BENGKULU,
SH – Pelaksana tugas Gubernur Rohidin
Mersyah menuturkan, launching Investasi untuk menunjukkan bahwa Provinsi
Bengkulu selain mempunyai potensi yang menjanjikan juga siap memberikan
kemudahan berinvestasi kepada investor.
“Saat ini
kita Launching Investasi bersamaan dengan peletakan batu pertama pabrik minyak
goreng pertama di Bengkulu. Ini akan mengolah satu dari sekian potensi yang
kita miliki, yakni kelapa sawit. Kita tunjukkan kepada Indonesia dan juga
kepada dunia, bahwa Bengkulu mempunyai potensi dan kita siap menerima investor
dengan kemudahan berinvestasi,” tutur Kamis (15/11/18).
Rohidin, menambahkan, pemerintah saat in I telah
mencanangkan OSS (Online Single Submision)
yang terus dikembangkan sistemnya. Tujuannya, adalah memberikan kemudahan
kepada calon investor melakukan investasi. Investasi, menurutnya akan
memberikan dampak peningkatan pertumbuhan ekonomi bahkan neraca ekspor dari
daerah sehingga memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“Ada yang menyebutnya one
stop service, intinya adalah kemudahan investasi. Sudah menjadi tuntutan
bagi kita di daerah untuk menyesuaikan. Siapkan infrastrukturnya, sarana
prasarana, hingga pemangkasan regulasi yang tumpang tindih. Jadi investor pasti
kita layani. Kalau masalah web belum siap, ya kita siapkan kita cari solusinya
kita siapkan SDM nya,” terang Rohidin.
Untuk diketahui, pembangunan pabrik minyak goreng merupakan
perwujudan dari kesigapan pemerintah juga masyarakat menerima investor. Dari
tahapan promosi potensi, wacana investasi, hingga mulai pembangunan pabrik oleh
investor yang didukung masyarakat dan diharapkan nanti operasionalnya berjalan
seperti yang direncanakan. Efek dari satu pabrik minyak goreng itu pun diyakini
akan memberikan peningkatan kesejahteraan untuk petani sawit dan juga
masyarakat sekitar.
Sementara itu, Presiden Direktur PT Sudevam Ultatecgreen Indonesia Lalit Khumar mengatakan, penyerapan
tenaga kerja mencapai 1500 orang dan mengutamakan warga sekitar.
“Motivasi kami yang utama adalah membuat petani bahagia.
Pabrik ini akan bisa beroperasi jika ada petaninya, bahan apapun sebagai
komoditas akan tersedia jika petaninya ada. Maka, petani harus bahagia,” ujar
Lalit Khumar.
Pabrik minyak goreng dengan brand Subur (Sudevam Bumi
Rafflesia), direncanakan pembangunannya selesai dalam waktu 18 hingga 20 bulan
di daerah kabupaten Seluma. Tahap awal, target produksinya 200 ton dan tahap
selanjutnya 800 ton perhari. Sehingga 1000 ton perhari bisa diproduksi oleh
Sudevam.
“Kami juga berjanji agar harga sawit
pada petani bisa terjaga minimal 1000 perkilo. Kalau naik, kita ikut naik kalau
turun kita jaga di harga 1000,” tutup janji Lalit Khumar.(frj)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar