Senin, 07 Januari 2019

Dedy: Masyarakat Harus Berpikir Positif, Singkatan HD Bukan Politis


BENGKULU, SH - Beberapa hari belakangan ini, singkatan HD tengah berpolemik ditengah masyarakat. Singkatan tersebut selalu dihubungkan dengan nama Walikota dan Wakil Walikota Bengkulu, Helmi-Dedy. Padahal singkatan tersebut tidak semata-mata mengandung unsur politis akan tetapi makna didalamnya adalah sebuah Harapan dan Doa.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi SE MM mengaku, singkatan HD jangan selalu dikaitkan dengan unsur politis. Karena singkatan tersebut hanyalah untuk mendukung kemajuan di Kota Bengkulu. Seperti nama rumah sakit Kota Bengkulu yang telah menjadi Rumah Sakit HD itu maksudnya Harapan dan Doa, tujuannya agar harapan dan doa masyarakat untuk kesembuhan dapat dikabulkan Allah. Begitu juga dengan HD City dan HD Oto, kedua nama aplikasi tersebut bertujuan agar seluruh insan mendapatkan hidayah, harapan, dan doa yang lebih baik.

"Masyarakat harus berbaik sangka, harus selalu berpikir positif," kata Dedy, Kamis pagi (3/1/19).

Dedy mengaku, singkatan HD tidak perlu dipermasalahkan ataupun didebatkan. Karena masih banyak masalah yang harus diselesaikan dalam menata Kota Bengkulu menjadi lebih lagi. Salah satunya bersama-sama mendukung kemajuan di Kota tercinta ini.

"Saya rasa tidak perlu mendebatkan singkatan HD, fokus kita itu bagaimana menata Kota menjadi lebih baik," ungkap Dedy.

Terkait isu singkatan HD yang masih saja dipermasalahkan oleh sebagian orang di Kota Bengkulu, Ia mengaku, tidak akan berhenti memberikan singkatan HD pada setiap hasil kerja nyata yang dilakukannya. Bahkan pihaknya juga akan menambah HD Tower dan HD Park di Kota Bengkulu.

"Kami bekerja untuk rakyat, dipilih juga oleh rakyat, kalau ada orang yang tidak suka itu biasa saja, yang pasti kami akan terus membangun Kota Bengkulu menjadi lebih baik," tutupnya.

Pakar Politik Universitas Bengkulu, Drs. Azhar Marwan, MSi, mengaku, singkatan HD tidak bisa digeneralisasi jika itu adalah Helmi-Dedy. Memang selama kampanye Walikota dan Wakil Walikota ini menggunakan singkatan tersebut, akan tetapi tidak bisa hal tersebut langsung disamakan sebagai nama mereka berdua.

"Saya rasa tidak bisa kita langsung menuduh begitu, kita tau RM itu dulu singkatan untuk eks Gubernur Bengkulu, Ridwan Mukti, tapi banyak juga RM yang maksudnya Rumah Makan, apa seluruh rumah makan itu yang suruh beri nama Ridwan Mukti, kan tidak," ujar Azhar.

Pihaknya berpikir, diperlukan pemikiran yang jernih dan tidak langsung mengklaim mentah-mentah. Tetapi harus dilihat sisi positif yang dilakukan oleh Pimpinan Daerah tersebut. Jika HD adalah unsur politis, maka sangat tidak masuk akal, sementara pasangan ini sudah menjadi Walikota dan Wakil Walikota. 

"Kalau mau bawa-bawa politis biasanya dilakukan sebelum menjadi, kalau sudah jadi maka bukan itu, harusnya yang kita nilai itu kinerjanya bukan singkatannya, kan ini lucu," tutupnya.(frj)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar