Kepala Cabang BSM
Bengkulu, Iswahyudi
BENGKULU, SH –
Kurang lebih selama 1 tahun Kas Daerah (KASDA) Kota Bengkulu dikelola oleh Bank
Syariah Mandiri (BSM). Tahun ini kasda resmi dipindahkan ke Bank bengkulu oleh
Penjabat Walikota Bengkulu, Budiman Ismaun. Padahal perjanjian Kerja Sama (PKS)
antara pihak BSM dan pihak Pemerintah Kota Bengkulu sebenarnya berdurasi selama
3 tahun, yakni terhitung dari 16 Januari 2017 lalu hingga 31 Desember 2019
mendatang. Kebijakan tak hayal mengundang tanda tanya, namun belakangan
diketahui, jika pemindahan ini merupakan permintaan langsung dari Plt Gubernur Rohidin
Mersyah, sesaat setelah melantik Budiman sebagai Penjabat Walikota di tanggal
22 Januari lalu.
Pemindahan Kasda ini ditanggapi terbuka oleh Kepala
Cabang BSM Bengkulu, Iswahyudi. Menurutnya sampai saat ini, belum ada
pembahasan dari pihak Pemerintah Kota Bengkulu kepada pihaknya. Bahkan
Iswahyudi mengaku dirinya mengetahui rencana pemindahan Kasda hanya dari media
massa.
“Belum ada pembicaraan resmi
dari Pemerintah Kota Bengkulu, saya juga tahu dari media massa,” ujarnya.
Iswahyudi pun berharap wacana pemindahan Kasda tidak
menimbulkan polemik. Ia mengharapkan adanya komunikasi yang baik dari
Pemerintah Kota, sehingga tak menimbulkan polemik hingga ke BSM Pusat, lantaran
ditakutkan nantinya ada pandangan yang menganggap Pemerintah Kota Bengkulu memutuskan
hubungan kerja secara sepihak.
“Baiknya ada komunikasi yang baik terlebih dahulu,
sehingga tak menimbulkan polemik berkepanjangan, takutnya orang luar menyangka
pemutusan kerja sama itu dilakukan secara sepihak,” tutup Iswahyudi.
Sementara itu, Penjabat Walikota Bengkulu, Budiman
Ismaun, pemindahan Kasda ini, pihaknya telah menyiapkan Tim Kas Daerah Kota
Bengkulu yang kini masih berada di Bank Syariah Mandiri (BSM). Budiman mengaku
mendapatkan instruksi langsung dari Plt Gubernur untuk memindahkan kas daerah
tersebut.
Menurutnya pemindahan Kasda ini tak lain merupakan sebuah
langkah untuk memajukan Bank Bengkulu, yang memang merupakan bank milik
masyarakat Bengkulu. Selain itu, budiman juga mengaku pihaknya akan membentuk
tim kajian, yang berisikan dari Pemerintah Kota Bengkulu dan dari Bank
Bengkulu.
“Kas Daerah baru dibentuk tim
kajian, baik dari Pemerintah Daerah dan juga Bank Bengkulu, tak lain untuk
memajukan Bank Bengkulu, itu Bank kita, harus kita dukung agar semakin besar,”
ujar Budiman Ismaun.
Sebagaimana diketahui, sebelum berada di Bank Syariah
Mandiri (BSM), Kasda memang sempat berada di Bank Bengkulu. Namun di era
kepemimpinan Walikota Helmi Hasan, pengelolaan kas daerah dipindahkan sebanyak
2 kali, yakni ke Bank BRI, dan kemudian dipindahkan ke Bank Syariah Mandiri. (Frj)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar