Minggu, 25 November 2018

Bengkulu Bangun Pabrik Minyak Goreng Pertama


 
BENGKULU, SH – Pelaksana tugas Gubernur Rohidin Mersyah menuturkan, launching Investasi untuk menunjukkan bahwa Provinsi Bengkulu selain mempunyai potensi yang menjanjikan juga siap memberikan kemudahan berinvestasi kepada investor.
“Saat ini kita Launching Investasi bersamaan dengan peletakan batu pertama pabrik minyak goreng pertama di Bengkulu. Ini akan mengolah satu dari sekian potensi yang kita miliki, yakni kelapa sawit. Kita tunjukkan kepada Indonesia dan juga kepada dunia, bahwa Bengkulu mempunyai potensi dan kita siap menerima investor dengan kemudahan berinvestasi,” tutur Kamis (15/11/18).
Rohidin, menambahkan, pemerintah saat in I telah mencanangkan OSS (Online Single Submision) yang terus dikembangkan sistemnya. Tujuannya, adalah memberikan kemudahan kepada calon investor melakukan investasi. Investasi, menurutnya akan memberikan dampak peningkatan pertumbuhan ekonomi bahkan neraca ekspor dari daerah sehingga memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“Ada yang menyebutnya one stop service, intinya adalah kemudahan investasi. Sudah menjadi tuntutan bagi kita di daerah untuk menyesuaikan. Siapkan infrastrukturnya, sarana prasarana, hingga pemangkasan regulasi yang tumpang tindih. Jadi investor pasti kita layani. Kalau masalah web belum siap, ya kita siapkan kita cari solusinya kita siapkan SDM nya,” terang Rohidin.
Untuk diketahui, pembangunan pabrik minyak goreng merupakan perwujudan dari kesigapan pemerintah juga masyarakat menerima investor. Dari tahapan promosi potensi, wacana investasi, hingga mulai pembangunan pabrik oleh investor yang didukung masyarakat dan diharapkan nanti operasionalnya berjalan seperti yang direncanakan. Efek dari satu pabrik minyak goreng itu pun diyakini akan memberikan peningkatan kesejahteraan untuk petani sawit dan juga masyarakat sekitar.
Sementara itu, Presiden Direktur PT Sudevam Ultatecgreen Indonesia Lalit Khumar mengatakan, penyerapan tenaga kerja mencapai 1500 orang dan mengutamakan warga sekitar.
“Motivasi kami yang utama adalah membuat petani bahagia. Pabrik ini akan bisa beroperasi jika ada petaninya, bahan apapun sebagai komoditas akan tersedia jika petaninya ada. Maka, petani harus bahagia,” ujar Lalit Khumar.
Pabrik minyak goreng dengan brand Subur (Sudevam Bumi Rafflesia), direncanakan pembangunannya selesai dalam waktu 18 hingga 20 bulan di daerah kabupaten Seluma. Tahap awal, target produksinya 200 ton dan tahap selanjutnya 800 ton perhari. Sehingga 1000 ton perhari bisa diproduksi oleh Sudevam.
“Kami juga berjanji agar harga sawit pada petani bisa terjaga minimal 1000 perkilo. Kalau naik, kita ikut naik kalau turun kita jaga di harga 1000,” tutup janji Lalit Khumar.(frj)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar