Minggu, 08 April 2018

HMI Dan IAIN Bengkulu Akhirnya Berdamai


Saat pertemuan,Rabu (04/04/18) diruang Rapat Pimpinan IAIN Bengkulu.(Doc:net)

BENGKULU, SH - Polemik antara Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan IAIN Bengkulu yang sempat di hebokan kericuan kedua pihak. HMI merasa tidak senang dengan adanya perampasan bendera HMI yang sampai sekarang masih disita pihak rektorat. 

“Tapi yang lebih menyakitkan lagi, dimana indentitas kami HMI, bendera HMI sampai sekarang masih disita pihak rektorat. Dan kami meminta WR 3 harus mundur, kami meminta Rektor segera copot Warek 3, karena tidak objektif dalam menjalani tugas selaku fasilitator atau bapak dari mahasiswa IAIN,” tegasnya.

Denga adanya permesalahan tersebut akhirnya dilakukanlah kedua pihak yakni HMI dan IAIN pertemuan,Rabu (04/04/18) diruang Rapat Pimpinan IAIN Bengkulu, dihadiri oleh Senior HMI, Koordinator Presedium KAHMI Provinsi bengkulu, Ketua Cabang HMI, Ketua Komisariat, Sekretaris Umum dan Anggota HMI. Sementara dari IAIN yaitu Rektor IAIN Bengkulu, Dekan Syariah, Diretur Pasca Sarjana, Kabag Humas, Kasubag Humas dan Dosen IAIN bengkulu.

Di dalam pertemuan tersebut kedua belah pihak sepakat untuk damai,ada juga 8 poin-poin kesepakatan yang ditandatangani kedua belah pihak. Point-point kesepakatan diantaranya:

1. Bahwa HMI dan IAIN Bengkulu sudah saling memaafkan atas terjadinya peristiwa penertiban atribut HMI pada hari Rabu, 28 Maret 2018.

2.Bahwa terhadap laporan dan proses hukum atas peristiwa tersebut akam diselesaikan secara kekeluargaan.

3.Bahwa penertiban atribut dalam peristiwa tersebut tidak dimaksudkan untuk melecehkan organisasi HMI.

4.Bahwa penyerahan bendera dan atribut HMI akan diserahkan di sekretariat HMI Cabang Bengkulu pada saat silaturahmi Wakil Rektor III dengan HMI Cabang Bengkulu.

5.Bahwa Civitas Akademika dan HMI Komisariat IAIN Bengkulu wajib menjaga kondusifitas kampus IAIN Bengkulu.

6.Bahwa terhadap penjatuhan sanksi terhadap Wakil Rektor III akan diproses sesuai dengan aturan yang berlaku.

7.Bahwa KAHMI dan IAIN Bengkulu sepakat untuk bersinergi demi kemajuan bersama.

8.Koordinator Presidium Majelis Wilayah KAHMI Bengkulu, M.A. Prihatno mengatakan, bahwa pertemuan dan kesepakatan yang terwujud dengan Rektor IAIN Bengkulu merupakan hikmah terbesar dari kejadian beberapa waktu yang lalu.

Selain aksi demo Sebelumnya, polemik antara HMI dan IAIN Bengkulu berujung saling lapor ke Polisi.  Aktifis HMI melaporkan Wakil Rektor III IAIN Bengkulu ke Polisi, sedangkan petugas security IAIN Bengkulu melaporkan HMI ke Polisi atas dugaan penganiayaan saat terjadi aksi demo di IAIN Bengkulu oleh HMI.

Masalah kedua belah pihak itu diawali dengan tindakan pengamanan bendera dan spanduk HMI terkait pembukaan pendaftaran LK I HMI. Spanduk dan bendera HMI diamankan atas perintah Wakil Rektor III IAIN Bengkulu Dr Samsudin. Buntut dari peristiwa itu, HMI menggelar demo sebanyak dua kali di IAIN Bengkulu.

HMI menuntut Wakil Rektor III IAIN Bengkulu dicopot dan IAIN Bengkulu meminta maaf. Namun, Wakil Rektor IAIN Bengkulu bersikukuh tindakan pengamanan bendera dan spanduk HMI telah sesuai prosedur.

Kegiatan berjalan lancar ketegangan tak terjadi sedikitpun, Rektor pun sesekali berguyon dengan Para senior dan anggota HMI.
Dalam kesempatan itu Rektor IAIN Bengkulu Prof Dr Sirajuddin menyatakan sikap dan menyampaikan permohonan maaf apabila tindakan Wakil Rektor III IAIN Bengkulu yakni Dr Samsudin menyinggung HMI dan keluarga besarnya.

“Sesama Muslim dalam penyelesaian masalah haruslah mengupayakan musyawarah dan tujuan mengupayakan perdamaian,” Kata Rektor IAIN Bengkulu, Prof Sirajuddin.(Pau)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar