Oleh: Ihsan Sobari
|
S
|
ukses, mungkin tidak satupun manusia di dunia ini yang
tak ingin meraihnya, karena bahkan seorang yang berencana bunuh diripun tak
ingin mengalami kegagalan. Maksudnya, orang akan menanggung malu teramat besar
jika upaya bunuh dirinya ternyata tidak berhasil, meskipun seharusnya ia
bersyukur.
Mungkin terlalu ekstrim jika yang diambil contoh adalah soal bunuh diri, namun hal itu sekedar ingin memberikan gambaran bahwa untuk hal paling hina pun orang berusaha maksimal untuk merealisasikannya.
Apapun,
untuk meraih sukses, kuncinya adalah rencana yang matang dan usaha yang
maksimal untuk menjalankan semua yang telah terencana itu. Dalam prinsip
manajemen, langkah ini biasa dikenal dengan, Rencanakan Apa Yang Hendak
Dikerjakan, dan Kerjakan Apa yang Sudah Direncanakan. Artinya, jika keluar dari
prinsip tersebut, bisa jadi satu keniscayaan bahwa kegagalan segera menghampiri
Anda.
Namun,
tahukah Anda apa yang paling menentukan dari semua proses awal menuju
kesuksesan ketika hendak memulai satu upaya merealisasikan semua rencana?
Rahasia
sukses seseorang dalam meraih semua impiannya, entah itu berkenaan dengan
karir, hubungan interpersonal atau apapun yang menjadi obsesinya ternyata ada
pada lima detik pertama setiap langkah awalnya. Lima detik begitu menentukan?
Tepat! Karena yang harus anda lakukan pada lima detik pertama itu adalah kunci
sukses nomor satu yang tidak boleh dilewatkan, satu hal yang sangat mudah dan
praktis untuk dilakukan: Tersenyum. David J Lieberman dalam sebuah buku laris
yang berjudul, Get Anyone To Do Anything menyebutkan, taktik nomor satu untuk
menciptakan kesan pertama yang luar biasa tetapi mudah dilakukan adalah:
Tersenyum.
Mengapa
senyum? Jangan pernah pernah menganggap sepele tersenyum, karena Rasulullah pun
memberikan nilai sedekah untuk setiap senyum yang kita berikan kepada saudara
kita. Selain itu, senyum mampu menciptakan empat hal yang luar biasa:
Menimbulkan rasa percaya diri, kebahagiaan, dan semangat. Dan yang lebih
penting, tersenyum menandakan penerimaan yang tulus.
Orang yang
tersenyum dianggap sebagai orang yang penuh percaya diri karena ketika kita
sedang grogi atau tidak yakin dengan diri kita atau sekitar kita, kita
cenderung untuk tidak tersenyum. Tentu saja tersenyum menimbulkan kebahagiaan
sehingga akan mempertemukan kita kepada orang-orang yang bahagia karena kita
melihat mereka dengan cara yang positif. Semangat sangat penting untuk
menciptakan kesan yang baik karena semangat itu dapat menular kepada orang
lain.
Dengan
tersenyum menunjukkan bahwa Anda menyenangi tempat dimana anda berada dan
senang bertemu dengan orang yang anda temui sehingga pada gilirannya dia akan
semakin tertarik untuk bertemu anda. Pada akhirnya, tersenyum menunjukkan
penerimaan yang tulus dan menyebabkan orang lain tahu bahwa anda mau menerima dia
dengan tulus.
Anda tentu
masih ingat pesan sebuah iklan produk parfum pria yang pernah ditayangkan di TV
yang berbunyi: “Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah anda …”.
Ya, kesan pertama, itulah yang harus anda ciptakan untuk bisa memulai segalanya
lebih lancar sehingga kesuksesan seolah sudah digenggaman anda. Dan tersenyum,
jelas cara yang paling ampuh untuk menciptakan kesan pertama yang mengagumkan.
Berkenaan
dengan kesan pertama ini, ada sesuatu yang disebut pengaruh pertama, yakni
sebuah proses dimana kesan pertama kita terhadap orang lain menyebabkan kita
menilai perilaku berikutnya atas dasar kesan pertama kita. Ini artinya, kesan
pertama kita terhadap seseorang sangat penting karena segala sesuatu yang kita
lihat dan kita dengar selanjutnya disaring melalui pendapat kita yang pertama.
Akibatnya, Anda menciptakan citra orang tersebut sebagaimana ketika mula-mula
anda bertemu dengannya dan anda melihat perilakunya pada masa-masa selanjutnya
melalui citra ini. Jadi, apabila kesan pertama seseorang terhadap anda baik,
maka dia akan cenderung lebih baik dalam menilai anda pada masa-masa
selanjutnya.
Dimanapun,
kapanpun, bersama siapapun, sedang apapun ketika anda tengah berinteraksi
dengan orang lain, jadikan senyum sebagai modal utama anda. Senyum bisa menjadi
senjata yang paling ampuh dalam berbagai kondisi, seperti hubungan
interpersonal dan interelasi, saat interview, wawancara dan lain sebagainya.
Sebagai
ingatan, jangan pernah sia-siakan momentum awal (detik-detik pertama) untuk
tidak menjadikannya sebaik mungkin, karena percakapan dan hubungan anda
selanjutnya akan disaring melalui momentum awal ini, dengan demikian akan
menciptakan kesan yang sangat baik. Itulah sebabnya mengapa tersenyum itu
sangat penting. Lakukanlah dengan segera dan senyum akan menjelaskan banyak hal
tentang diri anda: Semuanya positif. Wallaahu ‘a’lam bishshowaab.(**)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar