Ketua
Komisi III DPRD Provinsi, Jonaidi
BENGKULU,
SH - DPRD Provinsi Bengkulu menilai kinerja Pemerintah
Provinsi Bengkulu, terutama dalam realisasi pembangunan bidang infrastruktur
yang telah dialokasikan dalam APBD tahun ini tidak maksimal. Memasuki pertengahan
Maret 2018, belum juga ada gerakan pembangunan dan waktu terkesan terbuang
sia-sia.
Ketua Komisi III DPRD Provinsi, Jonaidi
mengatakan, pihaknya mempertanyakan kinerja pemerintah provinsi Bengkulu yang
dinilai tak kunjung bergerak hingga saat ini, padahal sudah beberapa wkatu
terlewati sejak APBD di sahkan.
"APBD tahun 2018 sudah disahkan sejak
November tahun 2017 lalu. Sayangnya 2 bulan di tahun 2018 yang sudah berjalan,
sama sekali tidak terlihat gerakan pembangunan," ujar Jonaidi Senin siang
(13/3/18).
Bukan hanya kegiatan terutama bidang
infrastruktur, tayang di Unit Layanan Pengadaan (ULP) juga belum ada. Hal ini
menjadi pertanyaan besar bagi DPRD provinsi Bengkulu terkait pelaksanaan
kegiatan yang sudah dianggarkan di APBD.
"Hingga saat ini saja belum ditayagkan
UPL sehingga kami cukup bertanya-tanya kenapa bisa begini," sanbung
Jonaidi.
Alokasi dana dalam APBD untuk pembangunan
infrastruktur terbesar itu, diantaranya untuk Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan
Ruang (PUPR), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), Dinas Kesehatan
(Dinkes), Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), dan Dinas Perumahan Kawasan
Pemukiman dan Pertanahan yang merupakan mitra Komisi III.
"Dari koordinasi kami sejauh ini sudah
siap mulai. Apalagi untuk tahap perencanaan, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan
(PPTK), dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Artinya tidak ada lagi
persoalan," lanjut Jonaidi.
Namun dirinya menerangkan, semuanya kembali
lagi ke Pelaksana tugas (Plt) Gubernur dan Sekda Provins yang diminta tegas
dalam menyikapi masalah yang terjadi sekarang termasuk dengan belum melakukan
lelang lantaran personil ULP juga belum rampung.
"Jangan dibiarkan berlarut-larut, kalau
bis akita realisasikan secepat mungkin aplagi terkait infrastruktur untuk
masyarakat," tutur Jonaidi.
Jonaidi juga mengharapkan, tidak ada lagi
penundaan dan segera menyikapi masalah tersebut, khususnya pembangunan
infrastruktur bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Pihaknya juga mengimbau
jangan sampai di Juni nanti belum mengajukan pencairan.
"Bisa-bisa DAK untuk Provinsi Bengkulu
bisa kembali berkurang seperti tahun-tahun sebelumnya karena lambannya
realisasi," tutup Jonaidi.(Frj)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar