Minggu, 16 Desember 2018

BPH Migas setujui Penambahan Kuota BBM

BENGKULUSH - Menjawab kekhawatiran masyarakat akan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) Subsidi dan Non Subsidi serta pengawasannya, Pemda Provinsi Bengkulu mengambil sikap tegas dan strategis. Hal ini ditandai Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerjasama (MoA) dengan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) di Aula salah satu Hotel di Kota Bengkulu, Kamis pagi (06/12/18).

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengatakan, penandatanganan MoU dan MoA dengan BPH Migas, realisasi menjamin ketersediaan BBM ini, Pemprov Bengkulu juga telah mengusulkan penambahan kuota BBM dan usulan tersebut telah disetujui BPH Migas, dengan menyediakan 99 Kilo Liter (KL) untuk tahun 2019, yang sebelumnya kuota BBM di Bengkulu sebesar 96 KL.

“Jadi apa yang kita sampaikan ke BPH Migas direspon penambahan kuota Bengkulu untuk 2019. Walaupun kuota secara nasional turun, BPH Migas memberikan garansi untuk Bengkulu, sudah ditandatangani dan naik dari kebutuhan sebelumnya,” ujar Rohidin.

Rohidin menambahkan, meminimalisir antrean panjang hampir di seluruh SPBU di Bengkulu, pengawasan akan ditingkatkan Pemprov Bengkulu bersama Aparat Penegak Hukum dan Instansi terkait lainnya. Selain itu, juga dilakukan pendataan jumlah kebutuhan BBM untuk industri, sehingga oknum yang dengan sengaja meraup keuntungan dengan menjual BBM bersubsidi bisa ditindak tegas.

“Kita juga akan kawal betul kebutuhan industri terhadap BBM itu berapa. Ini harus saya pastikan betul kebutuhan mereka seberapa, berapa yang bersumber dari Pertamina dan berapa yang bersumber dari pihak lain. Sehingga BBM bersubsidi ini betul-betul dirasakan masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya.

Sementara, kepala BPH Migas M Fanshurullah Asa, perhatian khusus pihaknya terhadap kuota BBM di Bengkulu, lantaran Pemprov Bengkulu melalui Dinas ESDM didampingi salah satu Anggota DPR RI Perwakilan Bengkulu menyampaikan langsung usulan tersebut beberapa waktu lalu.

“Ini akan tetap menjadi perhatian khusus BPH Migas menambah kuota BBM terutama jenis Solar dan Premium di Bengkulu. Jadi saya juga mewakili pemerintah, meminta masyarakat tidak perlu khawatir lagi akan ketersediaan BBM ini, apalagi penyaluran Solar secara nasional hingga saat ini baru 87 persen dan 74 persen untuk Premium,” tutupFanshurullah.
(frj) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar