BENGKULU, SH -
Beberapa hari belakangan ini, singkatan HD tengah berpolemik ditengah
masyarakat. Singkatan tersebut selalu dihubungkan dengan nama Walikota dan
Wakil Walikota Bengkulu, Helmi-Dedy. Padahal singkatan tersebut tidak
semata-mata mengandung unsur politis akan tetapi makna didalamnya adalah sebuah
Harapan dan Doa.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi SE MM
mengaku, singkatan HD jangan selalu dikaitkan dengan unsur politis. Karena
singkatan tersebut hanyalah untuk mendukung kemajuan di Kota Bengkulu. Seperti
nama rumah sakit Kota Bengkulu yang telah menjadi Rumah Sakit HD itu maksudnya
Harapan dan Doa, tujuannya agar harapan dan doa masyarakat untuk kesembuhan
dapat dikabulkan Allah. Begitu juga dengan HD City dan HD Oto, kedua nama
aplikasi tersebut bertujuan agar seluruh insan mendapatkan hidayah, harapan,
dan doa yang lebih baik.
"Masyarakat harus berbaik sangka, harus selalu berpikir
positif," kata Dedy, Kamis pagi (3/1/19).
Dedy mengaku, singkatan HD tidak perlu dipermasalahkan ataupun
didebatkan. Karena masih banyak masalah yang harus diselesaikan dalam menata
Kota Bengkulu menjadi lebih lagi. Salah satunya bersama-sama mendukung kemajuan
di Kota tercinta ini.
"Saya rasa tidak perlu mendebatkan singkatan HD, fokus kita itu
bagaimana menata Kota menjadi lebih baik," ungkap Dedy.
Terkait isu singkatan HD yang masih saja dipermasalahkan oleh sebagian
orang di Kota Bengkulu, Ia mengaku, tidak akan berhenti memberikan singkatan HD
pada setiap hasil kerja nyata yang dilakukannya. Bahkan pihaknya juga akan
menambah HD Tower dan HD Park di Kota Bengkulu.
"Kami bekerja untuk rakyat, dipilih juga oleh rakyat, kalau ada
orang yang tidak suka itu biasa saja, yang pasti kami akan terus membangun Kota
Bengkulu menjadi lebih baik," tutupnya.
Pakar Politik Universitas Bengkulu, Drs. Azhar Marwan, MSi, mengaku,
singkatan HD tidak bisa digeneralisasi jika itu adalah Helmi-Dedy. Memang
selama kampanye Walikota dan Wakil Walikota ini menggunakan singkatan tersebut,
akan tetapi tidak bisa hal tersebut langsung disamakan sebagai nama mereka
berdua.
"Saya rasa tidak bisa kita langsung menuduh begitu, kita tau RM itu
dulu singkatan untuk eks Gubernur Bengkulu, Ridwan Mukti, tapi banyak juga RM
yang maksudnya Rumah Makan, apa seluruh rumah makan itu yang suruh beri nama
Ridwan Mukti, kan tidak," ujar Azhar.
Pihaknya berpikir, diperlukan pemikiran yang jernih dan tidak langsung
mengklaim mentah-mentah. Tetapi harus dilihat sisi positif yang dilakukan oleh
Pimpinan Daerah tersebut. Jika HD adalah unsur politis, maka sangat tidak masuk
akal, sementara pasangan ini sudah menjadi Walikota dan Wakil Walikota.
"Kalau mau bawa-bawa politis biasanya dilakukan sebelum menjadi,
kalau sudah jadi maka bukan itu, harusnya yang kita nilai itu kinerjanya bukan
singkatannya, kan ini lucu," tutupnya.(frj)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar