Minggu, 02 Desember 2018

2019, Gedung Balai Buntar Tampilan Baru



Top of Form
Bottom of 
BENGKULU, SH -  Saat ini kondisi gedung Balai Buntar sempat tidak sedap dipandang dan mengalami kerusakan di beberapa titik karena kurangnya pemeliharaan. 

Pemerintah Daerah Provinsi Bengkulu pada APBD 2018 lalu berinisiatif mengalokasikan dana untuk melakukan renovasi gedung secara total. Proyek renovasi ini adalah yang pertama sejak gedung balai buntar berdiri selebihnya hanya dilakukan perbaikan-perbaikan kecil. Tidak tanggung-tanggung Pemprov menggelontorakan Rp 8 miliar lebih untuk mempercantik salah satu ikon Provinsi Bengkulu ini.

Kontraktor pelaksana, PT Jasa Cerah Mentari mengungkapkan kepada media ini bahwa target pekerjaan akan selesai sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Proyek yang dimulai sejak Juli lalu ini rencananya akan segera di serah terimakan bulan Desember mendatang. 

“Insyallah pekerjaan sesuai dengan kontrak, tinggal pekerjaan finishing, tahun depan sudah bisa kembali digunakan masyarakat dan lebih nyaman dari sebelumnya” Kata Aprianto, Direktur Utama PT Jasa Cerah Mentari, Senin, 26 pagi (26/11/18) 

Informasi yang berhasil dihimpun, renovasi yang dikerjakan kontraktor asal Kota Bengkulu ini meliputi renovasi tampilan depan dari yang semula berbentuk tanggal lebar menjadi bangunan berbentuk balkon. Demikian juga dengan tampilan kiri, kanan, dan belakang diganti dengan bangunan balkon yang berpenampilan minimalis. Bagian dalam gedung juga mengalami perbaikan total, tempat duduk tribun atas dari semula berbahan material kramik menjadi lantai berbahan granit. 

“perbaikannya total mas, mulai dari kamar mandi, pintelasi, sistem penerangan,pelafon, panggung depan, hingga atap namun, untuk konstruksi atap tetap kita pertahankan bentuk lama karena itu ciri khas bangunan Bengkulu, hanya bahan atap yang kita ganti dengan bahan yang lebih berkualitas” ujar Aprianto.

Sementara itu, salah satu lembaga pemantau jasa kontruksi di Bengkulu, LSM Genta Keadilan  Provinsi Bengkulu memberikan apresiasi yang tinggi kepada pihak kontraktor. Menurut Ketua Umumnya, Zunarwan Hadidi pihak kontraktor telah berkerja maksimal dan mentaati aturan yang berlaku. Kerja maksimal pihak kontraktor ini ditandai dengan progres fisik proyek sejalan dengan waktu yang telah ditetapkan dalam perjanjian kontrak.   

“Progres fisik sudah maksimal bahkan melebihi target, masih ada waktu satu bulan kedepan untuk pekerjaan finishing namun, kami selaku lembaga pengawas akan selalu memantau proyek hingga selesai” tutup Dedi.

Gedung Balai Buntar sendiri didirikan pada tahun 1979 dimasa pemerintahan Gubernur Soeprapto. Nama Balai Buntar dipilih dari nama salah seorang Raja di Sungai Lemau untuk mengenang kesuksesan beliau dalam memimpin. Gedung yang berdiri mega di Jalan Natadirja Kota Bengkulu ini adalah aset daerah yang ditujukan untuk kegiatan serba guna bagi masyarakat Provinsi Bengkulu.(frj)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar