// Uang
Rakyat Mau Dibawa Kemana ?
BENGKULU
TENGAH, SH – Usaha
Pemeritah Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) untuk menggenjot Pendapatan Asli
Daerah (PAD) dari sektor penerimaan pajak tampaknya berhasil dan cukup
mengejutkan semua pihak. Hal ini ditandai dengan pencapaian PAD total sebesar
Rp 1,2 miliar pada triwulan pertama di tahun 2018 ini dan dinilai sudah over
target dari rencana awal Pemkab Benteng.
Namun
sepertinya suksesnya penerimaan PAD ini tidak serta merta berimbas pada
peningkatan kesejahteraan masyarakat Benteng sendiri. Khususnya dalam
pembangunan infrastruktur publik di Benteng. Seperti yang sudah kita tahu semua,
banyaknya jalan-jalan yang belum dibangun dan sebagian lagi hancur menjadi PR
besar yang belum dituntaskan kabinet Bupati Ferry Ramli hari ini.
Sejatinya,
kontribusi PAD yang didapatkan pemerintah ini yang notabene adalah ‘uang
rakyat’ seyogyanya mampu dialokasikan sesegera mungkin dengan tepat untuk
pembangunan daerah dan kembali ke masyarakat lagi, khususnya digunakan untuk
pembangunan maupun perbaikan sarana dan prasarana atau infrastruktur publik
guna menunjang aktivitas warga sehari-hari.
“Kami hanya
menargetkan sebesar 15 persen di awal tahun namun ternyata bisa lebih dari
itu,” ujar Plt Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Benteng, Welldo Kurniyanto,
Se, MM seputar over targetnya PAD Benteng pada triwulan pertama ini seperti
yang dilansir dari rakyatbengkulu.com beberapa waktu yang lalu.
Menurut
Welldo, pemasukan (income) PAD ini didapatkan dari beberapa sumber diantaranya
dari pajak restoran sebesar Rp 43 juta, pajak reklame Rp 14,4 juta, pajak
penerangan jalan Rp 813 juta, lalu pajak mineral bukan logam dan batuan sebesar
Rp 2,5 juta, pajak bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) Rp 221
juta, serta dari pajak bumi dan bangunan (PBB) sebesar Rp 152 juta. “Total
penerimaan di triwulan pertama kali ini sebesar Rp 1,2 miliar, dan untuk
keseluruhannya kita utamakan untuk menggnjot penagihan dari wajib pajak untuk
mencapai target total PAD selama 1 tahun,” jelasnya kepada awak media.
Ditambahkannya
lagi, untuk triwulan kedua, pihaknya akan melakukan penagihan lebih gencar
khususnya untuk pajak hiburan, parkir, dan air bawah tanah. Dan bagi wajib
pajak yang belum membayarkan pajaknya, maka menurutnya pihaknya akan memberikan
surat teguran bahkan akan memasangkan striker belum membayar pajak pada objek
pajak yang bersangkutan.
“Saat ini, untuk
melakukan penarikan pajak, kita sudah punya 3 tim penagih dengan masing-masing
tim beranggotakan 7 orang yang akan diterjunkan ke lapangan untuk berkeliling
ke sejumlah desa dan kecamatan. Bahkan bukan Cuma penagihan, tim kami juga akan
melakukan pendataan ulang terhadap seluruh objek pajak yang ada di Bengkulu
Tengah,” pungkasnya.
Dari
hasil ini jelas bahwa dengan tercapainya target PAD yang didapatkan Pemkab
Benteng, diharapkan juga berbanding lurus dengan adanya pembangunan di daerah
ini serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Benteng. Awak media bahkan
mencatat masih banyak jalan-jalan sentral yang memang dibutuhkan masyarakat
masih belum dibangun serta jalan-jalan yang rusak dan hancur yang hingga saat
ini belum tersentuh pemerintah daerah.
Seperti
misalnya, desa Bang Haji kecamatan Bang Haji yang seolah-olah ‘dianaktirikan’
oleh Pemkab Benteng karena belum sekalipun mendapat pembangunan jalan sejak
dari kabupaten Benteng berdiri. Selain itu, ada juga
jalan desa Kembang Seri menuju desa Air Sebakul, Kecamatan Talang Empat,
Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) perbaikannya dinilai sangat lamban, dan
masih banyak lagi jalan lainnya yang butuh perhatian serius dari pemerintah
Kabupaten Bengkulu Tengah.
“Kami (warga-red)
sangat berharap agar pemerintah bisa membangun jalan yang melintasi desa kami
secara berkualitas. Sehingga, pembangunan benar-benar bisa kami rasakan
manfaatnya. Tidak seperti saat ini, jalan yang beberapa bulan dibangun sudah
mengalami kerusakan dan akhirnya dibiarkan terbengkalai tanpa perbaikan lagi,”
beber salah satu tokoh masyarakat yang juga Kepala Desa (Kades) Tengah Padang,
Jamali beberapa waktu yang lalu kepada awak media.
Menurutnya, pantauan yang dilakukan warga, perbaikan
kembali dilakukan pada awal tahun 2018 ini. Perbaikan selalu dilakukan pada
titik-titik jalang selama ini sudah beberapa kali dilakukan perbaikan. “Kami
harap, perbaikan kali ini bisa bertahan lebih lama. Sebab itu, kami minta
seluruh pihak bisa membantu melakukan pengawasan,” pintanya.
Selain kualitas jalan yang buruk, Jamali mengungkapkan
bahwa keberadaan truk batubara merupakan salah satu penyebab kerusakan jalan.
“Pada jalur ini (Desa Tengah Padang,red), angkutan batubara memang sangat ramai
sekali. Dari pantauan kami, muatan yang mereka bawa pun melebihi tonase. Inilah
juga menjadi menjadi pemicu kerusakan jalan,” tambahnya. Masih kata dia,
kerusakan jalan memberikan berbagai dampak negatif. Dimulai dari debu material
hingga resiko terjadinya kecelakaan lalu lintas (lakalantas). “Banyaknya lubang
juga menjadi pemicu terjadinya kecelakaan. Terutama saat musim penghujan yang
membuat semua lubang tertutupi genangan air,” demikian Kades.(tim)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar