ke
pihak kepolisian, bukan menyebar di media sosail yang dapat memancing
keresahan.
Kapolda minta,
kejadian yang menimpa Auzia Umi Detra siswi SMAN. 4 korban pembunuhan oleh
pacarnya sendiri dapat dijadikan pelajaran berharga untuk dapat senantiasa
mengawasi anak-anak diluar rumah dan mengontrol kegiatan keseharian anak.
Jadilah orang tua yang siaga untuk keluarga. Sebab anak usia remaja cenderung labil
dan perlu perhatian lebih. “orang tua jangan mudah percaya begitu saja dengan
orang-orang dekat anak, harus paham betul siapa temannya dan kemana
perjalannnya”, tutup kapolda. (Frj)







Tidak ada komentar:
Posting Komentar