BENGKULU, SH -
Saat ini kondisi gedung Balai Buntar sempat tidak sedap dipandang dan
mengalami kerusakan di beberapa titik karena kurangnya pemeliharaan.
Pemerintah
Daerah Provinsi Bengkulu pada APBD 2018 lalu berinisiatif mengalokasikan dana
untuk melakukan renovasi gedung secara total. Proyek renovasi ini adalah yang
pertama sejak gedung balai buntar berdiri selebihnya hanya dilakukan
perbaikan-perbaikan kecil. Tidak tanggung-tanggung Pemprov menggelontorakan Rp
8 miliar lebih untuk mempercantik salah satu ikon Provinsi Bengkulu ini.
Kontraktor
pelaksana, PT Jasa Cerah Mentari mengungkapkan kepada media ini bahwa target
pekerjaan akan selesai sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Proyek yang
dimulai sejak Juli lalu ini rencananya akan segera di serah terimakan bulan
Desember mendatang.
“Insyallah
pekerjaan sesuai dengan kontrak, tinggal pekerjaan finishing, tahun depan sudah
bisa kembali digunakan masyarakat dan lebih nyaman dari sebelumnya” Kata
Aprianto, Direktur Utama PT Jasa Cerah Mentari, Senin, 26 pagi (26/11/18)
Informasi
yang berhasil dihimpun, renovasi yang dikerjakan kontraktor asal Kota Bengkulu
ini meliputi renovasi tampilan depan dari yang semula berbentuk tanggal lebar
menjadi bangunan berbentuk balkon. Demikian juga dengan tampilan kiri, kanan,
dan belakang diganti dengan bangunan balkon yang berpenampilan minimalis.
Bagian dalam gedung juga mengalami perbaikan total, tempat duduk tribun atas
dari semula berbahan material kramik menjadi lantai berbahan granit.
“perbaikannya
total mas, mulai dari kamar mandi, pintelasi, sistem penerangan,pelafon,
panggung depan, hingga atap namun, untuk konstruksi atap tetap kita pertahankan
bentuk lama karena itu ciri khas bangunan Bengkulu, hanya bahan atap yang kita
ganti dengan bahan yang lebih berkualitas” ujar Aprianto.
Sementara
itu, salah satu lembaga pemantau jasa kontruksi di Bengkulu, LSM Genta Keadilan
Provinsi Bengkulu memberikan apresiasi yang tinggi kepada pihak
kontraktor. Menurut Ketua Umumnya, Zunarwan Hadidi pihak kontraktor telah
berkerja maksimal dan mentaati aturan yang berlaku. Kerja maksimal pihak
kontraktor ini ditandai dengan progres fisik proyek sejalan dengan waktu yang
telah ditetapkan dalam perjanjian kontrak.
“Progres
fisik sudah maksimal bahkan melebihi target, masih ada waktu satu bulan kedepan
untuk pekerjaan finishing namun, kami selaku lembaga pengawas
akan selalu memantau proyek hingga selesai” tutup Dedi.
Gedung
Balai Buntar sendiri didirikan pada tahun 1979 dimasa pemerintahan Gubernur
Soeprapto. Nama Balai Buntar dipilih dari nama salah seorang Raja di Sungai
Lemau untuk mengenang kesuksesan beliau dalam memimpin. Gedung yang berdiri
mega di Jalan Natadirja Kota Bengkulu ini adalah aset daerah yang ditujukan
untuk kegiatan serba guna bagi masyarakat Provinsi Bengkulu.(frj)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar