Minggu, 14 Oktober 2018

Menuju Pasar Modal Modern di Era Ekonomi Digital

Para peserta stand up comedy.

BENGKULU, SH - Kepercayaan investor masih kuat, minat investasi asing terhadap surat utang suatu negara merupakan salah satu indikator yang secara tidak langsung memperlihatkan baik buruk kondisi makro ekonomi suatu negara. Logikanya, tidak ada investor yang mau menempatkan uangnya di negara yang tengah sakit. Ketika bank sentral AS mengerek suku bunga, memang terlihat investor asing menarik dananya dari pasar surat utang Indonesia. Namun, sejak awal bulan ini, asing kembali masuk ke pasar surat utang. Bahkan, per akhir pekan lalu, asing mencatatkan beli bersih Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 6,92 triliun. Itu berarti, kepercayaan investor asing terhadap Indonesia masih kuat. Ini memberi harapan, nilai rupiah ke depan akan cenderung stabil atau tidak akan jatuh terlalu dalam. Memperkuat keyakinan itu, lembaga pemeringkat utang Fitch Ratings mengafirmasi peringkat BBB untuk surat utang Indonesia dengan outlook stabil. Peringkat ini menunjukkan Indonesia termasuk di dalam kategori layak investasi (investment grade).  Pemerintah sendiri telah memastikan bahwa fiskal bukan sumber dari ketidakpasatian. Pemerintah juga turut mendukung kebijakan Bank Indonesia dalam mengawal rupiah.
“Pemerintah tidak akan mengintervensi Bank Indonesia. Pemerintah terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia, OJK (Otoritas Jasa Keuangan), dan LPS (Lembaga Penjamin Simpanan),” ujar Denni Puspa Purbasari, Deputi III Bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-isu Ekonomi Strategis, Kantor Staf Presiden Republik Indonesia.

Cukup Rp. 100 ribu, Kita Mempunyai Saham

 

Setelah diaktifkan kembali oleh Pemerintah Republik Indonesia 41 tahun silam, Pasar Modal Indonesia mulai berkarya menghadapi tantangan di era ekonomi digital saat ini.
Untuk itu. Hal inilah yang perlu kita sadarkan pasar modal bukan hanya untuk orang-orang yang tajir, melainkan sudah bisa dijangkau oleh masyarakat bengkulu khususnya dan masyarakat indonesia umumnya sudah bisa memulai mempunyai saham perusahaan sendiri dengan modal minimal Rp 100.000.
Di Bengkulu misalnya, antusias masyarakat terkait pasar modal dan keinginan mempunyai saham sendiri dari tahun ke tahun terus meningkat, hal terbukti dua tahun sebelum adanya Kantor perwakilan BEI di Bengkulu jumlah masyarakat yang mempunyai saham hanya sekitar 800 investor.
Saat ini sudah  sekitar 220.000 dan ini sangat signifikan sekali penambahan jumlahnya, dalam waktu sekitar dua tahun. Ini membuktikan masyarakat bengkulu mempunyai uang, tetapi mereka masih bingung mau diinvestasikan kemana. Nah, yang menjadi ketakutan kita masyarakat banyak tergiur dengan investasi bodong yang tidak diawasi oleh OJK. Untuk itu, dengan kehadirannya pasar modal bursa efek ini kami berharap masyarakat tidak ketipu lagi dengan investasi bodong, melainkan bisa berinvestasi yang lebih aman dan legal seperti pasar modal ini.

Ada berbagai cara yang telah dilakukan pihak BEI dalam meningkatkan partisipasi dalam menanam saham, salah satunya dengan mengundang beberapa partisipasi dari semua investor yang ada di Bengkulu, mulai dari menyebarkan undangan umum kepada semua investor, anggota bursa yang ada di Bengkulu juga mengundang FKIJK (Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan).
Kegiatan donor darah dalam rangka kegiatan HUT Pasar Modal Indonesia ini juga digelar serentak dibeberapa daerah ada 29 kota di Indonesia yang diperingati setiap tanggal 15 setiap tahunnya yang bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI)
Inilah bukti nyata bahwa merdeka itu bisa menolong sesama dengan donor darah dan mengaet calon investor baru melalu aksi sosial. Sebab donor darah mengajarkan pada kepedulian sesame. Begitujuga dengan BEI adalah peduli akan masa depan keluarga yang akan datang. Saham adalah cara jitu untuk menjadikan seseorang sejahtera di masa akan yang akan datang tentunya dengan banyak menanam modal mengetahui uyntung dan resikonya.

Stand Up Comedy Media Sosialisasi Efektif majukan pasar Modal


Metode sosialisasi melalui stand up comedy ini dinilai cukup efektif untuk menggaet generasi milenial atau yang sering disebut generasi zaman now untuk menjadi investor pasar modal, sebab kaum muda akan cukup antusias jika mengetahui manfaat dan kenttungan di masa yagakan dating. Akan tetapi,  tidak hanya itu generasi old pun banyak harus ikut.

Selain tertawa, tetapi tertawanya berkualitas materi dan pesan yang ingin kita sampaikan lebih cepat diserap oleh generasi milenial, kegiatan seperti ini (stand up comedy,red) dinilai lebih banyak dimintai generasi zaman now. Kesempatan ini harus dimanfaatkan dengan baik, sebab disini kita dapat bersosialisasi langsung tentang apa manfaat dan keuntungan berinvestasi yang benar di masa yang akan dating. Jangan sampai kaum muda tidak dapat manfaatkan kesempatan yang ada.

Untuk diketahui bersama, hingga saat ini jumlah investor bias dikatakan masih sangat sedikit dan kaum muda terkadang masih banyak terlibat pada investasi bodong yang tak jelas kepemilikan dan kelegalan badan hukumnya.

Pemanfaatan penggunaan uang elektronik dan transaksi secara non tunai tidak hanya ditujukan kepada  namun juga kepada masyarakat secara keseluruhan. Namun diharapkan dapat membentuk ekosistem perilaku bertransaksi nontunai di tengah masyarakat.
Anggota DPR RI Anarulita  Muktar mengatakan, Aktivitas transaksi keuangan non tunai selama ini masih bias dikatakan didominasi masyarakat menengah keatas dan berada di perkotaan. Tapi sebagian masyarakat di desa lebih memilih transaksi tunai untuk kehidupan sehari-hari.
Menurut Anarulita, pemerintah daerah harus secepatnya untuk menyiapkan fasilitas infrastruktur yang mendukung terciptanya transaksi keuangan non-tunai yang terintegrasi dan merata hingga desa-desa. Ana juga mengingkatkan kepada masyrakat alangkah Baiknya agar uang kita disimpan di Bank dari pada uang kita disimpan dirumah, pasti akan menimbulan resiko.

Satgas WI: Masyarakat hati-hati Investasi Bodong

 

Kepala Departemen Penyidikan Sektor Jasa Keuangan Irjen Pol Drs. Rokhmad Sunanto, MM, saat bersama Kepala OJK Bengkulu saat konferensi pers.

Guna mencegah adanya investasi bodong yang masih saja berkembang secara sembunyi-sembunyi di tengah masyarakat, pemerintah telah membentuk Tim Kerja Satuan Petugas (Satgas) Waspada Investasi (WI) disetiap daerah ditanah air . Tim Kerja Satgas Waspada Investasi Daerah tersebut dibentuk dengan tujuan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan pelaporan terhadap penawaran investasi yang diduga melanggar hukum dan melindungi masyarakat dari segala bentuk investasi bodong.

Tim Satgas waspada investasi memiliki tiga fungsi mengatur, mengawasi dan melindungi sektor jasa keuangan serta masyarakat yang sangat berpengaruh pada perekonomian keuangan negara, maka dari itu sangat perlu untuk diawasi dan dilindungi, seperti dream 4 freedom dan sejumlah biro perjalanan umroh.
Untuk diketahui, anggota satgas waspada investasi itu sendiri yakni, OJK, Kementerian Perdagangan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Kejaksaan, Kepolisian RI, dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), saat ini sudah bergabung Bank Indonesia, Kementerian Agama, dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Kementerian Ristekdikti, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan Kementerian Dalam Negeri.

Tiga Tugas Pokok OJK Mengatur Mengawasi Melindungi

Dalam kunjungan kerjanya memimpin pelaksanaan penyidikan, pengembangan kebijakan penyidikan, pelaksanaan kerja sama dengan pihak terkait dalam rangka penegakan hukum dan pemberian dukungan penyidikan tindak pidana di sektor jasa keuangan di Bengkulu belum lama ini. Kepala Depertemen Penyidik OJK Irjen Polisi Rokhmad Sunanto mengatakan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan  dan instansi terkait memperkuat kerja sama dalam satuan tugas waspada investasi. Satgas ini dibentuk untuk mencegah dan menangani maraknya tawaran dan praktik investasi ilegal. Adapun instansi dan kementerian yang bekerja sama dengan OJK, antara lain, Kementerian Perdagangan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Kejaksaan, Kepolisian RI, dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)
Sunanto menambahkan, OJK membentuk satuan tugas waspada investasi dalam rangka membentuk masyrakat dalam berinvestasi.
“Yang jelas sektor keuangan tentunya, jadi yang harus kita ketahui yang mengatur siapa, yang diawasi siapa dan yang dilindungi siapa.Yang jelas industri Keuangan dan masyrakat,kenapa industri harus dilindungi sebab kalau tidak dilindungi Perbankkan, asuransi dan pasar modal akan berpengaruh dengan perekonamian Negara dan masyarakat. Dan Masyrakat juga harus tahu bagaimana menginvetasi keuangannya dengan benar, jangan sampai tertipu oleh pelaku jasa inventasi ini untuk kepentingan yang lain atau pribadi. Maka dibentuklah satgas inventasi”, ujarnya.
Untuk diketahui, satgas inventasi ini berjumlah 13 Kementerian. OJK sebagai pelaku kordinator dan juga selaku seketariat. Jadi satgas Inventasi bukan punya OJK. Yang punya adalah seluruh kementerian itu untuk dipusat. Kalau untuk didaerah  7 antara lain, OJK, Penegak Hukum Polisi, Jaksa, Hakim, Bank Indonesia, Dinas Pendidikan Kementerian, Kemenag serta Perdagangan PPTK.
OJK sendiri membentuk Satuan Tugas Waspada Investasi agar masyarakat terlindungi dari upaya kejahatan berkedok investasi dan atau lebih menyadari konsekuensi serta risikonya jika dihadapkan pada tawaran yang memberi imbal yang di luar batas kewajaran.
Sukses, mungkin tidak satupun manusia di dunia ini yang tak ingin meraihnya, karena bahkan seorang yang berencana bunuh diripun tak ingin mengalami kegagalan. Maksudnya, orang akan menanggung malu teramat besar jika upaya bunuh dirinya ternyata tidak berhasil, meskipun seharusnya ia bersyukur.

Apapun, untuk meraih sukses, kuncinya adalah rencana yang matang dan usaha yang maksimal untuk menjalankan semua yang telah terencana itu. Dalam prinsip manajemen, langkah ini biasa dikenal dengan, Rencanakan Apa Yang Hendak Dikerjakan, dan Kerjakan Apa yang Sudah Direncanakan. Artinya, jika keluar dari prinsip tersebut, bisa jadi satu keniscayaan bahwa kegagalan segera menghampiri Anda. Begitupun dengan menanam saham dalam berinvestasi, harus bebnar-benar matang dan memilih perusahaan apa yang ingin kita Tanami modal agar kedepanya dapat tumbuh berkembang dalam menopang masa depan lebih baik. Jangan sampai dana kita terinvestasi pada perusahaan bodong yang akhirnya dapat menyengsarakan kita.
CEO Frontier Group Hensi saat penyerahan penghargaan di ballroom JW Marriott Hotel Jakarta, Jumat pagi (14/09/18) mengatakan, keberhasilan suatu di daerah dapat dilihat dari banyaknya iklim investasi yang berkembang, salah satunya dapat dilihat dari adanya penghargaan Attractiveness Index 2018 menggunakan empat dimensi yakni Investasi, Infrastruktur, Pariwisata kemudian Pelayanan Publik.

Handi menjelaskan, tujuan pengukuran dan penyebaran hasil pengukuran diantaranya untuk meningkatkan kesadaran kepala daerah akan pentingnya menjadikankan daerah sebagai tujuan investasi dan pembangunan daerah. Kemudian, untuk memberikan inspirasi guna membangun strategi-strategi yang lebih terarah juga memberikan informasi kepada para investor terhadap kesempatan bisnis investasi-investasi di daerah potensial di Indonesia," kata Handi Irawan yang juga menerangkan IAA tahun ini merupakan ke-4 kalinya diselenggarakan oleh Tempo Media Group bersama Frontier Counsulting Group.

Untuk diketahui, sebelumnya Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dalam sambutannya, menekankan pentingnya membangun sinergi pemerintah pusat dan daerah, serta inovasi kepala daerah dalam melakukan percepatan pembangunan.

"Dukungan pemerintah daerah dengan melakukan debirokratisasi, penyederhanaan proses kemudian mengindentifikasi kesiapan teknologi sebagai inovasi," terang Menteri Tjahjo Kumolo.

Sementara Ekonom Bengkulu yang sekaligus deputi Bank Indonersia Perwakilan Provinsi Bengkulu  Christin R Sidabutar menjelaskan, kondisi ekonomi di setiap daerah, salah satunya di provinsi Bengkulu yang merupakan provinsi paling ujung pulau sumatera bagian Selatan hingga saat ini masih bergantung pada penyerapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dan APBN setiap tahun. Akibatnya laju perekonomian Bengkulu relatif menadi lebih lamban bahkan bisa labil.

Berdasarkan data yang dirilis Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu, setiap tahun porsi ketergantungan perekonomian di Provinsi Bengkulu mencapai 19 hingga 20 persen dari total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Bengkulu yang berjumlah sekitar Rp. 61 trilliun.

Ketergantungan konsumsi ekonomi APBD dan APBN ini bukan semata kesalahan dari Pemerintah semata melainkan ada faktor lain yang mengakibatkan konsumsi belanja daerah pada APBD dan APBN yang ada di Provinsi tidak tepat waktu.

"Jadi kalau realisasinya turun maka ikut turun juga ekonominya dan sebaliknya bila realisasinya naik maka ekonominya jadi naik juga," ungkap Christin.

Untuk itu perlu ada langkah brilian yang perlu dilakukan Pemerintah bila tidak ingin ketergantungan pada APBD dan APBN setiap tahun. Salah satunya dengan mendorong sektor produktif yang dinilai bisa melepas pertumbuhan ekonomi dari ketergantungan tersebut. Sejauh ini sektor produktif hanya berkisar 16 persen terdiri dari investasi, ekspor dan impor yang relatif kecil dari jumlah PDRB sehingga perlu dilakukan kebijakkan tepat dalam menumbuhkan sektor tersebut. Artinya investasi masih sangat kecil yakni hanya 16 persen di Bengkulu.

"Solusi yang kita maksudkan disini adalah meningkatkan peran sektor produktif tanpa mengurangi nilai konsumsi Pemerintah Provinsi terhadap APBD dan APBN. Bila sektor produktif itu bisa digenjot semisal 40 persen (net ekspor dan investasi) maka bisa dibayangkan percepatan pertumbuhan ekonomi Bengkulu yang diyakini tidak akan lagi bergantung pada konsumsi APBD dan APBN," tuturnya. 

Bursa Efek Indonesia (BEI) terus melakukan bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan kembali menggelar Festival investasi terbesar di Indonesia yang bertajuk Indonesia Investment Festival (Investival) 2018. Salah satunya dengan menggelar serangkaian acara seperti Road to School, road to campus, hingga kompetisi Stocklab yang akan diikuti ratusan peserta yang akan berlangsung antara November mendatang.
Tujuan kegiatan ini sendiri, tak lain untuk menggemakan dan merealisasikan Bulan inklusi keuangan agar masyarakat familiar dengan nabung saham. Selain familiar dengan nabung saham, diharapkan masyarakat juga bisa langsung membuka akun saham pada acara tersebut dengan proses yang sangat mudah.
Sampai dengan akhir Juli 2018  jumlah investor pasar modal di wilayah Provinsi Bengkulu ini misalnya, telah mencapai 2.913 dengan Single Investor Identification (SID)  2.691. Angka ini tumbuh 100% YoY jika dibandingkan dengan jumlah investor pada tahun sebelumnya.
Di daerah misalnya, melemahnya nilai rupiah terhadap mata uang dolar AS mengundang kegelisahan sejumlah kepala daerah, Bengkulu misalnya, plt Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah MMA mengatakan, salah satu yang perlu didorong saat ini adalah ekonomi digital berbasis kerakyatan.
“Kita ingin dorong ekonomi digital berbasis kerakyatan. Masyarakat kita harus melek digital. Bahkan sampai pada tingkat petani semestinya bisa memanfaatkan teknologi digital untuk peningkatan kesejahteraannya,” ujar Rohidin Selasa siang (4/7/18).
Menurut Rohidin, bisnis berbasis digital orientasinya mengarah pada sistem kerakyatan. Bengkulu sendiri menurutnya, hampir semua sektor ekonomi dikuasai oleh rakyat, seperti sektor perkebunan sawit dan kopi. Dua komoditas tersebut jka dikuasai dan dikelola dengan baik, kedepan alkan diyakini dapat memberikan kontribusi yang cukup besar untuk Bengkulu tetapi belum mampu dipasarkan secara maksimal melalui Provinsi Bengkulu.
“Kami berharap ada pendekatan antara korporasi digital dengan rakyat sehingga mampu meningkatkan pemasaran baik kopi dan sawit,” jelas Rohidin.
Rohidin menambahkan, kedua komoditas utama di atas harus mampu menjadi viral di internet agar semakin dikenal. Karena selama ini kopi Bengkulu banyak dipasarkan melalui Palembang dan Lampung serta sangat jarang langsung dari Bengkulu.
“Kami berharap para generasi muda atau Millenials bisa membantu memviralkan produk asli Bengkulu melalui internet agar dikenal hingga ke luar negeri,” tambah Rohidin.
Selain itu, perkebunan sawit rakyat di Bengkulu hampir 60 persen produksinya masih di bawah standar. Pihaknya berharap perkebunan sawit bisa dikelola bersama korporasi dengan pendekatan kerakyatan, salah satunya dengan memasarkan kopi dan sawit melalui portal online akan ada banyak investor yang berminat berinvestasi
“Butuh peran dari berbagai pihak agar komoditas di Bengkulu semakin dikenal karena kualitasnya,” ujarnya.
Salah satu hal yang bisa dilakukan agar produk dikenal adalah dengan cara membuat viral produk tersebut di dunia maya. Semakin sering mengenalkannya maka akan semakin banyak orang tau produk asli dari daerah.
Kedepannya, Rohidin berharap, para generasi masa depan diharapkan dapat melihat peluang potensi ekonomi besar daerah. Sehingga tidak berharap atau bertumpu ingin jadi pegawai negeri sipil (PNS). Maraknya e-commerce atau perdagangan elektronik dapat dimanfaatkan dalam menggerakan roda ekonomi bisnis berbasis digital namun berorientasi kepada kerakyatan.
Rohidin menambahkan, ada dua persoalan besar yang harus digarap dan menjadi peluang besar bagi generasi zaman now, yakni perkebunan sawit produksinya masih dibawah standar, serta kopi yang cenderung dijual kepada pedangan pengepul dan di ekspor keluar Bengkulu, seperti Lamnpung dan pulau Jawa hingga nama Bengkulu tak terkenal sebagai salah satu pemasok kopi di pulau Sumatera. Peluang bisnis ini dapat dilakukan melalui kelompok usaha tani melalui pendekatan keluarga, melalui korporasi dengan pendekatan bisnis kerakyatan.
“Saya kira anak muda mungkin punya ide, sehingga tidak usah buka lahan baru, kebun rakyat ini dikelola dimanajemeni, sehingga dunia melihat produk seperti ini yang harus dibeli, karena mengangkat perekonomian rakyat,” pungkas Rohidin.(frj)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar