![]() |
| Asisten III Setda Provinsi Bengkulu, Gotri Suyanto. |
BENGKULU, SH – Asisten III Setda Provinsi Bengkulu, Gotri
Suyanto menjelaskan, peningkatan SDM masyarakat di wilayah pedesaan sangat
penting, khsususnya dalam menghadapai Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
Hal
ini disampaikan saat membuka sekaligus menjadi keynote speaker Seminar Nasional
dan Workshop dengan tema ‘Village Building For ASEAN Community’, Kamis pagi (9/8/18)
yang digelar di Universitas Hazairin (Unihaz).
Seminar
yang diselenggarakan dalam rangkat HUT ASEAN ke 51 ini digagas oleh Kementerian
Luar Negeri, dalam hal ini Ditjen Kerja Sama ASEAN. Hadir dalam seminar ini
Sekretaris Ditjen Kerjasama Asean, Vedi Kurnia Buana, Direktur Pengembangan
Usaha Ekonomi Desa (PUED) Kemendes, Nugroho Setijo Nagoro.
Harapannya
adalah bagaimana memberdayakan Desa serta menguatkan SDM Desa, sehingga mampu
bersaing di tingkat ASEAN. Penguatan Desa sendiri searah dengan Nawacita
Presiden terkait dengan membangun dari pinggiran.
“Kedepan
mungkin tenaga kerja dari ASEAN itu masuk ke Indonesia, kalau kita tidak
mempersiapkan diri, kita pasti akan ketinggalan”, jelas Gotri Suyanto.
Penguatan
Desa sendiri tidak bisa dilakukan oleh masyarakat sendirian, perlu ada campur
tangan dari pemerintah daerah, baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Untuk
memberdayakan masyarakat Desa sehingga dapat mandiri dan meningkatkan
produktifitasnya dalam bersaing dengan masyarakat ASEAN.
“Bisa
dalam program kegiatan, bisa berupa bantuan dana dan sebagianya, sesuai dengan
kewenangan masing-masing”, jelas Gotri Suyanto.
Sementara
itu, Rektor Unihaz Hazairin Yulfiperius mengungkapkan, siap berkerjasama
bersama Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Desa PDTT dalam rangka
meningkatkan SDM anak bangsa, serta dalam rangka membangun Provinsi
Bengkulu.
“Saya
yakin dan percaya dengan judul seminar Village Building For ASEAN Community
ini, banyak yang dapat kita diskusikan dan dapat kita terapkan”, jelas Rektor
Unihaz Hazairin Yulfiperius.(frj)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar