Senin, 12 Februari 2018

Aksi Kebut-Kebutan Ala Film The Fast And The Furious

// Anggota Kepolisian Polda Bengkulu Dan Polres Bengkulu Memperagakan Aksinya Guna Untuk Antisipasi Dalam (Sispamkot) 
Simulasi saat pengejaran tersangka
BENGKULU,SH - Dimulai dengan baku tembak hingga aksi kebut-kebutan ala film The Fast and the Furious, anggota kepolisian Polda Bengkulu dan Polres Bengkulu memperagakan aksinya dalam melakukan penangkapan pengunjuk rasa anarkis.
Hal itu terjadi saat simulasi sistem pengamanan kota (sispamkot) dalam rangka mengantisipasi, menanggulangi serta mengendalikan gangguan kamtibmas dalam bentuk massal, khususnya unjuk rasa anarkis pada saat tahapan Pilkada  Bengkulu 2018,  Kamis (08/02/18) di Kawasan Pantai Panjang Bengkulu. 
Hasil pantauan media bahwa ini,aksi yang diperagakan anggota kepolisian ini membuat detak kagum orang-orang yang menyaksikannya. Diperlukan keahlian khusus dalam memperagakan aksi tersebut, karena sangat berbahaya dan ekstrem.
Kesiapsiagaan personel Polda Bengkulu dan Polres Bengkulu dalam Pilkada 2018 mendatang nampaknya telah siap mengantisipasi segala kemungkinan ancaman.
simulasi saat Situasi semakin memanas
Yang mana di peragakan juga aksi massa yang seolah terlibat bentrok dengan polisi. Massa menolak hasil perhitungan suara pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Bengkulu. Mereka menganggap KPU Kota berpihak kepada salah satu calon pasangan wali kota dan wakil wali kota Bengkulu. Situasi sempat memanas, massa semakin anarkis dan melempari petugas dengan botol, batu dan kayu. Petugas mengerahkan kendaraan taktis dan meyemprotkan water canon ke arah pengunjuk rasa. 
Massa berhamburan menghindari semprotan air. Petugas berhasil memukul mundur pengunjuk rasa hingga membubarkannya. Massa anarkis berhasil diamankan petugas. Hingga penjinakan bom juga dilakukan oleh petugas. 
Itulah yang tergambar dalam simulasi sistem pengamanan kota (Sispamkot), yang digelar jajaran Polda Bengkulu dan Polres Bengkulu di Kawasan Pantai Panjang Bengkulu, Kamis (08/02/18).
Simulasi terebut berjalan dengan lancar. "Kita butuh latihan atau simulasi saat pengamanan Pilkada Juni 2018 mendatang, terkait unjuk rasa anarkis, teror dan lain sebagainya." kata Kombes Pol Raden Slamet Santoso, SH, S.IK, MH.
Ia mengatakan, dalam pilkada Juni 2018 mendatang, sedikitnya ada 2000 personel gabungan dikerahkan dalam pengamanan pilkada.
"Dalam simulasi ada 6 adegan yang diperagakan, ini dilakukan agar personel siap saat melakukan pengamanan pilkada nantinya." sampainya. 

Lanjutnya."Kemampuan personel sangat mempengaruhi dalam pengamanan nantinya, sehingga kekompakan dan sinergitas mereka perlu dilatih." tandasnya. (pau)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar