Minggu, 18 Februari 2018

Batik Kain Besurek Bengkulu Akan Mendunia

Istri Gubernur Bengkulu sedang mempraktekkan tulis kain batik Besurek

Saat ini, hampir tidak ada yang tidak mengenal kain batik Besurek Bengkulu. Semua kalangan mulai dari generasi muda sampai yang tua, dapat membedakan dengan mudah, apa yang disebut dengan kain batik Besurek . Tapi, sudahkan anda tahu, apakah sebenarnya arti dalam mengenaik kain batik Besurek Bengkulu? Berikut penelusuran tim Suara Hukum Bengkulu mengenai kain batik Besurek Bengkulu sidah pantas mendunia dan bersaing dengan batik dari daerah lain di tanah air !!!!
FIKRIYADI NAJMI - KOTA BENGKULU

BENGKULU, SH - Dalam kamus besar bahasa indonesia, Batik merupakan kain bergambar yang pembuatannya dilakukan secara khusus pada kain dengan menggunakan lilin yang dibalut dengan seni lukis. Kemudian pengolahannya diproses dengan cara tertentu. Dengan keanekaragaman seni lukis tersebut, tentunya menghasilkan berbagai kreasi dari setiap daerah. Termasuk Kota Bengkulu yang tak lepas dari kata Besurek. Besurek sendiri berarti bersurat, yang isinya memiliki berbagai makna. Dan sejak kapan, Besurek mulai dikenal di Bengkulu.

Dari keterangan pengusaha sekaligus pemerhati dan pecinta kain batik Besurek di kota Bengkulu, Trisna Angraini mengatakan, kain batik Besurek itu muncul bersamaan dengan masuknya agama Islam ke Bengkulu. Tepatnya di awal tahun 1930 an. Motif kaligrafi arab gundul pun sudah sangat mendominasi kain Besurek pada kala itu. Dengan ke khasan itulah, kain Besurek Bengkulu tidak dikenakan dengan luas seperti saat ini, namun dikenakan pada kegiatan acara sacral saja, seperti penutup keranda mayat, sungkeman ke makam leluhur didominasi warna hitam, acara adat istiadat pernikahan didominasi warna merah, hingga pertemuan dengan para bangsawan kerajaan warna kuning keemasaan dan coklat. Sehingga Besurek sangat keramat dan diagungkan. Yang artinya, Besurek hanya dimiliki oleh kaum bangsawa, petinggi, atau pejabat saja kala itu.

Trisna menambahkan, titik tolak perkembangan kain batik Besurek di Bengkulu terjadi saat kepemimpinan Gubernur Bengkulu, Drs. H. A Razie Yahya pada tahun 80-an. Saat itu, kain Besurek tidak lagi digunakan untuk acara-acara formal saja, namun sudah dipopulerkan ke masyarakat untuk dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Perkembangan kain Besurek semakin menjadi, saat Bengkulu dipimpin oleh Gubernur Suprapto. Dimana hampir seluruh kegiatan adat Bengkulu, sudah mengenakan kain batik Besurek untuk dibalutkan pada dirinya.

Seiring perkembangan zaman, kain batik Besurek pun sudah menjadi idola bagi masyarakat Bengkulu. Kain batik Besurek sudah dimodifikasi dengan berbagai karya, mulai dari fashion bagi kaum wanita dan laki-laki, hingga atribut lain seperti tas, dompet, hingga peralatan rumah tangga yang sudah turut dibalut dengan desain kain batik Besurek.
Sejak tahun 2000 lalu, fashion kain batik Besurek Bengkulu semakin menjadi-jadi di tangan desainer-desainer handal, dengan banyaknya jenis fashion, seperti Ready Waer untuk kalangan anak-anak, dewasa, tua, pria hingga wanita. Pada 2010 hingga sekarang, kain batik Besurek Bengkulu semakin trendi, dengan gaya kekinian, yang berkiblat pada desainer nasional dan internasional, mulai dari Yogjakarta, Bandung, Paris hingga Prancis.

Kain batik Besurek Bengkulu semakin menyatu karena motifnya tak hanya berpaku pada kaligrafi arab gundul, namun juga sudah ditambah dengan ornamen flora dan fauna khas Bengkulu. Seperti bunga Raflesia, dan bunga Kibut.

Pembuatan kain batik Besurek Bengkulu, proses pembuatannya tidaklah mudah, butuh waktu dan ketekunan tinggi. Eli salah satunya, ia merupakan salah satu pembatik kain batik Besurek Bengkulu, yang masih eksis. Menurutnya, butuh waktu paling cepat 1 minggu, untuk membuat kain batik Besurek dengan kualitas yang bagus.

Proses pembuatan panjang ini dimulai dari penulisan desain gambar batik ke dasar kain. Hal inipun tidak mudah karena harus mengetahui posisi bagian motif untuk dada, pundak, hingga posisi untuk tangan. Proses penterjemahan gambar inilah, awal mula konsep pembuatan kain batik Besurek. Setelah selesai, selanjutnya kain tersebut dicolet dengan lilin, lalu direndam dan diberi warna dasar, untuk kemudian di jemur namun tidak boleh dibawah matahari langsung.

Proses panjang inilah, yang membuat kain batik Besurek Bengkulu, dijual dengan harga yang mahal, sebab tidak semua masyarakat, bisa memakai kain batik Besurek dengan kualitas bagus, sebab harganya sampai jutaan rupiah untuk kualitas bagus dan terendah di kusaran Rp. 200.000. namun hal yang sangat disayangkan, omset penjualan kain batik Besurek Bengkulu untuk tingkat domestik, tergolong sangat rendah.

Namun hal ini berbanding terbalik, dengan tinggihnya minat masyarakat luar Bengkulu, seperti dari Jakarta, Bandung, hingga masyarakat luar negeri. Hal ini  tampak terlihat dari beberapa pameran batik tingkat nasional, baik yang diadakan di Jakarta, maupun di tempat lain. Stand kain batik Besurek Bengkulu paling ramai di kujungi para tamu. Mulai dari Presiden, Menteri, Direktur perusahaan ternama, hingga turis mancanegara. Tak sekedar melihat, mereka turut membelinya untuk dipakai di kegiatan-kegiatan resmi mereka.

Seperti terlihat saat diadakannya Jogja Expo Center (JEC) di Daerah Istimewa Yogyakarta, pada bulan oktober 2017 lalu. Saat itu, Ketua Dekranasda Provinsi Bengkulu, Derta Wahyulin membatik bersama dengan istri Paku Alam X Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu Adipati Paku Alam. Padahal dalam pameran itu, terdapat lebih dari 150 stand pameran batik orisinal berkelas dari berbagai daerah se-Indonesia.

Upaya untuk membangkitkan kain batik Besurek Bengkulu terus dilakukan oleh pemerintah kabupaten/kota dan pemerintah provinsi Bengkulu. Sebagai momentumnya, setiap tanggal 18  november sudah resmi dijadikan sebagai hari resmi kain batik Besurek yang bersamaan dengan hari lahirnya provinsi Bengkulu.

Sementara, Plt Gubernur Bengkulu, H. Rohidin Mersyah mengaku sangat antusiasdengan terus turun bersama-sama mempopulerkan kain batik Besurek Bengkulu dengan cara keluar masuk kedutaan besar negara luar, untuk mempopulerkan kain batik Besurek, seperti Iran, hingga negara yang dikenal “militer” yakni Vietnam dan Rusia.

Atas dasar kesuksesan itulah, banyak masyarakat Bengkulu berharap, karnaval kain batik Besurek dapat semakin di galakkan. Tri warga kelurahan Tengah Padang Kota Bengkulu ini misalnya, selain jumlah peserta yang ditingkatkan, ia juga berharap rute perjalanan dipanjangkan. Sebab dengan panjangnya rute, maka akan semakin banyak masyarakat yang menonton, dan semakin meriah dengan berbagai atraksi yang memukau.

Untuk semakin mempopulerkan kain batik Besurek kepada para pengunjung, pemerintah kota Bengkulu juga telah memberikan himbauan kepada pemilih hotel dan perusahaan yang ada di Bengkulu, khususnya di wilayah kota agar mewajibkan pemberian ornamen kain batik Besurek di kawasan hotel. Seperti lobby, kamar, hingga karyawan hotel yang turut memakai seragam batik Besurek.

Dari semua itu, pemerintah Provinsi, Kota dan Kabupaten, harus mampu bersinergi dengan pengusaha Bengkulu untuk bersama-sama secara masif, bergerak mempopulerkan Batik Besurek Bengkulu. Pemerintah harus bisa menciptakan batik Besurek yang berkualitas dengan harga yang terjangkau. Apalagi tantangan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) saat ini, dimana banyak barang-barang asing (dominasi cina) yang masuk ke indonesia, tak terkecuali Bengkulu. Kain batik Besurek bukan tidak mungkin, akan menjadi sasaran empuk, bagi pebisnis luar negeri, untuk di jajaki.


Lalu apa yang bisa kita (masyarakat) lakukan, mampukah, kain batik Besurek Bengkulu menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri ??. Konsumsilah produk-produk lokal, agar mampu menghidupkan perekonomian masyarakat di Bengkulu. Kita harus bangga dan bersama-sama memakai produk olahan asli daerah, baik di keseharian hingga ke tingkat nasional. Ayo.. Bangga Memakai Batik Besurek Bengkulu. (Frj) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar