Minggu, 16 September 2018

Keunikan Budaya dan Religi di Festival Tabut 2018


P
unya rencana berlibur ke Bengkulu? Sebentar lagi di sana akan ada Festival Tabut 2018 yang dipusatkan di Lapangan Merdeka View Tower Kota Bengkulu selama 10 hari, mulai pada 10-20 September 2018. 
Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, Bengkulu memiliki kekuatan wisata religi yang penuh dengan budaya. Ia yakin Festival Tabut 2018 bisa menjadi magnet untuk mendatangkan wisatawan. "Festival Tabut ini menjadi festival utama di Bengkulu sekaligus Top 100 event wisata skala nasional. Jadi harus benar-benar dibikin meriah dan semenarik mungkin agar bisa mendatangkan wisatawan sebanyak-banyaknya," ujar Arief, Rabu pagi (29/8/18).
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, Yudi Satria, mengatakan bahwa ritual Tabut diadakan sebagai manifestasi kecintaan sekaligus mengenang kisah kepahlawanan dan kematian cucu Nabi Muhammad SAW, Husein bin Ali bin Abi Thalib. Husein meninggal dalam peperangan dengan pasukan Ubaidillah bin Zaid di padang Karbala, Irak pada 10 Muharam 61 Hijriah (681 M).
"Bila melihat sejarahnya, perayaan ritual Tabut di Bengkulu pertama kali diperkenalkan dan dilaksanakan pada tahun 1685 oleh Syeh Burhanuddin atau dikenal sebagai Imam Senggolo, seorang penyebar Islam di Bengkulu. Ia menikahi seorang perempuan Bengkulu dan keturunannya disebut keluarga Tabut," ujar Yudi.
Ritual tersebut kemudian diadakan setiap tahun secara turun-temurun oleh anggota Kerukunan Keluarga Tabut (KKT) Bengkulu. Ritualnya digelar dari tanggal 1 sampai 10 Muharram sebagai upaya memperingati sekaligus menyemarakkan Tahun Baru Islam. "Tradisi ini berawal dari keturunan Husein. Saat Husein meninggal, yang tersisa adalah 1 anak laki-laki dan ada beberapa yang perempuan. Zainal Abidin, inilah yang beranak pinak," tambah Yudi.
Yudi menjelaskan, inti dari upacara selama 10 hari itu adalah simbol mengumpulkan semua bagian tubuh Husein, lalu diarak dan dimakamkan di Padang Karbala. "Ini akan menjadi simbol keprihatinan sosial menyoal praktik kehidupan manusia yang kerap menghalalkan segala cara seperti pengkhianatan untuk mencapai kekuasaan," tambahnya.
Adapun tahapan ritual Tabut sesuai urutan, yakni mengambik (mengambil) tanah, duduk penja, meradai, merajang, arak penja, arak serban, gam yang berarti masa tenang atau berkabung, arak gedang, serta tabut terbuang. Festival Tabut juga menawarkan kegiatan lain selain sekedar prosesi. Ada sejumlah kontes yang harus dimenangkan setiap tahun, di antaranya lomba kereta kuda tradisional dan pertunjukan tarian tabut.
Untuk diketahui bersama, festival Tabut 2018 bukan hanya menjadi ajang promosi pariwisata, tapi juga sebagai penggerak ekonomi daerah. Festival ini mampu menyedot ratusan ribu orang Bengkulu untuk menyaksikan puncak acara arak-arakan tabut. Festival tabiut tak lain untuk mendukung program unggulan daerah dalam mewujudkan Tahun Kunjungan Wisata pada 2020 atau "Visit Wonderful Bengkulu 2020.(frj)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar