//
Warung kerap menjadi tempat sasaran utama penyebaran uang palsu
Penemuan
Upal di salah satu warung di kawasan Rawa Makmur
BENGKULU,
SH –
Sebagai bentuk kewaspadaan akan peredaran uang palsu Bank Indonesia (BI) terus
melakukan edukasi kepada masyarakat. Baik itu melalui jargon 3D yakni, dilihat,
dirabah dan diterawang maupun dengan menggunakan pendekatan teknologi informasi
lainnya.
Terkait
dengan adaptasi pengembangan teknologi, BI disebut-sebut tengah membangun
sebuah aplikasi yang dapat diunduh di telepon pintar. Aplikasi ini diyakini
dapat mendeteksi uang palsu.
Kepala
Divisi Perencanan dan Pengembangan Departemen Pengelolaan Uang pada Bank
Indonesia Hernowo Kuntoaji tak menampik hal tersebut. Dikutip dari laman Tempo.Co mengemukakan, plikasi yang
namanya masih dirahasiakan itu rencananya akan dirampungkan tahun ini.
“Target
kami aplikasi ini bisa selesai tahun ini agar masyarakat bisa tahu ciri-ciri
uang asli itu seperti apa, jadi tidak tertipu dengan uang palsu lagi,” katanya
pada Jumpa pers di Kantor Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim
Mabes Polri.
Hernowo menambakan, selain membuat aplikasi
untuk menangkal peredaran uang palsu, BI juga telah meningkatkan fitur keamanan
pada uang asli, seperti adanya rainbow printing dan tinta fosfor dua warna
untuk mempersulit orang yang berencana membuat dan menyebarkan uang palsu.
Hernowo optimistis cara tersebut dapat
meminimalisir peredaran uang palsu di Indonesia. “BI sudah meningkatkan fitur
keamanan pada uang asli. Hal ini bertujuan agar mempersulit orang dalam membuat
uang palsu. Jadi nanti uang palsu dan uang asli semakin jelas dan bisa
dibedakan,” tutupnya.(frj)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar