BENGKULU SELATAN, SH – Sosialisasi penutupan saluran
primer siring selepah ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Perikanan
Novianto, camat Seginim, seluruh Bapinsah, Polsek Seginim, para penyuluh
perikanan dan seluruh masyarakat petani ikan.
Masyarakat
petani kolam merespon baik arahan dari Kepala Dinas Perikanan Bengkulu Selatan
yang menyatakan agar seluruh petani ikan agar kiranya legowo dengan penutupan
kolam sementara demi kelancaran pembangunan yang akan dituntaskan di sepanjang
siring selepah.
Dalam
sosialisasi tersebut Novianto menjelaskan agar seluruh petani kolam tenang
jangan sampai ribut gara - gara penutupan karena hal ini dijelaskan beliau
untuk sementara bukan untuk selamanya akan tetapi nantinya akan dibuka kembali
sesuai dengan spek yang tepat, cara pengambilan air disiring tersebut. Novianto
juga menambahkan pada pembukaan lobang untuk pengambilan air nanti pihak petani
ikan akan mengusulkan rekomendasi dari pihak balai agar nantinya dapat dibuka
kembali.
“Untuk semua
petani kolam saya harapkan tidak ada keributan dengan adanya penutupan ini,
penutupan ini hanya bersifat sementara dan nantinya akan dibuka kembali setelah
sesuai dengan spek yang tepat dalam pengambilan air disiring”, ujar Novianto.
Damramil
serta pihak polsek dengan tegas menyarankan agar kiranya masyarakat sekalian
tidak terpancing dengan situasi penutupan ini karena hal tersebut akan
menimbulkan kerugian masyarakat itu sendiri.
Menurut
Kapolsek Seginim Thabrani menyatakan memang permasalahan air pada siring
selepah ini sudah lama adanya permasalahan, akan tetapi walaupun demikian
Thabrani menjelaskan agar tetap cari solusi bagaimana caranya agar tidak saling
merugikan karena petani ikan dan petani padi dapat saling memikirkan agar tetap
damai.
“Sebenarnya
permasalahan air pada siring selpah ini sudah lama terjadi, namun saya harapkan
agar kita semua dapat saling memikirkan, tetap damai dan tidak saling merugikan
antara petani ikan dan petani padi”, jelas Thabrani.
“Tempat yang
sama, Kabid Budidaya perikanan menjelaskan persyaratan teknis penggunaan air
irigasi untuk kolam air deras yakni, lantai kolam tidak boleh lebih rendah dari
siring irigasi, lantai kolam tidak boleh lantai tanah, luas kolam perorang
maksimum 50 meter, jarak kolam dari saluran irigasi 2 meter, lebar pintu sadap
harus sama dengan pintu keluar dari kolam”, Jelas Kabid Budidaya Nopi.
Pada
pertemuan ini pihak Balai mangkir dan akhirnya diambil keputusan agar para
petani ikan yang mewakili sekitar 5 orang dan akan ditemani oleh Kepala Dinas
Perikanan Novianto untuk bertemu dengan dengan Plt. Bupati Bengkulu Selatan
Gusnan Mulyadi. Masyarakat petani ikan belum puas sebelum bertemu langsung
dengan pihak Balai untuk mengetahui kejelasan kolam mereka.
Menurut
pantauan Suara Hukum masyarakat petani ikan tidak menyetujui bunyi salah satu
syarat pembuatan lantai kolam yang mana harus sesuai dengan tinggi siring,
karena apabila sama tingginya maka air bakalan sulit masuk kolam demikian
warga.
“Kami tidak
setuju dengan satu syarat pembuatan lantai kolam yang harus sesuai dengan
tinggi siring, karena jika tingginy sama maka air akan sulit untuk masuk ke
kolam”, ujar salah satu masyarakat petani ikan. (Jan)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar