BENGKULU, SH - Meningkatkan kompetensi dan
profesionalitas guru PAUD Islam Terpadu di Provinsi Bengkulu, divisi Paud
Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Provinsi Bengkulu gelar worshop bertema
“Implementasi Kurikulum Paud 2013 dengan Pendekatan Capaian Perkembangan Paud
Islam Terpadu”.
Acara yang dilaksanakan Jumat pagi
(2/11/18) di aula Hotel Ananda ini, diikuti 98 orang peserta dari 15 lembaga
Paud Islam Terpadu, dihadiri dan dibuka langsung Plt Gubernur Rohidin Mersyah.
Dalam sambutannya, Rohidin merespon
baik forum ini, kurikulum sebagai standar kompetensi yang akan dicapai perlu
disempurnakan sebelum diimplementasikan, melalui kurikulum pendidikan tersebut,
diharapkan dapat menghasilkan generasi yang cerdas dan berakhlak mulia menuju
Indonesia maju.
Rohidin menambahkan, diluar
kurikulum yang didapatkan anak di lembaga pendidikan, komunikasi antara anak
dan orang tua sangat penting dibangun sejak dini. Komunikasi yang terbangun
sejak dini mempengaruhi tumbuh kembang serta kepercayaan diri seorang anak.
Cara mendidik anak usia dini pun
dikatakannya, tidak dapat disamakan dengan jenjang pendidikan lainnya. Orang
tua dan guru pada umur 0-6 tahun menjadi panutan seorang anak sehingga perilaku
dan kepribadiannya sangat terpengaruh dengan apa yang diajarkan oleh orang tua
dan guru di sekolah.
“Pendidikan pada anak usia dini
dilakukan melalui pendekatan dengan sentuhan fisik dan emosional yang lembut,”
ujar Rohidin.
Ketua panitia Workshop Misni Akzaiti
menerangkan, saat ini Paud JSIT menggunakan kurikulum terpadu yang tidak hanya
mengajarkan ilmu duniawi tetapi juga ilmu agama. Dengan adanya worshop ini
diharapkan kurikulum Paud Islam Terpadu se-Provinsi Bengkulu akan
sama.(frj)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar