BENGKULU, SH -
Menjawab kekhawatiran masyarakat akan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM)
Subsidi dan Non Subsidi serta pengawasannya, Pemda Provinsi Bengkulu mengambil
sikap tegas dan strategis. Hal ini ditandai Penandatanganan Nota Kesepahaman
(MoU) dan Perjanjian Kerjasama (MoA) dengan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas
Bumi (BPH Migas) di Aula salah satu Hotel di Kota Bengkulu, Kamis pagi
(06/12/18).
Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengatakan,
penandatanganan MoU dan MoA dengan BPH Migas, realisasi menjamin ketersediaan
BBM ini, Pemprov Bengkulu juga telah mengusulkan penambahan kuota BBM dan
usulan tersebut telah disetujui BPH Migas, dengan menyediakan 99 Kilo Liter
(KL) untuk tahun 2019, yang sebelumnya kuota BBM di Bengkulu sebesar 96 KL.
“Jadi apa yang kita sampaikan ke BPH Migas
direspon penambahan kuota Bengkulu untuk 2019. Walaupun kuota secara nasional
turun, BPH Migas memberikan garansi untuk Bengkulu, sudah ditandatangani dan
naik dari kebutuhan sebelumnya,” ujar Rohidin.
Rohidin menambahkan, meminimalisir antrean
panjang hampir di seluruh SPBU di Bengkulu, pengawasan akan ditingkatkan
Pemprov Bengkulu bersama Aparat Penegak Hukum dan Instansi terkait lainnya.
Selain itu, juga dilakukan pendataan jumlah kebutuhan BBM untuk industri,
sehingga oknum yang dengan sengaja meraup keuntungan dengan menjual BBM
bersubsidi bisa ditindak tegas.
“Kita juga akan kawal betul kebutuhan
industri terhadap BBM itu berapa. Ini harus saya pastikan betul kebutuhan
mereka seberapa, berapa yang bersumber dari Pertamina dan berapa yang bersumber
dari pihak lain. Sehingga BBM bersubsidi ini betul-betul dirasakan masyarakat
yang membutuhkan,” pungkasnya.
Sementara, kepala BPH Migas M Fanshurullah
Asa, perhatian khusus pihaknya terhadap kuota BBM di Bengkulu, lantaran Pemprov
Bengkulu melalui Dinas ESDM didampingi salah satu Anggota DPR RI Perwakilan
Bengkulu menyampaikan langsung usulan tersebut beberapa waktu lalu.
“Ini akan tetap menjadi perhatian khusus BPH
Migas menambah kuota BBM terutama jenis Solar dan Premium di Bengkulu. Jadi
saya juga mewakili pemerintah, meminta masyarakat tidak perlu khawatir lagi
akan ketersediaan BBM ini, apalagi penyaluran Solar secara nasional hingga saat
ini baru 87 persen dan 74 persen untuk Premium,” tutupFanshurullah.
(frj)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar