![]() |
| Gubenur Bengkulu Rohidin Mersyah berkolaborasi bersama Aisya |
BENGKULU, SH - Siapa tidak kenal, dengan bocah cantik,
imut dan mengemaskan dan piawai dalam menabuh drum. Ya.. dia adalah Aisya
Soraya Zahira (10), Drummer anak perempuan asli Bengkulu ini akhirnya berhasil
memecahkan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Bermain Drum Terlama
selama 10 jam 6 menit 15 detik di Graha Pena RB, Minggu pagi (30/12/18).
Tak
kalah uniknya, Aisya mampu berkolaborasi bersama Gubenur Bengkulu Rohidin
Mersyah dalam mnyanyikan lagu-lagu
Daerah Bengkulu Selatan Sekundang Setungguan dan Kolam Susu KoesPlus.
Gubernurpun mengaku bangga dan sangat menyampaikan apresiasi dan sangat kagum
dengan Aisya. Sebab, selain memiliki kemampuan seni yang bagus ia juga memiliki
stamina yang prima.
“Prestasi
seperti ini, tidak hanya sebagai rekor melainkan, Aisya muncul sebagai sosok
baru bahkan bisa melegenda. Terus semangat berlatih Ananda Aisya dan jangan
lupa belajar dan berprestasi disekolah,” ujar Rohidin.
Aisya
telah mengharumkan nama Kota Bengkulu dan telah mengenalkan Bengkulu ke dunia
internasional, sebagai wujud perhatian, Pemerintah Kota Bengkulu akhirnya
memberikan 1 unit laptop untuk Aisya.
Sebelumnya,
Ibu Aisya, Endang Titin mengatakan putrinya sempat belajar beberapa alat musik.
Dan akhirnya, sejak satu tahun lalu, mendalami ilmu bermain drum. Dilatih oleh
Mas Ben, Aisyah yang baru berusia 10 tahun itu ternyata sangat antusias belajar
drum.
“10
jam 6 menit 15 detik itu adalah usia Aisya yang baru 10 tahun 6 bulan 15 hari,”
ungkap Endang.
Untuk
diketahui, rekor sementara bermain drum terlama pernah dipecahkan oleh drumer
cilik pria. Namun, ia hanya bermain selama tiga jam. Artinya Aisya telah
mencatatkan nama pemain drum cilik terlama.
Berdasarkan pantauan
dilapangan, beberapa jam hingga rekor dipecahkan, Aisya sudah tampak kelelahan
setelah berjam-jam menabuh drum. Namun pada menit-menit akhir, performa Aisya
makin menjadi dan mampu memukau penonton. Banyak pujian warga dilontarkan untuk
bocah cilik ini.
“Terimakasih untuk
orangtua saya, dan semua yang sudah mendukung saya,” ucap Aisya.
Penyerahan rekor dilakukan
perwakilan MURI, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah dan Wakil Walikota Bengkulu,
Dedy Wahyudi.(frj)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar