BENGKULU SELATAN, SH - Desa Padang Beringin Kecamatan Air
Nipis Kabupaten Bengkulu Selatan memiliki Bumdes untuk peningkatan
kesejahteraan masyarakat. Bumdes ini di kelolah oleh Betha Mardyanty sebagai
direksi, sekretaris Ogy Pandesta serta Sismi Dartyi sebagai bendahara. Sampai sekarang Bumdes ini sudah
hampir berbentuk seperti swalayan. Bumdes ini merupakan salah satu agenda yang
akan di kunjungi oleh Menteri PDT saat berkunjung ke BS.
“Memang
usaha Bumdes berkah ini sudah kami persiapkan dari tahun belakang, makanya
pembangunan gedung serbaguna yang digunakan oleh bumdes ini di bangun dengan
model demikian, tanpa adanya jendela atau pintu disamping dan belakang, jadi
hanya pakai roling saja dari depan. Di bumdes berkah ini kami menjual berbagai
macam barang, bahan makanan, sampai kebutuhan lain lain dengan harga eceran
dibawah dan atau minimal sama dengan harga eceran di warung, dan disini kami
juga melayani partai grosir dengan harga bersaing dengan harga grosir di Manna,
dan alhamdulillah rata rata penjualan dari bumdes mart kami ini cukup
memuaskan”, jelas Umardi Kades Tanjung Beringin.
Bumdes Balai Berkah ini memiliki unit
usaha penyewaan perlengkapan pesta berupa 2 set tenda lengkung, 2 set tenda
datar, serta kursi 450 buah. Semuanya itu dapat dipakai oleh warga desa tanjung
beringin hanya dengan mengeluarkan dana 450 ribu rupiah. Sementara untuk di
pakai di desa lain kursi ini di bebankan tarif seribu untuk perbuahnya, jelas
Sismi Darti sang bendahara.
Tahun ini, Bumdes mendapat bantuan dari kementrian
PDT Rp 50 juta yang rencananya akan di gunakan
untuk membuka penambahan modal untuk Budeset mart ini.
“Kemarin kita juga telah memanggil
kelompok tani yang ada di Desa Tanjung Beringin ini seiring rencana Bumdes
untuk bermitra dengan kelompok tani dalam pelaksanaan usaha keramba apung di
danau, oleh sebab itu rencananya Bumdes akan memberikan modal bibit ikan dan
pakan ikan kepada kelompok tani yang mana anggota setidaknya memiliki keramba
di danau untuk dapat di olah oleh kelompok tani, tutur Umardi.
Rencananya apabila sudah panen
hasilnya akan dibagi sehingga ada kontribusi untuk Bumdes dan dapat menambah
pendapatan masyarakat. selain itu Bumdes ini berencana akan membuka usaha penjualan
tabung gas, kalau tidak ada halangan kita akan memulai dengan 100 tabung pada
tahap awal dan rencananya akan di jual dengan harga yang sangat terjangkau oleh
masyarakat.
“Umardi menambahkan, mudah mudahan proposal permohonan
bantuan modal seniali Rp1 milyar yang diajukan ke
kementrian PDT dapat terealisasi, sehingga semua program Bumdes ini nantinya akan
berhasil”, tambah Umardi.
Umardi menjelaskan, pada perjalanan untuk pengelolahaan
dan pengembangan Bumdes ada beberapa kendala kecil terutama
pada swalayan antara lain, belum banya mitra suplayer besar
atau utama, sehingga harga lebih mahal dari toko lain terutama untuk
penjualan partai grosir untuk warung eceran.
Untuk
pembagian hasil sesuai dengan aturan di anggaran rumah tangga yang telah di
sepakati dan ditetapkan, 30% dari keuntungan kembali ke kas
Desa, 50% untuk penambahan modal kembali ke Bumdes, 5 % untuk sosial, serta 15%
untuk pengelolah Bumdes.(Jan)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar