BENGKULU, SH - Kecanggihan teknologi
informatika tidak bisa di anggap remeh. Banyaknya orang mahir dalam teknologi
justru membahayakan nyawa manusia. Membuat frekuensi jaringan ilegal. seperti
frekuensi Radio dapat digunakan semua sektor kehidupan. Salah satunya,
televisi, personal komunikasi, pelayaran, penerbangan hingga meteorologi
sekalipun.
Kendati demikian, bila melihat frekuensi
jaringan ilegal masih cukup marak adanya. Dampaknya hingga membunuh manusia.
Seperti penerbangan pesawat tidak diperbolehkan penumpangnya untuk menghidupkan
HP.
Frekuensi jaringan operator seluler kecil.
Tapi tidak menutup kemungkinan dapat membahayakan manusia. Hal yang paling
membahayakan bagi para nelayan pelayaran kapal perikanan khususnya di Bengkulu. Balai Monitor SFR (Balmon) Kelas II Bengkulu
memberikan edukasi dan pengetahuan bagi para nelayan di bumi rafflesia.
“Nelayan saat berlayar sering penggunaan
radio siaran agar tidak bosan. Tapi dampaknya sangat bahaya meskipun
dibawah 10 frekuensi sekalipun,” jelasnya Kepala Balmon kelas II Bengkulu Edi
Kustoro pada pewarta, Kamis pagi (29/11/18).
Edi mengatakan, bila mereka sudah terlanjur
berlayar nanti terjadi yang tidak di inginkan,. Oleh karena itu, dampaknya pada
saat laut gelombang tinggi lalu penyalahgunaan spektrum frekuensi radio dan
nelayan tidak dilengkapi alat komunikasi marabahaya jadinya tenggelam (meninggal).
“Kita
tidak bisa melihat jumlahnya frekuensi yang ilegal. Yang pasti banyak dan
mengurus izin dengan kita juga banyak. Penggunaan frekuensi radio amatir tidak
diperbolehkan. Maka dari sosialisasi ini kita beri tau para nelayan,”
tutupnya.(frj)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar