Senin, 29 Oktober 2018

Antisipasi Bencana, Pemprov Koordinasi Lintas Sektor


BENGKULU, SH - Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengatakan, pada 2019 mendatang, pemprov akan ada penambahan anggaran secara signifikan pada bidang penanggulangan bencana daerah. Termasuk koordinasi lintas sektor terkait kesiapan peralatan antisipasi kebencanaan akan terus dilakukan. Hal ini dikatakannya saat apel gelar perlengkapan tanggap bencana, di depan Polres Bengkulu bersama Kapolda, Selasa pagi (23/10/18).
“Lintas sektor bersinergi bersama, menentukan langkah antisipasi bencana. Pengadaan alat berat juga akan ditambah pada anggaran tahun depan,” ujar Rohidin.
Rohidin menambahkan, pemerintah daerah juga menganggarkan langkah mengedukasi masyarakat melalui simulasi terkait bencana, agar masyarakat tahu apa yang harus dilakukan sebelum dan setelah bencana terjadi.
“Antisipasi dini secara langsung ke masyarakat juga terus dilakukan, untuk meminimalisir resiko dampak bencana,” tambah Rohidin.
Sementara itu, Kapolda Bengkulu Brigjend Pol Coky Manurung mengatakan, letak Provinsi Bengkulu masuk dalam zona merah daerah rawan bencana, oleh sebab itu perlu dilakukan langkah antisipasi seperti kesiapan peralatan bencana.
“Apel seperti ini perlu dilakukan setiap bulan, agar kita tahu apa yang kurang dan akan melakukan apa disaat terjadi bencana,” ujar Choki
Coky menjelaskan, Bengkulu memerlukan alat pendeteksi tsunami (buoy) pada beberapa titik karena wilayah kita belum memiliki itu, padahal Bengkulu salah satu wilayah rawan bencana. Kepolisian juga mendirikan Command Center sebagai pusat pengaduan masyarakat melaporkan kejadian kriminal yang terjadi dilapangan.
“Kedepan alat pendeteksi tsunami (buoy) perlu dipasang pada titik titik strategis, langkah lain, pendirian pusat komando (Command Center) diharapkan memudahkan sebagai mata Polri dalam menindak kejahatan di masyarakat,” tutup Coky.(frj)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar