Minggu, 08 April 2018

Potret Buruknya Kesejahteraan Masyarakat Benteng


// Lima Warga ‘Sakit Parah’ Tanpa Bantuan Sejak 2016
 
Banyak Warga Sakit Parah Tanpa Ada Bantuan.(Doc:Net)
BENGKULU TENGAH, SH – Kesejahteraan masyarakat di Bengkulu Tengah (Benteng) masih sangat rendah dan belum mampu dirasakan oleh seluruh masyarakat, salah satunya di Desa Srikaton, Kecamatan Pondok Kelapa Benteng. Betapa tidak, dari data di berbagai sumber diketahui ada sebanyak 5 (lima) orang warga miskin yang menderita berbagai penyakit serius yang mengancam nyawa mereka tanpa adanya bantuan dan uluran tangan dari pemerintah setempat untuk berobat. Parahnya, usulan dan permohonan bantuan yang kirimkan oleh pihak keluarga dan kepala desa setempat ke Pemkab Benteng tak pernah digubris sejak tahun 2016 lalu hingga sekarang. Kepala Desa (Kades) Srikaton, M Sarjoni mengungkapkan, pihaknya tidak bisa berbuat banyak untuk memberikan bantuan secara maksimal. Sebab itu, Sarjoni mengharapkan agar seluruh elemen masyarakat dan pemangku jabatan bisa turun tangan dan menyumbangkan sebagian hartanya.

“Kami hanya bisa berharap agar hati Pak Bupati dan segenap Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Benteng bisa terketuk mengetahui ada warga kami menderita penyakit serius ini. Terlebih lagi, mereka adalah warga kurang mampu. Mereka dan anggota keluarganya tidak memiliki biaya yang cukup untuk berobat,” ungkap Kades. Berupaya untuk menolong warganya, Sarjoni mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali mengajukan proposal usulan bantuan dana kepada sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemda Kabupaten Benteng. Sayangnya, usulan yang sudah disampaikan sejak tahun 2016 tersebut tak kunjung membuahkan hasil.

“Kali ini, kami juga menyiapkan proposal bantuan untuk sejumlah perusahaan yang berinvestasi di Kabupaten Benteng. Seperti PT Bio Nusantara Teknologi, PT RAA, CV Kitaro, PT BAM dan PT Batang Hari yang berlokasi di Desa Kembang Seri. Besar harapan kami pihak swasta memberikan sumbangsih,” lirih Kades penuh harapan.

Sejauh ini, lanjut Kades, para lanjut usia (lansia) yang menderita penyakit di desanya tersebut memang memiliki kartu sakti BPJS Kesehatan untuk mengikuti pengobatan rawat jalan. Akan tetapi, penyembuhan baru bisa dilakukan setelah kelima warganya mendapatkan pengobatan yang lebih intensif di rumah sakit rujukan di Palembang. “Perlu diketahui, pengobatan di Palembang membutuhkan biaya pendampingan yang tidak sedikit. Setidaknya biaya pendampingan untuk 5 orang warga Desa Srikaton membutuhkan dana sekitar Rp 50 juta. Inilah yang belum kita miliki,” pungkas Kades. 

// Capek Tunggu Pemda, Mahasiswa ‘Turun Tangan’ Galang Dana
Aksi Mahasiswa Bantu Warga kurang mampu di Benteng (Doc:net)
Sebelumnya, Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Bengkulu Tengah (Ikama Benteng), Jumat Sore (2/3/2018) juga sempat menggelar aksi solidaritas berupa penggalangan dana untuk membantu biaya pengobatan Aina, warga kurang mampu yang saat ini terbaring lemah dirumahnya karena terserang penyakit kanker payudara.

            Warga Desa Talang Empat, Kecamatan Karang Tinggi, Kabupaten Bengkulu Tengah tersebut, sebelumnya sudah pernah dirawat di salah satu rumah sakit di Bengkulu. Namun karena kondisi Aina semakin memburuk, pihak RS memberikan saran agar pasien dirujuk ke rumah sakit yang terletak di Palembang.

“Menurut informasi yg kami terima beberapa minggu yg lalu, ibu Aina sempat di rawat di salah satu rumah sakit di Bengkulu, hanya saja dengan kondisi yang sekarang Ibu Aina harus di rujuk ke Palembang, dan tentunya pihak keluarga membutuhkan dana yang tidak sedikit,” ujar Reki. Dengan diadakannya kegiatan ini, lanjut Reki, dirinya berharap dapat sedikit membantu meringankan beban financial bagi Ibu Aina dan keluarga. “berapapun hasil sumbangan yang didapat hari ini akan langsung diserahkan kepada pihak keluarga,” pungkasnya. 

// Program bedah rumah warga miskin 2018, Benteng Kuota Terbanyak

          Buruknya kesejahteraan masyarakat Benteng juga bisa dilihat dari banyaknya warga Benteng tidak mampu yang direkomendasikan sebagai peserta. Dari total sebanyak 2.500 unit rumah warga miskin tidak layak huni di Bengkulu yang direhabilitasi oleh Dinas Perumahan dan Tata Ruang setempat, kabupaten Bengkulu Tengah mendapat alokasi terbanyak dengan 368 unit rumah atau KK.

"Tahun ini, ada 2.500 unit rumah warga tidak layak huni di Provinsi Bengkulu, akan kita lakukan perbaikan, tersebar di sejumlah kota dan kabupaten di Bengkulu," kata Kepala Dinas Perumahan dan Tata Ruang Bengkulu, Rudi Perdana, di Bengkulu, Kamis (1/3/2018) silam. Ia mengatakan, dari 2.500 unit rumah yang akan diperbaiki itu, sebanyak 1.183 unit sudah dikeluarkan surat keputusan (SK) oleh pusat untuk segera direalisasikan dalam waktu dekat. Dana perbaikan rumah tidak layak huni bersumber dari APBN sebesar Rp 37,5 miliar.

            Sedangkan sisanya sebanyak 1.317 unit lagi masih dalam proses dan diharapkan dalam waktu dekat ini juga diterbitkan surat keputusanya oleh pemerintah pusat. Dengan demikian, perbaikan 2.500 unit rumah warga tidak layak di Bengkulu, tahun 2018 dapat direalisasikan 100 persen. Rudi menambahkan, sebanyak 1.183 unit rumah tidak layak huni yang sudah disetujui pusat untuk diperbaiki dalam waktu dekat, tersebar di 5 kabupaten di Provini Bengkulu.

Adapun kelima kabupaten itu, yakni Kabupaten Lebong sebanyak 158 unit, Kaur 164 unit, Bengkulu Tengah sebanyak 368 unit, Rejang Lebong sebanyak 236 unit dan Kabupaten Bengkulu Utara sebanyak 267 unit. Sedangkan besarnya dana perbaikan rumah tidak layak huni dianggarkan pemerintah sebesar Rp 15 juta/unit. Dana perbaikan rumah tersebut, disalurkan Dinas Perumahan dan Tata Ruang Provinsi Bengkulu ke rekening pemilik rumah bersangkutan.

"Perbaikan rumah tidak layak huni terserbut, kata Rudi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan sekaligus derajat masyarakat kurang mampu di daerah ini," ujarnya. Mantan Kepala Dinas Pariwisata Bengkulu ini, menambahkan, saat ini masih ada ratusan ribu unit rumah warga tidak layak huni di Bengkulu, tersebar di 10 kabupaten dan kota.(red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar