Senin, 23 April 2018

PAD Benteng Tembus Rp 1 Miliar, Infrastruktur Publik Tak Pernah ‘Kelar’


// Uang Rakyat Mau Dibawa Kemana ?



BENGKULU TENGAH, SH – Usaha Pemeritah Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor penerimaan pajak tampaknya berhasil dan cukup mengejutkan semua pihak. Hal ini ditandai dengan pencapaian PAD total sebesar Rp 1,2 miliar pada triwulan pertama di tahun 2018 ini dan dinilai sudah over target dari rencana awal Pemkab Benteng.

            Namun sepertinya suksesnya penerimaan PAD ini tidak serta merta berimbas pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Benteng sendiri. Khususnya dalam pembangunan infrastruktur publik di Benteng. Seperti yang sudah kita tahu semua, banyaknya jalan-jalan yang belum dibangun dan sebagian lagi hancur menjadi PR besar yang belum dituntaskan kabinet Bupati Ferry Ramli hari ini.

            Sejatinya, kontribusi PAD yang didapatkan pemerintah ini yang notabene adalah ‘uang rakyat’ seyogyanya mampu dialokasikan sesegera mungkin dengan tepat untuk pembangunan daerah dan kembali ke masyarakat lagi, khususnya digunakan untuk pembangunan maupun perbaikan sarana dan prasarana atau infrastruktur publik guna menunjang aktivitas warga sehari-hari. 

“Kami hanya menargetkan sebesar 15 persen di awal tahun namun ternyata bisa lebih dari itu,” ujar Plt Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Benteng, Welldo Kurniyanto, Se, MM seputar over targetnya PAD Benteng pada triwulan pertama ini seperti yang dilansir dari rakyatbengkulu.com beberapa waktu yang lalu.

            Menurut Welldo, pemasukan (income) PAD ini didapatkan dari beberapa sumber diantaranya dari pajak restoran sebesar Rp 43 juta, pajak reklame Rp 14,4 juta, pajak penerangan jalan Rp 813 juta, lalu pajak mineral bukan logam dan batuan sebesar Rp 2,5 juta, pajak bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) Rp 221 juta, serta dari pajak bumi dan bangunan (PBB) sebesar Rp 152 juta. “Total penerimaan di triwulan pertama kali ini sebesar Rp 1,2 miliar, dan untuk keseluruhannya kita utamakan untuk menggnjot penagihan dari wajib pajak untuk mencapai target total PAD selama 1 tahun,” jelasnya kepada awak media.

            Ditambahkannya lagi, untuk triwulan kedua, pihaknya akan melakukan penagihan lebih gencar khususnya untuk pajak hiburan, parkir, dan air bawah tanah. Dan bagi wajib pajak yang belum membayarkan pajaknya, maka menurutnya pihaknya akan memberikan surat teguran bahkan akan memasangkan striker belum membayar pajak pada objek pajak yang bersangkutan. 

“Saat ini, untuk melakukan penarikan pajak, kita sudah punya 3 tim penagih dengan masing-masing tim beranggotakan 7 orang yang akan diterjunkan ke lapangan untuk berkeliling ke sejumlah desa dan kecamatan. Bahkan bukan Cuma penagihan, tim kami juga akan melakukan pendataan ulang terhadap seluruh objek pajak yang ada di Bengkulu Tengah,” pungkasnya.

            Dari hasil ini jelas bahwa dengan tercapainya target PAD yang didapatkan Pemkab Benteng, diharapkan juga berbanding lurus dengan adanya pembangunan di daerah ini serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Benteng. Awak media bahkan mencatat masih banyak jalan-jalan sentral yang memang dibutuhkan masyarakat masih belum dibangun serta jalan-jalan yang rusak dan hancur yang hingga saat ini belum tersentuh pemerintah daerah.

            Seperti misalnya, desa Bang Haji kecamatan Bang Haji yang seolah-olah ‘dianaktirikan’ oleh Pemkab Benteng karena belum sekalipun mendapat pembangunan jalan sejak dari kabupaten Benteng berdiri. Selain itu, ada juga jalan desa Kembang Seri menuju desa Air Sebakul, Kecamatan Talang Empat, Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) perbaikannya dinilai sangat lamban, dan masih banyak lagi jalan lainnya yang butuh perhatian serius dari pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah.

            “Kami (warga-red) sangat berharap agar pemerintah bisa membangun jalan yang melintasi desa kami secara berkualitas. Sehingga, pembangunan benar-benar bisa kami rasakan manfaatnya. Tidak seperti saat ini, jalan yang beberapa bulan dibangun sudah mengalami kerusakan dan akhirnya dibiarkan terbengkalai tanpa perbaikan lagi,” beber salah satu tokoh masyarakat yang juga Kepala Desa (Kades) Tengah Padang, Jamali beberapa waktu yang lalu kepada awak media.

Menurutnya, pantauan yang dilakukan warga, perbaikan kembali dilakukan pada awal tahun 2018 ini. Perbaikan selalu dilakukan pada titik-titik jalang selama ini sudah beberapa kali dilakukan perbaikan. “Kami harap, perbaikan kali ini bisa bertahan lebih lama. Sebab itu, kami minta seluruh pihak bisa membantu melakukan pengawasan,” pintanya.

Selain kualitas jalan yang buruk, Jamali mengungkapkan bahwa keberadaan truk batubara merupakan salah satu penyebab kerusakan jalan. “Pada jalur ini (Desa Tengah Padang,red), angkutan batubara memang sangat ramai sekali. Dari pantauan kami, muatan yang mereka bawa pun melebihi tonase. Inilah juga menjadi menjadi pemicu kerusakan jalan,” tambahnya. Masih kata dia, kerusakan jalan memberikan berbagai dampak negatif. Dimulai dari debu material hingga resiko terjadinya kecelakaan lalu lintas (lakalantas). “Banyaknya lubang juga menjadi pemicu terjadinya kecelakaan. Terutama saat musim penghujan yang membuat semua lubang tertutupi genangan air,” demikian Kades.(tim)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar