Minggu, 21 Oktober 2018

157 Pasien Jalani Operasi Katarak gratis



BENGKULU, SH - Menyambut HUT Emas Provinsi Bengkulu ke 50 tahun 18 pada November mendatang, Pemerintah Provinsi Bengkulu bekerjasama dengan Badan Musyawarah Masyarakat Provinsi Bengkulu se Jabodetabek, Universitas Yarsi,  Kagama, dan Laznas BSM Umat, menggelar bakti sosial Operasi Katarak,  Sunatan Massal, Penyuluhan Dana Desa dan Ekonomi Kreatif, serta Penyuluhan Narkoba. Kegiatan ini berlangsung di RSUD M.Yunus, Sabtu, 13 Oktober 2018.

Untuk operasi katarak, sedikitnya 259 orang telah mendaftar untuk menjalani operasi. Hingga malam kemarin sedikitnya 102 orang penderita katarak telah selesai dioperasi. 157 orang sisanya menunggu giliran dan akan dioperasi sesuai jadwal antrian.

Operasi katarak ini merupakan salah satu upaya mewujudkan masyarakat Provinsi Bengkulu yang sehat, khususnya gangguan penglihatan yang sebagian besar disebabkan oleh katarak.  

“Saya rasa ini harus dilakukan secara berkala, karena masyarakat sering kesulitan untuk mengakses layanan pengobatan operasi katarak,” ujar Rohidin.

Menurut Rohidin, bakti sosial seperti ini merupakan bukti kecintaan, kebanggaan,  panggilan jiwa dan pengabdian kepada daerah dalam rangka secara bersama sama membangun Provinsi Bengkulu.  

“Saya atas nama pemerintah dan masyarakat Provinsi Bengkulu mengucapkan terimakasih yang sebesar besarnya atas inisiatif dan peran serta semua pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan ini,” tutur Rohidin.

Tak hanya bakti sosial, memeriahkan Hut Emas Provinsi Bengkulu ke 50 tahun 2018 telah mengkemas berbagai acara, diantaranya dalam bidang seni akan digelar pentas musik yang menampilkan 100 musisi Bengkulu dan festival dhol. Sementara mengangkat dari sisi sejarah,  pemerintah bersama masyarakat telah melaksanakan kirab bendera Merah Putih yang diarak dari rumah kediaman Ibu Fatmawati menuju tempat Upacara di Benteng Malborough pada peringatan HUT RI 17 Agustus lalu.

“Ini untuk menunjukkan kepada Indonesia, Bengkulu punya kontribusi sejarah yang kuat kepada negara Republik Indonesia,” tambahnya.

Usai membuka kegiatan bakti sosial, Plt Gubernur juga meninjau pembangunan gedung rawat inap di RSUD M Yunus.
Didampingi Direktur RSUD M Yunus Zulki Maulub, dan Asisten II Yuliswani serta pihak konsultan dan kontraktor pelaksana, Rohidin berkeliling di gedung yang progres pembangunannya telah lebih dari 50% tersebut.
 “Bangunan rumah sakit ini adalah bangunan kualitas A. Kualitas bangunan,  keindahan dan kenyamanan harus melebihi Real Estate,” tegas Rohidin.
Untuk diketahui, pembangunan gedung rawat inap ini merupakan respon terhadap fasilitas rumah sakit M Yunus yang saat ini banyak dikeluhkan masyarakat.
Bangunan empat lantai ini, diharapkan mampu memberikan pelayanan yang baik dan rasa nyaman kepada masyarakat yang dirawat.(frj)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar