BENGKULU,
SH – Dinas Perhubungan (Dishub)
Provinsi Bengkulu melaunching sebanyak 5 Unit Bus Rapaid Transit (BRT) “Trans
Rafflesia Bengkulu bertempat di depan Sport Center Pantai Panjang Bengkulu,
Minggu pagi (7/10/18).
Kepala
Dishub Provinsi Bengkulu, Ir. Bambang Budi Jatmiko dalam laporannya
mengungkapkan, BRT ini merupakan angkutan yang melayani angkutan dari pusat
kota hingga ke kabupaten lain yang saling terhubung secara berkesinambungan.
“Diharapkan
dapat melayani kebutuhan akan jasa transportasi darat untuk angkutan massal
bagi seluruh lapisan masyarakat Provinsi Bengkulu. Yang mampu menjangkau
seluruh kawasan perkotaan dalam wilayah Provinsi Bengkulu secara handal dan
berkelanjutan,” kata Budi.
Budi
menambahkan, BRT merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan
aksesbilitas dan konektivitas di Provinsi Bengkulu guna mendukung perkembangan
dan kemajuan ekonomi masyarakat. Kelima BRT ini merupakan bantuan dari
Kementerian Perhubungan RI pada tahun 2018.
Dishub
menetapkan 3 koridor yang berada di Kota Bengkulu dengan dua kabupaten
penyangga yakni Kabupaten Seluma dan Kabupaten Benteng. Namun, lantaran
keterbatas armada BRT saat ini baru satu koridor yang akan mulai beroperasi
yakni Koridor 1 dengan rute Betungan-Pasar Pedati (Kabupaten Benteng).
“Hal
ini mengingat keterbatasan armada bus yang belum memadai, pengoperasian bus
Trans Raflesia Bengkulu ini diprioritaskan pada koridor 1 dengan pertimbangan
bahwa rute pada koridor ini melintasi daerah-daerah wisata, yang diharapkan
dapat melayani masyarakat Provinsi Bengkulu kearah tujuan-tujuan wisata dan
juga bisa mendukung program Pemerintah Provinsi Bengkulu yaitu Visit Wonderfull
Bengkulu tahun 2020,” jelas Budi.
Dalam
acara tersebut, Plt Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah diwakili oleh Asisten
Perekonomian dan pembangunan Pemprov Bengkulu.Yuliswani mengharapkan kehadiran
BRT ini bisa menjadi mode transpotasi yang nyaman, aman, dan terjangkau bagi
masyarakat di Provinsi Bengkulu.
“Selain
itu, kita juga mengharapkan dengan adanya ini (BRT “Trans Rafflesia Bengkulu
ini dapat meningkatkan aksesbilitas mereka dalam melaksanakan kegiatan dan
pekerjaan,” harap Yuliswani.
Direkur Utama Damri, Setya N Milatia
mengatakan kehadiran angkutan massal ini Bus Transit ini untuk meminimalisir
kemacetan karena banyaknya penggunaan kendaraan pribadi, yang disebabkan
sebelumnya mode transportasi massal semacam bus transit ini belum hadir selama
ini.
Perlu diketahui, BRT ini sudah hadir di 60
cabang di Indonesia dan salah satunya cabang Provinsi Bengkulu. Dan saat ini
baru 5 unit yang akan dioperasikan di tiga koridor utama. Namun, pada 2018
ini, hanya satu koridor yang diberlakukan yakni koridor 1 (Betungan-simpang
kandis-simpang lapangan golf- Jl. Jenggalu- Jl. Pariwisata Pantai Panjang –
kawasan Sport Center- pasar Bengkulu- Benteng Marlborough-sungai Hitam-Pasar
Pedati), karena merupakan jalur wisata. Sedangkan, koridor lainnya akan dioperasikan
pada Januari 2019 mendatang.
Sebelumnya, Kepala Dishub Provinsi
Bengkulu, Ir. Bambang Budi Jatmiko menyampaikan bahwa Bus Trans Rafflesia
Bengkulu ini ini digratiskan hingga bulan Desember 2018 mentang sebagai
persembahan ulang tahun emas Provinsi Bengkulu ke-50. Dan pada tahun 2019 akan
diberlakukan tarif normal yaitu dikenakan tarif flat Rp 3.000 per penumpang
berlaku untuk semua kalangan.(frj)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar