Ratusan Sopir Angkot Kembali Duduki
Pemprov Bengkulu
![]() |
| Supir Angkot Demo Depan Kantor Gubernur Bengkulu |
BENGKULU, SH - Aksi damai ditunjukan ratusan sopir angkot se-Provinsi Bengkulu di depan kantor
Gubernur, Selasa
(28/8) lalu saat berdemonstrasi menuntut ditutupnya aplikasi grab oleh
pemerintah. Massa
menilai, belum adanya titik terang dari tuntutan Aliansi Angkot 5 Warna soal Grab hingga saat ini telah meresahkan dan
menutup akses rezeki
mereka, yang selama puluhan
tahun telah bekerja di
dunia angkot tradisional tersebut.
Meski mediasi antara pihak ketua Aliansi Angkot 5 Warna
dengan pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) berserta jajarannya sudah dilakukan, namun belum ada titik
temu dan solusi yang diinginkan dari pihak angkot. "Pihak kami menuntut
keabsahan kedudukan Grab yang ada di Bengkulu, mulai dari administrasi
serta persyaratannya," jelas Ketua Aliansi Angkot 5 warna, Yupiter. Yupiter bahkan akan memastikan ratusan sopir angkot tidak akan bergerak
dari depan Kantor Gubernur dan menunggu kepulangan tim khusus Pemprov dari tempat
Kantor Grab yang sedang
mengecek keabsahan persyaratannya.
"Kami ingin ada keadilan dari segi pengurusan, sebab, angkot selalu diperberat
pengurusan administrasi baik itu bayar pajak dan lain-lain. Itu yang kami minta
keadilan, apalagi angkot
sudah ada dari zaman penjajahan dan perjuangan sampai sekarang masih tetap dan
terus eksis, sedangkan Grab baru seumur jagung sudah mau merampas hak dan mata
pencarian kami," tegasnya.
Menurutnya, dari pihak Grab
harus hadir disini untuk menyelesaikan masalah ini bersama-sama. Tapi
seakan-akan Grab malah
angkat tangan tidak mau tahu akan hal ini. "Kami kompak tidak akan bubar sampai tuntas
tuntutan tersebut. Karena sudah
beberapa kali ada pertemuan sampai ada hearing dengan pihak Dinas Perhubungan
Provinsi tapi tidak ada keputusan. Dan jika sampai hari ini tidak selesai, kami akan demo lagi membawa istri dan
anak kami," tutupnya.
// Aksi Demo
Berakhir Dengan kesepakatan

Pasca ratusan pengemudi angkutan Kota Bengkulu trayek lima warna,
memakirkan kendaraannya di ruas jalan pembangunan, depan Kantor Gubernur
Bengkulu dan menyuarakan tuntutannya, Selasa siang (28/8/18), ketua aliansi
angkot lima warna Yupiter Kenedi, koordinator lapangan aksi Endang
dan beberapa perwakilan supir angkot menemui Sekda Provinsi Nopian
Andusti.
Pertemuan yang juga dihadiri pejabat dari Dinas Perhubungan,
Kominfo, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu
Pintu, berlangsung alot hingga sore hari. Setelah beberapa lama melakukan
hearing dengan perwakilan berbagai pihak, akhirnya perwakilan sopir angkot
bersama pemerintah daerah menghasilkan beberapa kesepakatan, yakni :
1.
Pemerintah
Provinsi Bengkulu akan menindaklanjuti kegiatan hearing antara Pemerintah
Provinsi Bengkulu dan Aliansi Angkot lima warna Kota Bengkulu tentang
keberadaan grab yang ada di Provinsi Bengkulu, dengan cara memerintahkan
penutupan sementara (meng-offline-kan) terhadap kendaraan yang beroperasi
mengangkut penumpang/masyarakat umum yang belum/tidak memiliki izin
menyelenggarakan angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum tidak dalam
trayek sebagaimana yang dipersyaratkan dalam peraturan Menteri Perhubungan
Nomor: PM.108 Tahun 2017.
2.
Pemerintah
Provinsi Bengkulu melalui Dinas Kominfotik dan Dinas Perhubungan akan
mengadakan pertemuan / rapat koordinasi dengan pihak Grab atau PT. STI
(Solution Transportasi Indonesia) dan instansi terkait lainnya pada tanggal 5
September 2018.
3.
Pemerintah
Provinsi Bengkulu melalui Dinas Kominfotik dan Dinas Perhubungan akan
berkoordinasi dengan pihak Kepolisian dan Satpol PP, untuk melakukan pengawasan
terhadap Angkutan Sewa Khusus Online yang tidak/belum memiliki izin sebagaimana
dimaksud.
Setelah mendapatkan jawaban atas aksinya, ratusan sopir
angkot yang sejak pagi mogok ini, membubarkan diri dengan tertib.(frj/vvy)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar