BENGKULU, SH - Menyambut HUT Emas Provinsi Bengkulu ke 50 tahun 18 pada
November mendatang, Pemerintah Provinsi Bengkulu bekerjasama dengan Badan
Musyawarah Masyarakat Provinsi Bengkulu se Jabodetabek, Universitas Yarsi,
Kagama, dan Laznas BSM Umat, menggelar bakti sosial Operasi Katarak,
Sunatan Massal, Penyuluhan Dana Desa dan Ekonomi Kreatif, serta
Penyuluhan Narkoba. Kegiatan ini berlangsung di RSUD M.Yunus, Sabtu, 13 Oktober
2018.
Untuk operasi katarak, sedikitnya
259 orang telah mendaftar untuk menjalani operasi. Hingga malam kemarin
sedikitnya 102 orang penderita katarak telah selesai dioperasi. 157 orang
sisanya menunggu giliran dan akan dioperasi sesuai jadwal antrian.
Operasi katarak ini merupakan salah
satu upaya mewujudkan masyarakat Provinsi Bengkulu yang sehat, khususnya
gangguan penglihatan yang sebagian besar disebabkan oleh katarak.
“Saya rasa ini harus dilakukan
secara berkala, karena masyarakat sering kesulitan untuk mengakses layanan
pengobatan operasi katarak,” ujar Rohidin.
Menurut Rohidin, bakti sosial
seperti ini merupakan bukti kecintaan, kebanggaan, panggilan jiwa dan
pengabdian kepada daerah dalam rangka secara bersama sama membangun Provinsi
Bengkulu.
“Saya atas nama pemerintah dan
masyarakat Provinsi Bengkulu mengucapkan terimakasih yang sebesar besarnya atas
inisiatif dan peran serta semua pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan
ini,” tutur Rohidin.
Tak hanya bakti sosial, memeriahkan
Hut Emas Provinsi Bengkulu ke 50 tahun 2018 telah mengkemas berbagai acara,
diantaranya dalam bidang seni akan digelar pentas musik yang menampilkan 100
musisi Bengkulu dan festival dhol. Sementara mengangkat dari sisi sejarah,
pemerintah bersama masyarakat telah melaksanakan kirab bendera Merah
Putih yang diarak dari rumah kediaman Ibu Fatmawati menuju tempat Upacara di
Benteng Malborough pada peringatan HUT RI 17 Agustus lalu.
“Ini untuk menunjukkan kepada
Indonesia, Bengkulu punya kontribusi sejarah yang kuat kepada negara Republik
Indonesia,” tambahnya.
Usai membuka kegiatan bakti sosial,
Plt Gubernur juga meninjau pembangunan gedung rawat inap di RSUD M Yunus.
Didampingi Direktur RSUD M Yunus
Zulki Maulub, dan Asisten II Yuliswani serta pihak konsultan dan kontraktor
pelaksana, Rohidin berkeliling di gedung yang progres pembangunannya telah
lebih dari 50% tersebut.
“Bangunan rumah sakit ini adalah bangunan
kualitas A. Kualitas bangunan, keindahan dan kenyamanan harus melebihi
Real Estate,” tegas Rohidin.
Untuk diketahui, pembangunan gedung
rawat inap ini merupakan respon terhadap fasilitas rumah sakit M Yunus yang
saat ini banyak dikeluhkan masyarakat.
Bangunan empat lantai ini,
diharapkan mampu memberikan pelayanan yang baik dan rasa nyaman kepada
masyarakat yang dirawat.(frj)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar