![]() |
Para peserta stand up
comedy.
|
BENGKULU, SH - Kepercayaan investor masih kuat, minat investasi asing
terhadap surat utang suatu negara merupakan salah satu indikator yang secara
tidak langsung memperlihatkan baik buruk kondisi makro ekonomi suatu negara.
Logikanya, tidak ada investor yang mau menempatkan uangnya di negara yang
tengah sakit. Ketika bank sentral AS mengerek suku bunga, memang terlihat
investor asing menarik dananya dari pasar surat utang Indonesia. Namun, sejak
awal bulan ini, asing kembali masuk ke pasar surat utang. Bahkan, per akhir
pekan lalu, asing mencatatkan beli bersih Surat Berharga Negara (SBN) sebesar
Rp 6,92 triliun. Itu berarti, kepercayaan investor asing terhadap Indonesia
masih kuat. Ini memberi harapan, nilai rupiah ke depan akan cenderung stabil
atau tidak akan jatuh terlalu dalam. Memperkuat keyakinan itu, lembaga
pemeringkat utang Fitch Ratings
mengafirmasi peringkat BBB untuk surat utang Indonesia dengan outlook stabil.
Peringkat ini menunjukkan Indonesia termasuk di dalam kategori layak investasi
(investment grade). Pemerintah sendiri telah memastikan bahwa
fiskal bukan sumber dari ketidakpasatian. Pemerintah juga turut mendukung
kebijakan Bank Indonesia dalam mengawal rupiah.
“Pemerintah
tidak akan mengintervensi Bank Indonesia. Pemerintah terus berkoordinasi dengan
Bank Indonesia, OJK (Otoritas Jasa Keuangan), dan LPS (Lembaga Penjamin
Simpanan),” ujar Denni Puspa Purbasari, Deputi III Bidang Kajian dan
Pengelolaan Isu-isu Ekonomi Strategis, Kantor Staf Presiden Republik Indonesia.
Cukup Rp. 100 ribu, Kita Mempunyai Saham
Setelah diaktifkan kembali oleh Pemerintah Republik Indonesia 41 tahun
silam, Pasar Modal Indonesia mulai berkarya menghadapi tantangan di era ekonomi
digital saat ini.
Untuk itu. Hal inilah yang perlu
kita sadarkan pasar modal bukan hanya untuk orang-orang yang tajir, melainkan
sudah bisa dijangkau oleh masyarakat bengkulu khususnya dan masyarakat
indonesia umumnya sudah bisa memulai mempunyai saham perusahaan sendiri dengan
modal minimal Rp 100.000.
Di Bengkulu misalnya,
antusias masyarakat terkait pasar modal dan keinginan mempunyai saham sendiri
dari tahun ke tahun terus meningkat, hal terbukti dua tahun sebelum adanya
Kantor perwakilan BEI di Bengkulu jumlah masyarakat yang mempunyai saham hanya
sekitar 800 investor.
Saat ini sudah
sekitar 220.000 dan ini sangat signifikan sekali penambahan jumlahnya,
dalam waktu sekitar dua tahun. Ini membuktikan masyarakat bengkulu mempunyai
uang, tetapi mereka masih bingung mau diinvestasikan kemana. Nah, yang menjadi
ketakutan kita masyarakat banyak tergiur dengan investasi bodong yang tidak
diawasi oleh OJK. Untuk itu, dengan kehadirannya pasar modal bursa efek ini
kami berharap masyarakat tidak ketipu lagi dengan investasi bodong, melainkan
bisa berinvestasi yang lebih aman dan legal seperti pasar modal ini.
Ada berbagai cara yang
telah dilakukan pihak BEI dalam meningkatkan partisipasi dalam menanam saham,
salah satunya dengan mengundang beberapa partisipasi dari semua investor yang
ada di Bengkulu, mulai dari menyebarkan undangan umum kepada semua investor,
anggota bursa yang ada di Bengkulu juga mengundang FKIJK (Forum Komunikasi
Industri Jasa Keuangan).
Kegiatan donor darah dalam
rangka kegiatan HUT Pasar Modal Indonesia ini juga digelar serentak dibeberapa
daerah ada 29 kota di Indonesia yang diperingati setiap tanggal 15 setiap
tahunnya yang bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI)
Inilah bukti nyata bahwa
merdeka itu bisa menolong sesama dengan donor darah dan mengaet calon investor
baru melalu aksi sosial. Sebab donor darah mengajarkan pada kepedulian sesame.
Begitujuga dengan BEI adalah peduli akan masa depan keluarga yang akan datang. Saham
adalah cara jitu untuk menjadikan seseorang sejahtera di masa akan yang akan
datang tentunya dengan banyak menanam modal mengetahui uyntung dan resikonya.
Stand Up Comedy Media Sosialisasi Efektif majukan pasar Modal
Metode sosialisasi melalui stand up comedy ini
dinilai cukup efektif untuk menggaet generasi milenial atau yang sering disebut
generasi zaman now untuk menjadi investor pasar modal,
sebab kaum muda akan cukup antusias jika mengetahui manfaat dan kenttungan di
masa yagakan dating. Akan tetapi, tidak hanya itu generasi old pun banyak harus ikut.
Selain tertawa, tetapi tertawanya berkualitas materi dan pesan yang
ingin kita sampaikan lebih cepat diserap oleh generasi milenial, kegiatan
seperti ini (stand up comedy,red) dinilai lebih banyak dimintai
generasi zaman now. Kesempatan ini harus
dimanfaatkan dengan baik, sebab disini kita dapat bersosialisasi langsung
tentang apa manfaat dan keuntungan berinvestasi yang benar di masa yang akan
dating. Jangan sampai kaum muda tidak dapat manfaatkan kesempatan yang ada.
Untuk diketahui bersama, hingga saat ini jumlah investor bias dikatakan
masih sangat sedikit dan kaum muda terkadang masih banyak terlibat pada investasi
bodong yang tak jelas kepemilikan dan kelegalan badan hukumnya.
Pemanfaatan penggunaan uang elektronik dan transaksi secara non tunai
tidak hanya ditujukan kepada namun juga kepada masyarakat secara
keseluruhan. Namun diharapkan dapat membentuk ekosistem perilaku bertransaksi
nontunai di tengah masyarakat.
Anggota DPR RI Anarulita Muktar mengatakan, Aktivitas transaksi
keuangan non tunai selama ini masih bias dikatakan didominasi masyarakat
menengah keatas dan berada di perkotaan. Tapi sebagian masyarakat di desa lebih
memilih transaksi tunai untuk kehidupan sehari-hari.
Menurut Anarulita, pemerintah daerah harus secepatnya untuk menyiapkan
fasilitas infrastruktur yang mendukung terciptanya transaksi keuangan non-tunai
yang terintegrasi dan merata hingga desa-desa. Ana juga mengingkatkan kepada
masyrakat alangkah Baiknya agar uang kita disimpan di Bank dari pada uang kita
disimpan dirumah, pasti akan menimbulan resiko.
Satgas WI: Masyarakat hati-hati Investasi Bodong
![]() |
| Kepala Departemen Penyidikan Sektor Jasa Keuangan Irjen Pol Drs. Rokhmad Sunanto, MM, saat bersama Kepala OJK Bengkulu saat konferensi pers. |
Guna mencegah adanya investasi bodong yang masih saja berkembang secara
sembunyi-sembunyi di tengah masyarakat, pemerintah telah membentuk Tim Kerja
Satuan Petugas (Satgas) Waspada Investasi (WI) disetiap daerah ditanah air .
Tim Kerja Satgas Waspada Investasi Daerah tersebut dibentuk dengan tujuan
memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan pelaporan terhadap
penawaran investasi yang diduga melanggar hukum dan melindungi masyarakat dari
segala bentuk investasi bodong.
Tim Satgas waspada
investasi memiliki tiga fungsi mengatur, mengawasi dan melindungi sektor jasa
keuangan serta masyarakat yang sangat berpengaruh pada perekonomian keuangan
negara, maka dari itu sangat perlu untuk diawasi dan dilindungi, seperti dream 4 freedom dan sejumlah biro
perjalanan umroh.
Untuk diketahui, anggota
satgas waspada investasi itu sendiri yakni, OJK, Kementerian Perdagangan,
Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Koperasi Usaha Kecil dan
Menengah, Kejaksaan, Kepolisian RI, dan Badan Koordinasi Penanaman Modal
(BKPM), saat ini sudah bergabung Bank Indonesia, Kementerian Agama, dan Pusat
Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Kementerian Ristekdikti,
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan Kementerian Dalam Negeri.
Tiga Tugas Pokok OJK Mengatur Mengawasi Melindungi
Dalam kunjungan kerjanya memimpin pelaksanaan penyidikan, pengembangan
kebijakan penyidikan, pelaksanaan kerja sama dengan pihak terkait dalam rangka
penegakan hukum dan pemberian dukungan penyidikan tindak pidana di sektor jasa
keuangan di Bengkulu belum lama ini. Kepala Depertemen Penyidik OJK Irjen
Polisi Rokhmad Sunanto mengatakan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan
dan instansi terkait memperkuat kerja sama dalam satuan tugas waspada investasi.
Satgas ini dibentuk untuk mencegah dan menangani maraknya tawaran dan praktik
investasi ilegal. Adapun instansi dan kementerian yang bekerja sama dengan OJK,
antara lain, Kementerian Perdagangan, Kementerian Komunikasi dan Informatika,
Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Kejaksaan, Kepolisian RI,
dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)
Sunanto menambahkan, OJK membentuk satuan tugas waspada investasi dalam
rangka membentuk masyrakat dalam berinvestasi.
“Yang jelas sektor keuangan tentunya, jadi yang harus kita ketahui yang
mengatur siapa, yang diawasi siapa dan yang dilindungi siapa.Yang jelas
industri Keuangan dan masyrakat,kenapa industri harus dilindungi sebab kalau
tidak dilindungi Perbankkan, asuransi dan pasar modal akan berpengaruh dengan
perekonamian Negara dan masyarakat. Dan Masyrakat juga harus tahu bagaimana
menginvetasi keuangannya dengan benar, jangan sampai tertipu oleh pelaku jasa
inventasi ini untuk kepentingan yang lain atau pribadi. Maka dibentuklah satgas
inventasi”, ujarnya.
Untuk diketahui, satgas inventasi ini berjumlah 13 Kementerian. OJK
sebagai pelaku kordinator dan juga selaku seketariat. Jadi satgas Inventasi
bukan punya OJK. Yang punya adalah seluruh kementerian itu untuk dipusat. Kalau
untuk didaerah 7 antara lain, OJK, Penegak Hukum Polisi, Jaksa, Hakim,
Bank Indonesia, Dinas Pendidikan Kementerian, Kemenag serta Perdagangan PPTK.
OJK sendiri membentuk Satuan Tugas Waspada Investasi agar masyarakat
terlindungi dari upaya kejahatan berkedok investasi dan atau lebih menyadari
konsekuensi serta risikonya jika dihadapkan pada tawaran yang memberi imbal
yang di luar batas kewajaran.
Sukses, mungkin tidak satupun manusia di dunia ini yang tak ingin
meraihnya, karena bahkan seorang yang berencana bunuh diripun tak ingin mengalami
kegagalan. Maksudnya, orang akan menanggung malu teramat besar jika upaya bunuh
dirinya ternyata tidak berhasil, meskipun seharusnya ia bersyukur.
Apapun, untuk meraih
sukses, kuncinya adalah rencana yang matang dan usaha yang maksimal untuk menjalankan
semua yang telah terencana itu. Dalam prinsip manajemen, langkah ini biasa
dikenal dengan, Rencanakan Apa Yang Hendak Dikerjakan, dan Kerjakan Apa yang
Sudah Direncanakan. Artinya, jika keluar dari prinsip tersebut, bisa jadi satu
keniscayaan bahwa kegagalan segera menghampiri Anda. Begitupun dengan menanam
saham dalam berinvestasi, harus bebnar-benar matang dan memilih perusahaan apa
yang ingin kita Tanami modal agar kedepanya dapat tumbuh berkembang dalam
menopang masa depan lebih baik. Jangan sampai dana kita terinvestasi pada
perusahaan bodong yang akhirnya dapat menyengsarakan kita.
CEO
Frontier Group Hensi saat penyerahan penghargaan di ballroom JW
Marriott Hotel Jakarta, Jumat pagi (14/09/18) mengatakan, keberhasilan suatu di
daerah dapat dilihat dari banyaknya iklim investasi yang berkembang, salah
satunya dapat dilihat dari adanya penghargaan Attractiveness Index 2018 menggunakan empat dimensi yakni
Investasi, Infrastruktur, Pariwisata kemudian Pelayanan Publik.
Handi menjelaskan, tujuan pengukuran
dan penyebaran hasil pengukuran diantaranya untuk meningkatkan kesadaran kepala
daerah akan pentingnya menjadikankan daerah sebagai tujuan investasi dan
pembangunan daerah. Kemudian, untuk memberikan inspirasi guna membangun
strategi-strategi yang lebih terarah juga memberikan informasi kepada para
investor terhadap kesempatan bisnis investasi-investasi di daerah potensial di
Indonesia," kata Handi Irawan yang juga menerangkan IAA tahun ini
merupakan ke-4 kalinya diselenggarakan oleh Tempo Media Group bersama Frontier Counsulting Group.
Untuk diketahui, sebelumnya
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dalam sambutannya, menekankan pentingnya
membangun sinergi pemerintah pusat dan daerah, serta inovasi kepala daerah
dalam melakukan percepatan pembangunan.
"Dukungan pemerintah
daerah dengan melakukan debirokratisasi, penyederhanaan proses kemudian
mengindentifikasi kesiapan teknologi sebagai inovasi," terang Menteri
Tjahjo Kumolo.
Sementara Ekonom Bengkulu yang sekaligus deputi
Bank Indonersia Perwakilan Provinsi Bengkulu
Christin R Sidabutar menjelaskan, kondisi
ekonomi di setiap daerah, salah satunya di provinsi Bengkulu yang merupakan
provinsi paling ujung pulau sumatera bagian Selatan hingga saat ini masih
bergantung pada penyerapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dan APBN
setiap tahun. Akibatnya laju perekonomian Bengkulu relatif menadi lebih lamban
bahkan bisa labil.
Berdasarkan data yang dirilis
Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu, setiap tahun porsi ketergantungan
perekonomian di Provinsi Bengkulu mencapai 19 hingga 20 persen dari total Produk
Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Bengkulu yang berjumlah sekitar Rp. 61 trilliun.
Ketergantungan konsumsi ekonomi
APBD dan APBN ini bukan semata kesalahan dari Pemerintah semata melainkan ada
faktor lain yang mengakibatkan konsumsi belanja daerah pada APBD dan APBN yang
ada di Provinsi tidak tepat waktu.
"Jadi kalau realisasinya
turun maka ikut turun juga ekonominya dan sebaliknya bila realisasinya naik
maka ekonominya jadi naik juga," ungkap Christin.
Untuk itu perlu ada langkah
brilian yang perlu dilakukan Pemerintah bila tidak ingin ketergantungan pada
APBD dan APBN setiap tahun. Salah satunya dengan mendorong sektor produktif
yang dinilai bisa melepas pertumbuhan ekonomi dari ketergantungan tersebut.
Sejauh ini sektor produktif hanya berkisar 16 persen terdiri dari investasi,
ekspor dan impor yang relatif kecil dari jumlah PDRB sehingga perlu dilakukan
kebijakkan tepat dalam menumbuhkan sektor tersebut. Artinya investasi masih sangat
kecil yakni hanya 16 persen di Bengkulu.
"Solusi yang kita
maksudkan disini adalah meningkatkan peran sektor produktif tanpa mengurangi
nilai konsumsi Pemerintah Provinsi terhadap APBD dan APBN. Bila sektor
produktif itu bisa digenjot semisal 40 persen (net ekspor dan investasi) maka
bisa dibayangkan percepatan pertumbuhan ekonomi Bengkulu yang diyakini tidak
akan lagi bergantung pada konsumsi APBD dan APBN," tuturnya.
Bursa Efek Indonesia (BEI) terus melakukan
bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan kembali menggelar Festival
investasi terbesar di Indonesia yang bertajuk Indonesia Investment Festival
(Investival) 2018. Salah satunya dengan menggelar serangkaian acara seperti Road to School, road to campus, hingga
kompetisi Stocklab yang akan diikuti
ratusan peserta yang akan berlangsung antara November mendatang.
Tujuan kegiatan ini sendiri, tak lain untuk
menggemakan dan merealisasikan Bulan inklusi keuangan agar masyarakat familiar
dengan nabung saham. Selain familiar dengan nabung saham, diharapkan masyarakat
juga bisa langsung membuka akun saham pada acara tersebut dengan proses yang
sangat mudah.
Sampai dengan akhir Juli 2018 jumlah
investor pasar modal di wilayah Provinsi Bengkulu ini misalnya, telah mencapai
2.913 dengan Single Investor Identification (SID) 2.691. Angka ini tumbuh
100% YoY jika dibandingkan dengan jumlah investor pada tahun sebelumnya.
Di daerah misalnya, melemahnya nilai rupiah terhadap mata
uang dolar AS mengundang kegelisahan sejumlah kepala daerah, Bengkulu misalnya,
plt Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah MMA mengatakan, salah satu yang
perlu didorong saat ini adalah ekonomi digital berbasis kerakyatan.
“Kita ingin dorong ekonomi
digital berbasis kerakyatan. Masyarakat kita harus melek digital. Bahkan sampai
pada tingkat petani semestinya bisa memanfaatkan teknologi digital untuk
peningkatan kesejahteraannya,” ujar Rohidin Selasa siang (4/7/18).
Menurut Rohidin, bisnis berbasis digital orientasinya
mengarah pada sistem kerakyatan. Bengkulu sendiri menurutnya, hampir semua
sektor ekonomi dikuasai oleh rakyat, seperti sektor perkebunan sawit dan kopi.
Dua komoditas tersebut jka dikuasai dan dikelola dengan baik, kedepan alkan diyakini
dapat memberikan kontribusi yang cukup besar untuk Bengkulu tetapi belum mampu
dipasarkan secara maksimal melalui Provinsi Bengkulu.
“Kami berharap ada pendekatan antara korporasi digital
dengan rakyat sehingga mampu meningkatkan pemasaran baik kopi dan sawit,” jelas
Rohidin.
Rohidin menambahkan, kedua komoditas utama di atas harus
mampu menjadi viral di internet agar semakin dikenal. Karena selama ini kopi
Bengkulu banyak dipasarkan melalui Palembang dan Lampung serta sangat jarang
langsung dari Bengkulu.
“Kami berharap para generasi muda atau Millenials bisa
membantu memviralkan produk asli Bengkulu melalui internet agar dikenal hingga
ke luar negeri,” tambah Rohidin.
Selain itu, perkebunan sawit rakyat di Bengkulu hampir 60
persen produksinya masih di bawah standar. Pihaknya berharap perkebunan sawit
bisa dikelola bersama korporasi dengan pendekatan kerakyatan, salah satunya dengan
memasarkan kopi dan sawit melalui portal online akan ada banyak investor yang
berminat berinvestasi
“Butuh peran dari berbagai pihak agar komoditas di
Bengkulu semakin dikenal karena kualitasnya,” ujarnya.
Salah satu hal yang bisa dilakukan agar produk dikenal
adalah dengan cara membuat viral produk tersebut di dunia maya. Semakin sering
mengenalkannya maka akan semakin banyak orang tau produk asli dari daerah.
Kedepannya, Rohidin berharap, para generasi masa depan
diharapkan dapat melihat peluang potensi ekonomi besar daerah. Sehingga tidak
berharap atau bertumpu ingin jadi pegawai negeri sipil (PNS). Maraknya e-commerce atau
perdagangan elektronik dapat dimanfaatkan dalam menggerakan roda ekonomi bisnis
berbasis digital namun berorientasi kepada kerakyatan.
Rohidin menambahkan, ada dua persoalan besar yang harus
digarap dan menjadi peluang besar bagi generasi zaman now, yakni perkebunan sawit produksinya masih dibawah standar,
serta kopi yang cenderung dijual kepada pedangan pengepul dan di ekspor keluar
Bengkulu, seperti Lamnpung dan pulau Jawa hingga nama Bengkulu tak terkenal
sebagai salah satu pemasok kopi di pulau Sumatera. Peluang bisnis ini dapat
dilakukan melalui kelompok usaha tani melalui pendekatan keluarga, melalui
korporasi dengan pendekatan bisnis kerakyatan.
“Saya kira anak muda mungkin punya ide, sehingga tidak
usah buka lahan baru, kebun rakyat ini dikelola dimanajemeni, sehingga dunia
melihat produk seperti ini yang harus dibeli, karena mengangkat perekonomian
rakyat,” pungkas Rohidin.(frj)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar