BENGKULU, SH - Seratusan orang yang
terbagi dalam 30 kelompok mengikuti lomba kreasi patung pasir pantai
tiga dimensi yang digelar pemerintah daerah dalam rangkaian Festival
Pesisir 2018, memperingati hari ulang tahun ke 50 Provinsi Bengkulu,
Minggu.
"Dalam rangka ulang tahun emas Provinsi Bengkulu, dinas pariwisata provinsi menyelenggarakan festival pesisir Pantai salah satu agendanya adalah lomba patung pasir," kata Ketua Panitia Lomba Patung Pasir, Alcala Zamora di Pantai Panjang, Minggu pagi (18/11/18).
"Dalam rangka ulang tahun emas Provinsi Bengkulu, dinas pariwisata provinsi menyelenggarakan festival pesisir Pantai salah satu agendanya adalah lomba patung pasir," kata Ketua Panitia Lomba Patung Pasir, Alcala Zamora di Pantai Panjang, Minggu pagi (18/11/18).
Tema yang
diangkat untuk perlombaan tersebut yaitu hal-hal yang berkaitan dengan ikon
Provinsi Bengkulu seperti biota laut, flora fauna dan peninggalan sejarah yang
berkaitan dengan kearifan lokal Provinsi Bengkulu.
Pantauan di
tepi Pantai Panjang, para peserta membuat kreasi patung pasir menyerupai ikon
Provinsi Bengkulu seperti bunga terbesar di dunia, Rafflesia arnoldii, gajah
Sumatera, kura-kura dan penyu.
Salah
seorang peserta lomba Azrul mengatakan, dirinya membuat patung pasir
penyu karena satwa tersebut merupakan makhluk hidup yang sudah mulai
langkah dan harus dilestarikan.
"Semoga kedepannya kegiatan ini bisa diadakan setiap tahun dan berkelanjutan agar seniman yang ada di Provinsi Bengkulu dapat menuangkan idenya," ujar peserta asal Kabupaten Kepahiang ini. Peserta lainnya Syafrin Juandi mengatakan, kesulitan dalam membuat patung pasir adalah menjaga kelembaban pasir tersebut sehingga tidak terlalu kering dan tidak terlalu basah.
Kondisi cuaca gerimis yang mengguyur kawasan Pantai Panjang sejak Minggu, siang cukup membuat peserta khawatir sebab bila hujan cukup deras juga rawan membuat patung rusak.
Peserta yang mengikuti kreasi pasir pantai ini dibagi dua kategori yaitu pelajar/mahasiswa dan kategori umum dengan total peserta sekitar 30 kelompok.
"Semoga kedepannya kegiatan ini bisa diadakan setiap tahun dan berkelanjutan agar seniman yang ada di Provinsi Bengkulu dapat menuangkan idenya," ujar peserta asal Kabupaten Kepahiang ini. Peserta lainnya Syafrin Juandi mengatakan, kesulitan dalam membuat patung pasir adalah menjaga kelembaban pasir tersebut sehingga tidak terlalu kering dan tidak terlalu basah.
Kondisi cuaca gerimis yang mengguyur kawasan Pantai Panjang sejak Minggu, siang cukup membuat peserta khawatir sebab bila hujan cukup deras juga rawan membuat patung rusak.
Peserta yang mengikuti kreasi pasir pantai ini dibagi dua kategori yaitu pelajar/mahasiswa dan kategori umum dengan total peserta sekitar 30 kelompok.
Penilaian
karya mulai dari konsep, artistik, kreativitas, estetika, yang jelas harus
tiga dimensi. Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan dapat menarik kunjungan
wisatawan yang menyaksikan sekaligus memanfaatkan pasir sebagai suatu kesenian.
Lomba dan
karya peserta masih dapat dinikmati masyarakat Kota Bengkulu dan sekitarnya di
Pantai Panjang, hingga pukul 17.00 WIB sore ini.(frj)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar