Plt Gubernur dan Dirjen Penanganan Fakir Miskin Kemensos RI serta Kepala
Dinsos Provinsi Bengkulu menerima cendera mata
BENGKULU, SH – Guna menekan angka kemiskinan yang masih tinggi di
Provinsi Bengkulu ini, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah
akan merancang program bersama dengan Bupati dan Walikota. Program tersebut
berupa subsidi dana yang dialokasikan melalui APBD provinsi, kabupaten dan
kota.
Dimana,
menurutnya, angka kemiskinan yang ada saat ini diukur berdasarkan belanja
perkapita perbulan masyarakat yang harus diatas Rp. 300 ribu. Artinya jika
masih ada masyarakat yang berpenghasilan perkapitanya kurang dari Rp. 300 ribu,
maka harus dibantu oleh pemeritah.
“Dan jika belanja perkapita masyarakat
perbulan dibawah angka Rp 300 ribu, maka saya akan merancang agar
kekurangan tersebut dapat disubsidi melalui alokasi APBD provinsi bersama
kabupetan/kota,” tutur Rohidin Mersyah, selepas acara kegiatan
Pelaksanaan Bimbingan Pemantapan Pendamping Bantuan Sosial Pangan, di salah
satu Hotel Kota Bengkulu, Jumat pagi (9/3/18).
Oleh sebab
itu, dirinya akan bekerjasama dengan bupati dan walikota untuk merancang
regulasinya dan akan merumuskan Peraturan Gubernur (Pergub).
Rencana
tersebut, kata Rohidin lagi, akan disepakati dengan kemampuan keuangan daerah,
berapa APBD yang teralokasi untuk hal itu dan berapa target penurunan angka
kemiskinan yang disepakati.
Dengan
begitu dirinya optimis dapat mengobati penyakit kemiskinan yang melanda
Provinsi Bengkulu dengan senjata ampuh yang akan dirancang tersebut.
“Jadi ini
suatu program yang kita rancang untuk dapat langsung ‘menembak’ penyakitnya,”
tambahnya.
Lebih jauh
dijelaskannya, dalam prakteknya nanti, seluruh program yang diberikan oleh
pemerintah bagi warga miskin seperti Rastra, KIP maupun KIS, jika ditotalkan
masih didapati kekurangan dari angka belanja perkapita perbulan sebesar Rp. 300
ribu tersebut, maka sisanya akan disubsidi melalui APBD daerah.
“Nanti yang menentukan target penurunan bukan
saya, tapi yang menentukan kemauan dari kabupaten/kota. Jika kabupaten kota
dapat berhasil menurunkan angka kemiskinan daerahnya, pasti akumulasi Bengkulu
menjadi turun. Baru nanti share, misalnya, apa 30 persen provinsi dan 70 persen
kabuapten/kota. Dan ini baru kita rancang,” kata Rohidin lagi.
Untuk itu
dirinya dalam waktu dekat akan segera melakukan pembahasan bersama Bapeda, Biro
Ekonomi serta Dinas Sosial Provinsi, Kabupaten dan kota guna merancang strategi
tersebut.
“Sehingga
dana tersebut dapat langsung dirasakan oleh masyarakat miskin dalam memenuhi
kebutuhan pokoknya berupa kebutuhan pangan, kesehatan dan pendidikan,”
pungkasnya.
“Saya pikir
ini langsung efektif dirasakan oleh masyarakat miskin,” tambahnya.
Disisi
lainya, Dirjen Penanganan Fakir Miskin Kemensos RI Andi ZA Dulung sangat mendukung dan mengapresiasi ide Plt
Gubernur tersebut dalam rangka menurunkan angka kemiskinan di Provinsi Bengkulu
ini, melalui bantuan alokasi APBD daerah.
“Kalau ide
gubernur itu bagus, kalau memang ingin menambah bantuan tersebut melalui APBD
daerah dalam rangka mempercepat kemiskinan itu hilang, itu luar biasa,” kata
Andi ZA Dulung.
Namun yang
terpenting, menurutnya, adanya validasi data warga miskin yang akurat dan
tercatat, sehingga penyaluran bantuan kepada masyarakat miskin dapat tepat
sasaran.
“Kalau data
bagus dan tepat sasaran, sayaa yakin angka kemiskinan tersebut dapat cepat
menurun. Tolong betul TKSK mendata secara valid masyarakat calon penerima
program pemerintah seperti Rastra dan PKH, agar data tersebut valid dan ada,”
tutupnya.(frj)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar