JAKARTA, SH - Petahana Joko Widodo akhirnya resmi
memilih Ketua MUI RI Ma'ruf Amin sebagai pasangannya dalam persaingan Capres
dan Cawapres 2019. Keduanya resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon
presiden dan wakil presiden kepada Komisi Pemilihan Umum. Keduanya
menyerahkan sejumlah dokumen yang diperlukan untuk dapat ditetapkan sebagi
capres dan cawapres oleh KPU. Jokowi dan Maruf menyerahkan dokumen secara
simbolis kepada Ketua KPU Arief Budiman. Para ketua partai koalisi turut
mendampingi proses pendaftaran Jokowi-Ma'ruf.
Terdapat sembilan ketum yang
mendampingi Jokowi, yakni Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketum Golkar
Airlangga Hartarto, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Ketum PPP Muhammad
Romahurmuziy, Ketum NasDem Surya Paloh, Ketum Hanura Oesman Sapta Odang, Ketum
PSI Grace Natalie, Ketum Perindo Hary Tanoesoedibjo, dan Ketum PKPI Diaz
Hendropriyono.
Setelah simbolis itu itu, para panitia pendaftaran capres-cawapres di KPU melakukan pemeriksaan dokumen. Pemeriksaan berlangsung sekitar sepuluh menit. Tak lama setelah proses itu dilakukan, Jokowi dan Maruf terlihat menandatangani sebuah dokumen. "Demikian untuk syarat pencalonan kami nyatakan lengkap," kata perwakilan KPU seperti disiarkan CNN Indonesia TV.
Setelah simbolis itu itu, para panitia pendaftaran capres-cawapres di KPU melakukan pemeriksaan dokumen. Pemeriksaan berlangsung sekitar sepuluh menit. Tak lama setelah proses itu dilakukan, Jokowi dan Maruf terlihat menandatangani sebuah dokumen. "Demikian untuk syarat pencalonan kami nyatakan lengkap," kata perwakilan KPU seperti disiarkan CNN Indonesia TV.
Jokowi dan Ma'ruf Amin mendatangi KPU dengan cara
konvoi dari Gedung Joang 45 di kawasan Cikini, Jakarta, menggunakan minibus
hitam. Sekitar pujul 09.18 WIB, Jokowi dan Maruf keluar dan memasuki mobil
menuju ke gedung KPU usai berpidato dan melakukan doa bersama relawan. Rombongan
Jokowi itu lantas diikuti oleh ratusan iring-iringan relawan Jokowi di
belakangnya yang telah berkumpul terlebih dulu di Gedung Joang 45.
Lalu lintas di depan Gedung Joang atau Jalan Menteng
Raya ditutup sementara untuk mengamankan rombongan Jokowi dan para relawan
menuju KPU. Jokowi tiba di KPU sekitar pukul 09.30 WIB. Dia bersama sejumlah
ketua partai seperti Megawati, Surya Paloh dan Romahurmuziy memasuki kantor
KPU. Rombongan ini mendapat sambutan meriah dari massa pendukung, Sejumlah
menteri kabinet juga turut mengantar Jokowi
Presiden
Joko Widodo memutuskan Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden pendampingnya
dalam Pilpres 2019. Hal itu disampaikan Jokowi dalam jumpa pers bersama para
ketua umum dan sekretaris jenderal parpol pendukung di Restoran Plataran, Jalan
HOS Tjokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/8/18) petang.
"Saya
memutuskan dan telah mendapat persetujuan dari partai-partai koalisi yang
tergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja bahwa yang akan mendampingi sebagai
calon wakil presiden adalah Profesor Kiai Haji Ma'ruf Amin," ujar Jokowi.
Jokowi
kemudian menjawab kemungkinan adanya pertanyaan dari publik alasan memilih
Maruf. Menurut Jokowi, Maruf adalah tokoh agama yang bijaksana. Jokowi kemudian
menyebut berbagai jabatan yang pernah diemban Maruf. Ma'ruf pernah menjadi
anggota legislatif DPRD, DPR, MPR, anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Rais
'Aam PBNU hingga sekarang menjabat Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Dalam kaitannya dengan Kebhinekaan, kata Jokowi, Maruf menjabat anggota Dewan
Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila. "Kami ini saling melengkapi,
nasionalis religius," ujar Jokowi.
// Prabowo
Subianto Akhirnya Pilih Sandiaga Uno
Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno secara resmi dipilih oleh Ketua
Umum Partai Gerindra Prabowo
Subianto sebagai calon wakil presidennya pada pilpres 2019.
"Tiga pimpinan partai politik telah memberikan
kepercayaan kepada saya dan saudara Sandiaga Uno untuk maju sebagai calon
presiden can calon wakil presiden untuk masa bakti 2019-2024," kata
Prabowo di rumahnya, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis
(9/8).
Hadir dalam deklarasi, elite Partai Amanat
Nasional (PAN) seperti Amien Rais, Zulkifli Hasan dan elite Partai Keadilan
Sejahtera (PKS) seperti Sohibul Iman dan Salim Segaf Al Jufri. Namun tidak
terlihat perwakilan elite Partai Demokrat dalam deklarasi yang juga dihadiri
perwakilan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama itu.
Sebelumnya, Sandiaga telah mengajukan surat keterangan
tidak pailit ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Surat keterangan ini merupakan
salah satu syarat mendaftarkan diri sebagai calon presiden atau calon wakil
presiden 2019 yang diatur dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU).
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya mengaku
ditawari posisi cawapres bagi Prabowo lebih dahulu ketimbang Sandiaga. Namun,
Anies menolak tawaran itu.
"Sesudah saya menyampaikan tidak [ingin jadi
cawapres], baru Pak Sandi [ditawarkan]," kata Sandi di Balai Kota Jakarta,
Kamis (9/8).
Anies juga sudah berbicara empat mata dengan Sandiaga
soal pencalonan sebagai cawapres.
Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Gerindra Hashim
Djojohadikusumo mengatakan deklarasi Prabowo dan cawapresnya akan dilakukan
pada malam ini. Hasim mengatakan peluang pasangan Prabowo-Sandiaga belum
berubah hingga beberapa waktu terakhir, "kecuali kalau Tuhan menentukan
lain, ya," katanya.
Nama Sandiaga muncul belakangan pada bursa cawapres
kubu Prabowo. Dia dianggap sebagai sosok yang bisa mewakili anak muda.
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Andre
Rosiade menyebut sosok cawapres yang diusung pihaknya merupakan sosok muda dan
menarik. Dia pun menyebut pilihan ini berbeda dengan sosok pendamping Joko
Widodo yang disebutnya lebih sepuh.
Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno juga
sempat mendatangi Balai Kota Jakarta, Kamis (9/8) sore. Ia datang beberapa jam
sebelum Prabowo Subianto mengumumkan calon wakil presiden.
Prabowo sempat menyambangi Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Salim Segaf Aljufri pada Kamis sore ini. Ia keluar dari rumah Salim sekira pukul 16.20 WIB. Mantan Danjen Kopassus itu keluar rumah pada saat bersamaan Ketua GNPF Ulama Yusuf Martak juga datang ke kediaman Prabowo.
Prabowo sempat menyambangi Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Salim Segaf Aljufri pada Kamis sore ini. Ia keluar dari rumah Salim sekira pukul 16.20 WIB. Mantan Danjen Kopassus itu keluar rumah pada saat bersamaan Ketua GNPF Ulama Yusuf Martak juga datang ke kediaman Prabowo.
Menjelang pengambilan keputusan, Sandiaga telah
mendatangi rumah Prabowo di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan,
Rabu (8/8).
Sehari jelang pengumuman, situasi sempat memanas
ketika Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief menyampaikan
kegeramannya kepada Prabowo dan Sandiaga Uno.
Dia menyebut Prabowo sebagai jenderal kardus dan
menuding Sandiaga telah membayar PAN dan PKS sebesar Rp500 miliar.
"Prabowo ternyata kardus, malam ini kami menolak
kedatangannya ke kuningan. Bahkan keinginan dia menjelaskan lewat surat sudah
tak perlu lagi. Prabowo lebih menghatgai uang ketimbang perjuangan. Jendral
kardus," tulis Andi Arief melalui akun Twitter @AndiArief_.
Andi Arief mengklaim memiliki data akurat mengenai
dugaan 'mahar' Rp500 miliar yang disiapkan Sandiaga untuk PAN dan PKS. Ia
menyebut uang itu sebagai imbal balik agar Sandiaga, yang juga Wakil Ketua
Dewan Pembina Gerindra, dipilih menjadi calon wakil presiden mendampingi
Prabowo di pilpres 2019.
Sementara itu, dalam beberapa kesempatan, Prabowo
memang digadang-gadang akan dipasangkan dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)
pada pilpres 2019. Prabowo sendiri beberapa kali telah bertemu dengan SBY.(red)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar