![]() |
| Pasangan Ridwan Mukti dan Rohidin Mersyah saat kampanye 2016 lalu (doc.net) |
BENGKULU, SH – Presiden Joko Widodo resmi
melantik Rohidin Mersyah sebagai Gubernur Bengkulu definitif. Pelantikan yang
berlangsung di Istana Negara itu bersamaan dengan pelantikan Gubernur Riau, Wan
Thamrin Hasyim. Rohidin Mersyah menjadi Gubernur Bengkulu untuk lebih kurang 2
tahun sisa masa jabatan, sampai 2021. Senin pagi (10/12/18)
Sebelumnya, Rohidin adalah wakil
Gubernur Bengkulu yang berstatus Pelaksana Tugas (Plt) gubernur. Rohidin
Mersyah terpilih sebagai Wakil Gubernur ketika berpasangan dengan Ridwan Mukti
di Pilgub Bengkulu 2016 lalu, akrab disebut pasangan RM2. Namun baru setahun
menjabat Gubernur Ridwan Mukti harus mendekam di penjara karena di OTT KPK
karena menerima suap. Atas insiden itu presiden memberhentikan sementara Ridwan
Mukti dan mengangkat Rohidin sebagai Plt. Lebih kurang 1,5 tahun berperkara
akhirnya status hukum Ridwan Mukti incraht Rohidin pun diangkat menjadi
gubernur.
Pasangan ini sebelumnya mengusung tagline kampanye “Maju Bersama Harapan
Rakyat” yang kemudian dituangkan dalam visi kampanye “Mewujudkan Bengkulu Maju,
Sejahtera, Bermartabat dan Berdaya Saing Tinggi” dan 17 misi pembangunan untuk
Provinsi Bengkulu. Dalam beberapa kesempatan kampanye, tagline dan visi-misi
inilah yang selalu dinarasikan baik dalam bentuk langsung maupun melalui alat
peraga kampanye berupa brosur, stiker, kalender, dan medium kampanye
lainnya.
Namun dari 17 item janji itu, pasangan RM2 lebih memprioritaskan pada
pembangunan sektor maritim dan tata kelolah birokrasi. Dalam berbagai
kesempatan janji-janji itu selalu diucap ulang untuk menyakinkan publik. Begitu
juga setelah menjabat, bahkan secara khusus Rohidin Mersyah selalu mengingatkan
dalam berbagai kesempatan untuk bersama-sama mengawal janji yang telah beliau
ucap berdua.
“saya kira tidak prematur ketika publik menagih janji itu dan tidak
berlebihan juga karena mereka sudah menjalani amanat rakyat selama 3 tahun
lebih, walaupun sempat pincang karena kasus korupsi tapi itu tanggungjawab
bersama, tidak boleh berdalih” Kata Taufik Hidayat, aktifis Gempur Bengkulu
Menurut Taufik janji kampanye harus diwujudkan karena janji itu adalah
sumpah dan ter-regulasi dalam persyaratan calon. Begitu juga pada saat
pengucapan sumpah janji jabatan visi misi juga dilafalkan. Janji kampanye bukan
hanya soal tanggungjawab moral namun juga tanggungjawab hukum. Taufik
menyarankan harus ada paparan indikator yang disajikan kepada publik agar janji
kampanye dapat diukur.
“ini penting agar janji tidak hanya tinggal janji, nanti publik kan bisa
menilai kapasitas pemimpin yang mereka pilih dalam sebuah hajatan demokrasi
pemilu. Kalu saya memberikan penilaian belum ada satupun dari 17 janji kampanye
itu yang sudah terwujud secara nyata. bahkan kesimpulan saya bengkulu dalam 3
tahun terakhir mengalami stagnasi dalam pembangunan” Kata Taufik
Kebuntuan yang dimaksud, minimnya serapan anggaran, tata kelolah
birokrasi yang belum menunjukan angka yang belum sehat. Termasuk program sektor
maritim yang jadi prioritas juga turut dipertanyakan.
“Saya juga bingung platform pembangunan sektor martim
yang dimaksud itu mode-nya seperti apa, atau itu cocok-cocokan
dengan skala prioritas pembangunan nasional ala Jokowi. Sampai saat ini saya
tidak melihat indikator pembangunan sektor maritim baik dalam bentuk anggaran
maupun dalam bentuk kebijakan” Ujar Taufik.
Gubernur Rohidin masih memiliki waktu yang relatif cukup untuk
memaksimalkan target capaian janji kampanyenya yang diucapkan 3 tahun lalu.
Masih ada waku lebih kurang 2 tahun masa jabatan yang akan diemban.
“saya kira wajar saja kalau publik pesimis, sudah 3 tahun berjalan saya
melihat pemerintahan ini berjalan sangat normatif dan terlalu kaku sehingga
menimbulkan kebuntuan ide pembangunan, mudah-mudahan 2 tahun kedepan beliau
(Rohidin-red) dapat menampilkan gebrakan untuk menuju bengkulu lebih berkemajuan
sesuai dengan visi mereka, dan terakhir saya ingin mengucapkan selamat kepada
pak Rohidin Mersyah” Tutup Taufik
Berikut daftar janji
kampanye pasangan Ridwan Mukti-Rohidin Mersyah di Pilgub Bengkulu Tahun
2016
1. Mewujudkan
pemerintahan yang baik dan bersih melalui reformasi tata kelola birokrasi
2. Mewujudkan
sistem pengelolaan APBD yang akuntabel, transparan, dan berorientasi pada
pelayanan publik
3. Meningkatkan
kualitas dan kuantitas layanan dasar
4. Meningkatkan
dan memantapkan kapasitas infrastruktur dasar
5. Meningkatkan
daya saing dan iklim investasi daerah
6. Mewujudkan
aparatur yang bersih dan berwibawa
7. Mewujudkan
pola pengelolaan sumberdaya alam yang berkeadilan dan berkelanjutan
8. Meningkatkan
kapasitas infrastruktur strategis dan berdaya saing
9. Mewujudkan
pembangunan kepariwisataan yang tangguh dan berdaya saing
10. Mewujudkan
pembangunan Kemaritiman yang integratif dan berdaya saing
11. Pemberdayaan
Perempuan dan Perlindungan Anak
12. Mewujudkan
pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan
13. Meningkatkan
daya saing Kepemudaan dan Keolahragaan
14. Menanggulangi
Kemiskinan dan Ketertinggalan
15. Meningkatkan
Peranan Usaha Kecil, Menengah dan Koperasi (UKMK
16. Meningkatkan
infrastruktur dibidang Informasi dan Telematika Globalisasi menuntut adanya
kecukupan infrastruktur informasi dan telematika yang memungkinkan Bengkulu
menjadi bagian integral dari sistem informasi glob
17. Meningkatkan
kerukunan kehidupan umat beragama Bengkulu merupakan miniatur Indonesia yang di
dalamnya terdiri dari berbagai suku, agama, dan golongan dengan beragam
kepentingan.(frj)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar