Minggu, 11 November 2018

2 Desa di BS Dapat Bantuan Kementerian PDTT



BENGKULU SELATAN, SH - untuk lebih memaksimalkan rencana penguatan pertanian pada tanaman jagung kementerian PDTT kembali akan mengucurkan dana miliaran rupiah untuk 2 Desa di Bengkulu Selatan. Yang mana pada sebelumnya sudah menurunkan beberapa bantuan Mulai dari kuota program Padi, Jagung dan Kedelai (Pajale) yang menjadi prioritas.
Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) yang telah  banyak dibagikan ke masyarakat Bengkulu Selatan. Demi mempercepat lagi Kini giliran dua Desa di Bengkulu Selatan mendapat bantuan Rp3 Miliar atau Rp1,5 Miliar per desa untuk pengembangan usaha tanaman jagung.
 Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Bengkulu Selatan Siswanto menyampaikan, dua Desa yang dimaksud sebagai target bantuan ini yakni Desa Nanjungan dan Betungan Kecamatan Kedurang Ilir. Kedua Desa ini dipercaya oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) sebagai percontohan atau Pilot Inkubasi Inovasi Desa Lembaga Ekonomi Desa. Beliau juga menjelaskan bahwa Se Indonesia hanya 100 Desa yang kebagian.
Alhamdulillah Kabupaten kita kebagian dua Desa pada tahun ini, tutur Siswanto. Pada perencanaannya Program ini nantinya akan dikelola oleh Tim Pengelolah Kegiatan Kemitraan (TPKK), Yang mana TPKK ini terdiri dari berbagai unsur seperti BUMDes, unit usaha masyarakat seperti kelompok tani dan pengusaha profesional yang memang dapat diandalkan dalam pengelolaannya hingga dapat menciptakan hasil yang memuaskan. Sasaran dari program ini adalah untuk mengembangkan ekonomi masyarakat, khususnya dalam produksi dan pemasaran jagung yang memang boleh dikatakan berskala besar nantinya. Rencananya  nanti akan disediakan mesin perontok, mesin pengering, alat ukur kadar air, bila perlu alat transportasinya, gudang dan lain sebagainya.
Harapan kita, produksi jagung masyarakat kita nanti bisa untuk mensuplai kebutuhan skala pabrik, dengan demikian kita juga dalam menjangkau harga yang maksimal apabila kita sudah menjadi andalan pabrik untuk bahan bakunya nanti tutur Siswanto dengan harapan dan tekad yang tinggi. Program Pilot Inkubasi Inovasi Desa ini berlangsung selama 15 bulan.
Terhitung Bulan Oktober 2018 sampai Desember 2019, Saat ini menurut Siswanto, dana yang bersumber dari Kementerian Desa dan PDTT belum cair, masih tahap perencanaan. Diharapkan dengan adanya program ini, usaha ekonomi masyarakat khususnya jagung di Bengkulu Selatan bisa semakin berkembang. Bukan hanya kuantitas produksinya, tapi juga kualitasnya oleh sebab itu maka nantinya peminat jagung dari daerah kita Bengkulu Selatan tinggi sampai keluar daerah demikian Siswanto. (Jan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar