BENGKULU SELATAN, SH - untuk lebih memaksimalkan rencana
penguatan pertanian pada tanaman jagung kementerian PDTT kembali akan
mengucurkan dana miliaran rupiah untuk 2 Desa di Bengkulu Selatan. Yang mana
pada sebelumnya sudah menurunkan beberapa bantuan Mulai dari kuota program
Padi, Jagung dan Kedelai (Pajale) yang menjadi prioritas.
Alat dan
Mesin Pertanian (Alsintan) yang telah banyak dibagikan ke masyarakat
Bengkulu Selatan. Demi mempercepat lagi Kini giliran dua Desa di Bengkulu
Selatan mendapat bantuan Rp3 Miliar atau Rp1,5 Miliar per desa untuk
pengembangan usaha tanaman jagung.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
(PMD) Kabupaten Bengkulu Selatan Siswanto menyampaikan, dua Desa yang dimaksud
sebagai target bantuan ini yakni Desa Nanjungan dan Betungan Kecamatan Kedurang
Ilir. Kedua Desa ini dipercaya oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah
Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) sebagai percontohan atau Pilot Inkubasi
Inovasi Desa Lembaga Ekonomi Desa. Beliau juga menjelaskan bahwa Se Indonesia
hanya 100 Desa yang kebagian.
Alhamdulillah
Kabupaten kita kebagian dua Desa pada tahun ini, tutur Siswanto. Pada
perencanaannya Program ini nantinya akan dikelola oleh Tim Pengelolah Kegiatan
Kemitraan (TPKK), Yang mana TPKK ini terdiri dari berbagai unsur seperti
BUMDes, unit usaha masyarakat seperti kelompok tani dan pengusaha profesional
yang memang dapat diandalkan dalam pengelolaannya hingga dapat menciptakan
hasil yang memuaskan. Sasaran dari program ini adalah untuk mengembangkan
ekonomi masyarakat, khususnya dalam produksi dan pemasaran jagung yang memang
boleh dikatakan berskala besar nantinya. Rencananya nanti akan disediakan
mesin perontok, mesin pengering, alat ukur kadar air, bila perlu alat
transportasinya, gudang dan lain sebagainya.
Harapan
kita, produksi jagung masyarakat kita nanti bisa untuk mensuplai kebutuhan
skala pabrik, dengan demikian kita juga dalam menjangkau harga yang maksimal
apabila kita sudah menjadi andalan pabrik untuk bahan bakunya nanti tutur
Siswanto dengan harapan dan tekad yang tinggi. Program Pilot Inkubasi Inovasi
Desa ini berlangsung selama 15 bulan.
Terhitung
Bulan Oktober 2018 sampai Desember 2019, Saat ini menurut Siswanto, dana yang
bersumber dari Kementerian Desa dan PDTT belum cair, masih tahap perencanaan.
Diharapkan dengan adanya program ini, usaha ekonomi masyarakat khususnya jagung
di Bengkulu Selatan bisa semakin berkembang. Bukan hanya kuantitas produksinya,
tapi juga kualitasnya oleh sebab itu maka nantinya peminat jagung dari daerah
kita Bengkulu Selatan tinggi sampai keluar daerah demikian Siswanto. (Jan)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar