Minggu, 21 Oktober 2018

SMA Negeri 10 Bengkulu Selatan Minim Anak Didik, Disinyalir Sistem Rayon Yang Difungsikan Tidak Epektif




BENGKULU SELATAN, SH - SMA Negeri 10 Bengkulu Selatan yang berada di Desa Padang Jawi  kecamatan Bunga Mas Kabupaten Bengkulu Selatan yang di pimpin oleh Kepala sekolah Asuan mulai berdiri pada tahun 2015 yang lalu. SMA Negeri 10 ini memang lumayan jauh dari  jalan lintas dan keramaian serta pemukiman masyarakat, namun kondisi Sekolah ini cukuplah memperihatinkan. Dimana tenaga guru pengajar yang telah berstatus PNS cuman memiliki 7 orang, Guru honorer 8 orang. Sekolah ini tanpa staf tata usaha mereka harus berjuang mendidik anak didiknya sebaik mungkin dengan fasilitas - fasilitas yang minim juga.

Keadaan yang memperihatinkan ini di perburuk lagi dengan keadaan sarana prasarana yang memeng sangat terbatas, bahkan moleh dikatakan sangat kurang. Asuan juga menjelaskan bahwa mereka sangat kekurangan Guru tenaga pendidik hal ini dapat dibuktikan dengan beberapa bidang studi yang kurang di sekolah SMA Negri 10 ini Guru Agama Islam, Guru bahasa Inggris, Guru matematika, Guru sejarah, Guru sosiologi, Guru kesenian, Guru prakarya / kewira usahaan, tutur Asuan.

Saat ini siswa siswi anak didik di sekolah ini dari kelas 10 sampai dengan kelas 12 hanya berjumlah 47 orang, maka dengan kondisi segala kekurangan ini Kami berharap kepada pihak Dinas terkait agar kiranya dapat memperhatikan Sekolah ini sebab dengan segala keterbatasan ini para anak didik juga akan enggan menuntut ilmu di SMA 10 ini walaupun jarak tempuh kerumahnya masing - masing lebih dekat.

Demikian juga dengan penerimaan yang memang dilakukan dengan sistim rayon kami berharap agar benar benar di terapkan, sehingga kami juga mendapatkan anak didik yang lebih banyak untuk penerimaan tahun ajaran baru nanti. Asuan juga menambahkan bahwa minat anak anak didik untuk bersekolah SMA Negeri 10 ini selain karena tidak berjalannya sistim rayon sesuai program yang kurang tepat, di perburuk juga karena posisi sekolah ini yang luman jauh masuk ke dalam ditambah dengan minimnya fasilitas yang dimiliki Sekolah. SMA Negeri 10 ini memang mempunyai  ruangan labolatarium biologi, akan tetapi peralatannya tidak ada, demikian juga dengan labolatarium bahasa, labolatarium komputer jangankan peralatan ruangan juga kami tidak punya, tegas Asuan dengan sedikit rasa kesal.

Oleh sebab itu saya sebagai kepala Sekolah yang mewakili seluruh tenaga pendidik dan para anak didik SMA Negeri 10 Bengkulu Selatan mengharapkan agar sekolah kami dapat lebih diperhatikan lagi kedepannya, sebab dengan segala kekurangan ini sudah hampir dipastikan tidak akan dapat melaksanakan proses belajar mengajar dengan sempurna dan semaksimal mungkin. Apabila kedepannya memang dilakukan pembenahan maka Asuan berkeyakinan minat anak didik baru nantinya akan meningkat dibanding sebelum sebelumnya, demikian juga dengan pembenahan sistem rayon sebab siswa siswi yang lulus dari SMP Negri 10 adalah satu satunya sekolah yang masuk rayon kami yang dapat melanjutkan Sekolahnya di SMA Negeri 10 ini. Oleh sebab itu besar harapan kami kiranya Dinas terkait agar dapat memanfaatkan sistim rayon yang di gunakan saat ini demi peningkatan SMA 10. kami juga berharap besar Kepada Dinas pendidikan agar fasilitas, sarana dan prasarana kami kiranya diperhatikan kelengkapannya, serta penambahan Guru pendidik yang memang masih jauh dari sekedar kata cukup, tutup Asuan dengan penuh harapan. (Jan) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar